Pengalaman kombinasikan dengan baca buku

Anehnya memang buku yang saya sering baca itu mengenai kepribadian, entah kenapa ya? Sepertinya saya galau berat mengenai pembentukan karakter yang tepat seperti apa atau ini ladang ilmu untuk menambah diri dalam hal kepribadian, namun sipat naluri manusia yang spontan, terkadang hal itu justru tak terlalu ditonjolkan. 

senangnya menjadi seseorang yang selalu ingin tahu dalam kemisteriusan sesuatu. saya juga orang yang suka hal mistis, seperti ramalan, cerita-cerita rakyat yang agak mistis tapi selalu parno duluan, akibatnya saya sering sekali ketakutan ketika berada di tempat baru, misal di rumah orang dan saya harus ke toilet sendirian, tiba-tiba suka ngebayangin hal gaib dan selalu ketakutan sendiri, kadang sampai berteriak kecil. bahkan di rumah juga sering mengalami hal demikian, apalagi jika ada tempat-tempat yang sedikit gelap. 

balik lagi ke buku, sejak SMK saya sudah koleksi buku, yang paling menjurus mungkin ‘Taklukan emosimu!’ tapi jarang sekali saya baca, padahal isinya bagus sekali, ada juga buku astrologi, anehnya hal semacam astrologi ini kebanyakan memuji, jadi deh selalu merasa senang karena karakter kita seolah menonjol dari yang dituliskan berdasarkan tanggl lahir kita, anehnya saya juga senang karena puji-pujian semacam itu, tapi sekarang sudah mulai diakhiri mengenai hal semacam itu.

sejak SMK itu temanku kebetulan suka ngumpulin Komik One Peace, Namanya Joe (Dean Yohan). saya selalu maen ke toko buku bersama dia, otomatis saya jadi tergiur untuk membeli, beda dengan dia, saya lebih menyukai buku-buku agak serius. jadi dehk alhamdulillah sampai sekarang jadi suka membaca.

saya juga senang dengan buku biograpi, sepertinya saya bisa mengambil banyak pelajaran dari rajutan pengalaman orang dalam gemgaman tangan saya. seperti Genghis Khan, The last emperor, Muhammad sang pengeja hujan, dan lainya. yang baru-baru aku beli adalah buku ‘7 kebiasaan efektif untuk remaja dan 7 kebiasaan efektif untuk orang-orang.’ lumayan juga bukunya. soalnya saya senang menggali atau ingin tahu mengenai kepribadian-kepribadian seperti ini. 

nah karena saya kuliah di jurusan manajemen juga, otomatis hal ini juga dipelajari, dalam mata kuliah, budaya organisasi, kepemimpinan, dan lainya. bahkan perilaku konsumen juga kadang bisa diterapkan. rasanya senang punya banyak buku, seperti orang lain yang suka koleksi benda-benda sesuai hobinya, saya senang justru memiliki buku-buku yang super duper bergizi.

nah dengan seiringnya waktu, saya juga alhamdulillah bisa mengalami sebuah pengalaman untuk mengunjungi negeri-negeri orang lain, saya senang ketika otak saya bisa menjalar dengan banyak hal yang saya temukan di luar negeri, kadang orang juga sering memposting beberapa hal menarik mengenai kebiasaan, kepribadian, dan hal-hal yang membangung sikap dari orang-orang yang tinggal di negara lain yang memang memiliki kebiasaan lebih meningkat atau memiliki kebiasaan yang hebat.

hal-hal seperti ini justru yang membuat semangat ketika belajar, saya biasanya tidak begitu fokus kalau belajar, tapi ketika ada materi yang unik dan keren, tiba-tiba rasa malas, ngantuk langsung terobati. saya jadi semangat lagi dan kembali berfantasi dengan otak ini melihat berbagai pengalaman atau insight yang saya temukan atau orang bagikan. 

tentu mengapa kadang negara kita dibandingkan dengan orang lain, terlihat begitu jauh sekali. negara lain memiliki kedekatan dan kemudahan dengan negara lain, bisa saja negara Malaysia karena dekat dengan negara Singapore yang Quality high dan diapit lagi oleh Thailand yang secara turistik sangat maju, membuat orang bisa cepat bertukar budaya, pemikiran, cara pandang, kebiasaan dan lainya.

kamu suatu saat bisa deh membandingkan orang yang pernah ke luar negeri dengan yang tidak, misalnya dari segi mengucapkan terima kasih dehk, kamu bakal belajar caranya mengucapkan terima kasih. ada seorang Dokter yang sering jalan-jalan juga bikin status seperti ini ‘saya naik beca, dan ketika sudah tiba saya kasih uang dan bilang terima kasih, teman saya bertanya kenapa saya yang bilang terima kasih, kita sama-sama diuntungkan dan apa salahnya kita sama-sama berterima kasih.’ pokoknya intinya seperti itu dehk. memang biasa saja, atau mungkin saja kamu sudah melakukannya.

sebenarnya travel itu bukan hanya mencari kepuasan diri ya, menurutku itu saatnya kita mengasah diri, rehat dari kebiasaan rutinitas yang menekan atau memekakan. dengan melihat perbedaan dan suatu pembelajaran yang jauh lebih banyak berarti. 

IMG_1025

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s