Pernahkah kau merasakanya

Perasaan keinginanku itu berlebihan, apapun serasa kurang dan selalu berpikir bahwa semuanya bisa sejalan, seolah ingin cepat melarikan diri dari perasaan jenuh di dalam kamar. Nyatanya itu tempat ternyaman setelah aku benar-benar melarikan diri.
Tidak berlebihan jika aku selalu seperti ini. Kenyataanya aku tak pernah jauh dari mereka. Angan-angan ini, apakah hampa atau buaian mimpi yang menyesatkanku sesaat. Tak kuduga aku seolah banyak melakukan kesalahan pada pilihan diri sendiri.
Kapan perasaan ini hilang, aku tak yakin ingin melapaskanya. Namun aku ingin menghentikanya di kemudian. Ya, perasaan itu, perasaan yang dapat menunjukan acara kehidupan, tentang arti seseorang dalam hidup, cukup bermakna jika aku di tempat seperti ini, tapi sulit kusadari ketika berada denganya.
Allah memberikan hati untuk merasa, agar tubuh ini bisa bergetar dan merasakan adanya keselarasan dan nurani. Pada kenyataanya aku tahu entah itu kapan aku jyga harus lepas.
Belum pernah aku berikan hal yang membuat mereka menangis, bahkan usia mereka terus bertambah dan belum bisa mengalami pengalaman seperti keluarga lain. Dalam impianya aku bekerja, memiliki keluarga dan memberikanya cucu.
Bukan hal ini, mereka seperti melihatku tak serius, aku terlihat memilih untuk sebuah petualangan, dan aku meyakininya bukan saaatnya aku berada pada posisi impian mereka. Namun setelah jauh itulah aku tahu bahwa perlu memiliki sebuah keluarga dan berkumpul di dalamnya untuk menimati kebiasaan hidup yang terkadang menjenuhkan, tapi itu zona amanya.
Esok aku harus berpindah suasana, bahkan makanan di negeri ini mungkin tak ada bedanya, tak membuatku nyaman meski murah meriah.
Kekayaan negeriku tak akan tergantikan dan makananya adalah sesuatu yang akan selalu aku ridukan untuk sementara saja.
Suasana yang menurut banyak orang bisa merasakan pengalaman yang luar biasa. Entahlah, nampaknya aku cukup lelah, selain hanya untuk merenungi who am I?

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s