Hujan deras di penghujung perjalanan sebulan di India

menjelang beberapa jam lagi tiba di Howrah Station, Kolkata, India. beberapa jam di dalam kereta dan sekarang hanya mundar-mandir gak jelas menikmati pagi hari sebelum kereta berhenti. terasa melelahkan ketika kereta berhenti di statiun yang bukan statiun yang dituju, rasa ingin cepat sampai.

seperti biasa di pagi hari, banyak pengunjung rel kereta yang berjongkok dan atau telah melakukan ritual pagi harinya, embun di beberapa tempat dan hujan yang mulai terasa membesar, semakin mendekat semakin lebat. dan ternyata memang hujan yang teramat lebat yang cukup membuat beberapa tempat di dalam gerbong basah, apalagi di bagian jendela yang sekat-sekatnya tak mampu menahan air dari luar.

pagi yang indah itu tak begitu kunikmati, sesampainya di statiun Howrah, hujan semakin lebat, bahkan aku dan Bang Tomi, harus berjalan di dalam gerbong hingga melewati cukup banyak gerbong agar tidak kebasahan, sebelum ada jembatan yang bisa digunakan untuk berteduh seperti ratusan orang yang juga melakukan hal yang sama.

mereka terlebih dahulu keluar gerbong dan membawa barang-barang yang tak sedikit, hampir menyakiti punggungnya dan menerjang hujan yang cukup membuat mereka basah kuyup sekali.

aku tak mau seperti itu, meski punya payung, aku segera bergegas berjalan di tengah gerbong, karena bang Tomi tidak memiliki payung. sesampainya di jembatan pejalan kaki, kami berteduh dan itu membuat pemandangan gila lagi. begitu menjejalnya orang di arah yang beralawan menyebrang dengan berbagai rupa dan egoisme masing-masing.

satu jam lebih kami menunggu sampai terlihat lowong, nampaknya tidak mungkin sekali, ketika dirasa tidak begitu menjejal sekali, kami pun bergerak cepat dan luas jalan yang cukup untuk 4 orang, bagian untuk arah kami hanya bisa dilalui oleh satu baris saja. legalah setelah bisa melewati jembatan penyebrangan yang desak-desakan itu. bayangin dong gimana orang india? dan aku menjaga gerak-geriku selama berjalan agar tidak terlalu menempel dengan mereka.

nah setelah itu kami cukup lama nih mengambil keputusan bagaimana caranya menuju sudder st. sampai pada akhirnya kami terpisah juga akibat hujan.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s