kerja keras

ketika aku sedang hahahaha-hihi berfoto dengan gaya ini dan itu, seolah setiap momen tak ingin aku tinggalkan, kapan lagi aku bisa ke tempat seperti ini.
udara begitu dingin oleh terkaan angin, akan tetapi matahari akan menggosongkan kulit di pipi seperti yang dialami oleh Bang Tomi jika aku tak melindungi kepala ini dengan scraf yang dari tadi selalu dikalungkan dan terkadang menjadi kerudung untuk melindungi cahaya yang panas itu.
ini sungguh luar biasa. atap dunia ini begitu biru dan bersih seolah seperti aku berada di lautan luas dan hanya air biru saja yang menghampar.
di atas bukit ini kami bisa melihat rumah-rumah yang sederhana tapi nampak indah. pesona yang telah ngebland dengan bumi menyuguhkan sensasi berbeda dari perjalanan kali ini.
nampak kemiskinan selalu kami saksikan selama di India ini, aku pun sering merenung betapa kerasnya persaingan dan perjuangan hidup di tanah ini.
seorang pekerja bangunan nampak fokus atau telah pasrah dengan keadaanya ketika bekerja memanggul satu persatu batu di punggungnya. nampak keletihan dan beban itu mampu membuatnya terlihat menyedihkan bagi sebagian kalangan yang tak tahu beratnya beban kehidupan.
Musium ini nampaknya sedang dalam tahap finishing. beberapa orang sedang merapihkan pondasi-pondasi agar kuat. kami menyusup ke gang-gang kecil untuk keluar dari bukit tersebut.
aku terus memikirkan hal yang tadi aku saksikan (dalam foto ini). telah biasa aku saksikan sebenarnya kejadian semacam ini di negeri sendiri. mungkin ini perasaan spontan yang mengjarkan atau menyadarkanku lagi.
ya aku merasa kasian denganya, akupun begitu, sering melakukan pekerjaan yang lumayan berat dan alhamdulilah siap-siap saja. bahkan sering juga disuruh oleh orang tua untuk memindahkan batu bata dari depan ke rumah yang akan dibangun, membantu bawa adukan semen dan pasir atau lainya.
miris memang, aku tak mau berakhir sepertinya. tapi dunia ini juga membutuhkan tenaga-tenaga sepertinya, siapa yang akan menjadi penerus jika semua orang berpendidikan dan tidak mau mengerjakan hal demikian. namun aku tak ingin membuang banyak waktu dan tenaga untuk pekerjaan yang rutinitas dan menyebalkan.
kehidupan harus balance antar mencari untuk diri sendiri dan waktu untuk pengabdian pada masyarakat dan paling utama tidak menyita waktu, sehingga ada waktu untuk ibadah pula.
ya kehidupan yang singkat ini rasanya sayang sekali jika dihabiskan untuk melakukan rutinitas dan pasrah sampai kelegaan dari perjuangan hidup oleh kematian datang padanya.
IMG_0258

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s