Malam terakhir

Gambar

Tiba dari India sekitar malam hari, duh bingung sebenarnya. ada isu bahwa tidak boleh tidur di LCCT. apalagi datang larut malam pastilah banyak toko makanan yang sudah tutup, belum lagi perut ini laper pengen sekali makan. yasudahlah masa bodo, yang penting di malam terakhir ini kami telah berniat untuk tidur di area LCCT.
setelah tiba di Airport, lagi-lagi aku diperiksa oleh petugas imigrasi saat akan scan barang bawaan. sialnya lagi saya dibawa ke kantor. Bang Tomi terpisah dariku saat dia mencari teman-teman yang bertemu di Airport Kolkata. petugas itu menyuruh saya membuka semua barang bawaan saya termasuk kaus kaki. sambil membuka itu dia bertanya dengan ya cukup ramahlah, mengapa saya bisa jelan-jalan, dia sepertinya tertarik dengan cerita itu, tapi cukup menyebalkan bagiku, cuman saya berusaha cukup ramah mengikuti apa yang mereka mau. paling nyebelin adalah dia tidak minta maaf atas perlakuanya itu, cuek dan gak peduli dengan barang-barang yang telah aku rapikan sejak dari Kolkata dan harus dikeluarkan lagi, packingan jadi berantakan dan gak sebaik packing sebelumnya.

setelah bertanya ternyata ada sebuah foodcourt yang buka 24 jam dan free wifi dan banyak makanan. nanti dehk diceritain secara terpisah.

pagi hari sekitar jam 6 pagi, kami bersiap diri untuk boarding, ternyata masih sepi dan saya mencari tempat untuk tidur, tapi punggung ini kedinginan sekali. pindahlah saya tidur di belakang tempat kursi pijat dan cukup membuat nikmat karena semalaman kami harus bergadang. 

lalu counter dibuka, beberapa orang telah mengantri dan cukup banyak sekali, aku sudah was-was dengan barang bawaanku yang lumayan banyak, bahkan barang-barang ini yang membuat aku tidak tenang selama akhir perjalanan. takutnya malah harus beli bagasi, sudah gitu counter yang dijaga oleh seorang wanita begitu ketat, sampai saya melihat beberapa orang harus membayar kembali bagasi tambahan.

setelah cukup sepi saya akhirnya ikut antri, terpaksa harus mengikuti antrian di counter yang dijaga oleh wanita itu, di depanku tinggal satu orang lagi, dan tiba-tiba counter sebelahnya dibuka oleh seorang pria dan kemudian kami langsung bergeser ke counter itu dan ALhamdulillah lolos, dan kami pun pulang. akhhhhh pengen buru-buru ke Jakarta

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s