Berbagi, cara bahagia

kita sebagai manusia memang diciptakan berbeda, dari hal yang kecil seperti rupa sampai kepada nasib. mungkin di sekitar kita bisa dilihat bahwa berbagai macam nasib yang telah dialami oleh mereka. kamu pernah berpikir tidak? Mereka menghabiskan banyak waktu, tenaga dan upaya dalam keseharianya, sampai dia meninggal dunia.

pernah gak kamu berpikir untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain? pernah gak kamu berpiikir kamu harus memiliki nasib bagus agar kamu mudah dalam melakukan hal apapun? begitu banyak orang yang menghabiskan keseharianya dengan rutinitas kerja yang memakan waktu tapi mengahasilkan tidak begitu banyak, atau yang menghasilkan banyakpun malah terlena untuk makin memperbanyaknya, sehingga waktu mereka habis untuk hal itu.

lalu apa sih tujuan kita diciptakan, sedangkan ALLAH menjanjikan kita adanya surga dan neraka, apakah hanya cukup mengerjakan kewajiban agama saja untuk meraih surga itu? sedangkan mengerjakan yang lainya tidak mampu dilakukan, sebab merasa tidak memiliki nasib baik atau sibuk dengan urusan sendiri memupuk harta.

sebuah artikel sangat menggugah hati untuk dibaca, dan buku-buku semangat, motivasi, pembentukan diri, dan lainya. Dalam beberapa paragraf menceritakan bahwa arti berbagi bagi mereka, ada yang bersumbangsih dengan membantu yang kena musibah seperti gempa di Aceh, menjadi tenaga bantuan mengajar, membagikan benda-benda yang diperlukan dan lainya. begitu juga tayangan di televisi banyak sekali yang menginspirasi dari orang-orang yang memiliki jiwa sosial tinggi. arti berbagi ini lah yang terkadang memberikan kebahagian, bahkan ketika kita bisa berbagi dengan orang dan timbal baliknya begitu baik, maka bukan hanya sekedar materi semata yang mampu kita berikan, tapi semuanya baik itu ilmu yang kita miliki atau apapun.

nah, lalu apakah kita bertanya kita memiliki jiwa sosial yang tinggi, atau menunggu dulu sampai kita mau berjiwa sosial tinggi. nampaknya pemahaman seperti itu harus kita jauhkan dehk.

ketika kita hidup memang harus ada yang terlebih dahulu diutamakan, yakni kebutuhan pangan, sandang dan papan. baru kita bisa memikirkan hal lainya, termasuk mengaktualisasikan diri kita dalam berguna bagi orang lain. jika kebutuhan pangan, sandang dan papan itu merupakan kebutuhan jasmani, maka aktualisasi diri ini bisa menjadi kebutuhan rohani kita. karena kebutuhan utama kita adalah memprioritaskan yang utama atau mencari makan untuk hidup. lalu apakah kita akan terus sibuk untuk memenuhi kebutuhan dasar itu? sampai-sampai kebingungan bagaimana lagi agar bisa menghasilkan uang.

sebagian orang diciptakan menjadi buruh yang gajinya kurang lebih $3 perhari, itupun mereka sampai mengorbankan risiko kesehatan dalam menjalaninya. ada juga yang menjadi seorang guru yang sampai-sampai mampu mengajar diberbagai sekolah. namun beda ceritanya, ketika buruh yang penghasilan kecil itu mereka sudah mentok dengan hal itu-itu aja, tapi seorang guru yang mau mengajar di beberapa sekolah, karena mereka memiliki kualitas manajemen waktu yang tak mau disia-siakan.

lalu apakah orang buruh itu harus nunggu dulu bernasib baik. ya pemikiran itu ada di benak mereka, sehigga mereka dengan gigih menyekolahkan generasi penerusnya dengan harapan memberi perubahan. tapi kasus yang banyak terjadi, tak sedikit orang tua yang akhirnya kecewa. kita harus mulai dari diri sendiri terlebih dahulu baru pada generasi, karena generasi yang baik akan tumbuh dari orang tua yang memiliki kualias baik.

seberat apapun nasib, jika memang kita mau berbagi dengan orang lain, kita akan mencari kebahagian, dan ketika kebahagiaan datang, hal apapun bisa tersinergi. misalkan seorang penjual gorengan, siang hari dia berjualan dan malam hari dia mengajar pengajian, dia menemukan kebahagian ketika melihat anak-anak itu tumbuh, apalagi memiliki ilmu yang baik yang ia tanamkan pada anak-anak tersebut, ia gigih belajar ilmu dengan banyak membaca dan menambah kualiatas mengajarnya. betapa inginya saya memiliki guru sepertinya.

kamu pernah gak mendapatkan guru yang baik? yang pernah menceritakan sesuatu, lalu kamu mendapatkan inspirasi dan semangat dari perkataanya atau ajaran yang dia berikan? nah bukankah itu juga berbagi. tidak perlu pakai uang kan? seorang tukang Bata, menceritakan perjuangan hidup dan paradigmanya akan kehidupan. apakah tidak membuat kamu bisa merenung, lalu bermanfaatkan si tukang Bata tersebut menceritakan hal itu? nah semakin banyak berbagi hal-hal kecil, kita juga bisa berjumpa dengan banyak orang mana lagi yang ingin kamu bagi apa yang kamu miliki. bahkan bisa dilakukan di sela-sela pekerjaan yang memakan waktu itu.

jadi menurutku yang penting banyak berbagi, bukan nunggu nasib baik dulu baru bisa berbuat kebaikan. seperti lagu cowboy junior, jangan tunggu hebat dulu.

jangan sampai kehidupan yang rata-rata berumur 60 tahun, hanya habis untuk mencari sesuap nasi saja. karena banyak sekali cara untuk berguna bagi orang lain, tak perlu nasib bagus dulu. yang penting kamu mau mengerjakanya. semua orang bisa menerapkanya, mungkin dunia ini akan berbeda. entah kamu mau berbagi dengan alam, menjadi pengajar di masyarakat, banyak sedekah, penjaga kebersihan di lingkungan, jadi RT yang aktif, membersihkan masjid, bantu membagikan undangan, membantu ibu-ibu di puskesmas, atau apapun. yang penting kita mau proaktif. karena hampir perilaku masyarakat itu selalu mendorong-dorong orang lain dan menghindari pekerjaan. bagaimana kalo kita yang tak perlu nunggu ditunjuk tapi siap untuk melakukan hal-hal kecil yang berdampak besar.

kamu bisa gak? ingat hidup kita harusnya sudah bisa dimanage dengan baik, solat saja sudah ada waktunya sampai sehari 5 kali. ibadah terlewati, hidup sibuk mencari pemenuhan kebutuhan dasar. seumur hidup jangan sampai seperti itu. mari kita banyak berbagi dan kurangi gaya hidup yang konsumtif.

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s