Bisa dikatakan murah atau nggak, India

banyak yang menceritakan bahwa perjalanan ke India itu sangat murah sekali, selain itu nampaknya India memiliki daya tarik tersendiri untuk dicoba, salah satunya ada yang bilang kalo udah ke India, kita jadi kebal dan terbiasa dengan hal-hal yang menakjubkan dalam perjalanan. mengapa tidak, memang tantanganya banyak sekali, bukan dari kejahatan (karena saya tidak mengalami kejahatan) tapi terhadap kesabaran menghadapi orang-orang India, terutama orang yang bermata pencaharian sebagai pemberi jasa angkutan, seperti; Ricksau, Auto Ricksau dan lainya.

saya yakin dengan uang Rp. 150,000 setiap harinya akan cukup untuk jalan-jalan di India. jika dilakukan bersama teman sih mungkin saja dan dalam waktu yang cukup lama sih bisa saja.

tapi coba bayangkan jika anda memiliki waktu 1-2 minggu di India, tentunya akan lebih boros karena uang banyak keluar. seperti;

1.Transportasi

ketika kita tiba di India, memangnya dekat dengan turitik area, misalkan anda menggunakan kereta selama perjalanan, dari dari statsiun menuju turitik area itu jauh sekali. peta yang ada di lonely planet India tidak sama dengan Lonely planet Thailand. maklum saya tidak bisa menghitung skala Peta, jadi pernah saya selalu mencoba untuk jalan dari terminal/statsiun ke turistik area yang banyak menyediakan penginapan murah, tapi jauh sekali.

contohnya;

Jaipur, pernah saya kekeh pengen jalan kaki, padahal jarak dari statsiun jauh sekali dengan hotel yang ingin saya tuju, tukang Riksau yang selalu kekeh dan bikin jengah karena ngikutin terus sempat saya tolak, namun akhirnya saya malu sendiri karena menolak tawaran dia ketika kami benar-benar ia antarkan ternyata beneran jauh dan teman perjalanan saya selalu memaklumi sikap saya itu, saya jadi malu sendiri terkadang.

ketika di Srinaga juga seperti itu, kebetulan kami berhenti di south terminal, aku pikir di terminal yang dekat Dal Lake, sekali lagi saya salah dan tukang Ricksau yang nawarin menurut saya kemahalan tapi setelah naik dan diantarkan, ternyata jauh banget dan saya cuma membayar 100 rupe atau 20 rebu rupiah.

nah misalkan anda cuma beberapa hari aja, biaya untuk transportasi, mengantarkan anda ke turistik area dari tempat dimana anda pertama kali singgah itu juga harus diperhitungkan. dan kebanyakan beberapa kota yang saya singgahi semuanya hampir jauh baik itu dari terminal, statsiun dan of course airport.

kalo anda cuma sehari misal di varanasi, dari varanasi junction menuju ke sungai nil saja 150rupee, belum penginapan yang single mungkin jarang, kebanyakan dikasih yang kasurnya besar alias bayar untuk harga double, belum lagi biaya anda makan. oke sekarang kita ngomongin transportasi aja dulu ya?

besoknya lagi anda harus ke terminal lagi, di kotaitu ada beberapa statsiun dan ada yang lebih mahal harganya. temen saya dari Varanasi ke delhi menggunakan kereta ternyata beda lagi statsiun dan bayar ricksaunya dari hotel ke statsiun jauh lebih mahal. sudah gitu bayangkan jika anda tidak membeli tiket kereta secara online, bagaimana anda mendapatkan tiket itu? melalui hotel atau pergi ke statsiun sebelum berangkat, karena jarang sekali anda akan mendapatkan tiket kereta kalo go show. masyarakat India aja seabreg-abreg, kalo anda mau yang sleeper ekonomi, aduh berapa saingan anda?

nah ini kalo anda sendirian ya, gimana kalo berdua, tentu biaya ini bisa dibagi dua dan sisanya bisa digunakan untuk yang lainya lagi.

namun jangan khawatir, transportasi di India murah sekali, bahkan lebih mahal teh botoh sosro dari pada harga transportasi dalam kotanya, kalo Ricksau sih tergantung bisanya kita nawar ya, begitu juga dengan taxi, tapi semisal bus umum atau kereta lokal itu murah abis.

Gambar

2. penginapan

Penginapan di India banyak sekali, dari yang murah sampai yang mahal, bahkan kadang seperti di jaipur, di kota yang saya anggap akan mahal, karena beda sekali ya suasananya, orangnya lebih keliatan banyak dari kalangan mengengah ke atas. tapi di kota ini ada penginapan murah, bahkan untuk double saja hanya 150 rupees. begitu juga makanan, di dalam Pink Citynya sekalipun, ada makanan yang murah dan 100% halal.

tapi jarang sekali saya menemukan hotel dengan ruangan single atau menyediakan kamar untuk singel, meskipun ada, mereka memberikan anda kamar yang doubel dan itu artinya tetap saja harus bayar untuk penginapan doubel. sudah begitu banyaknya turis yang datang juga kesempatan untuk dapat penginapan murah itu sedikit. di kota Delhi, Mumbai itu mahal sekali harga penginapanya, jarang sekali pengianpan yang memberikan harga 300/400 rupess.. sabar aja kita nyarinya.

Gambar

3. makanan

ya emang bener-bener India itu murahnya minta ampun, makanan banyaks sekali, hampir semua orang suka berjualan dan mungkin terlihat sekali betapa sibuknya negeri ini dengan transaksi jual-beli, karena dimanapun, sepanjang jalan selalu ramai sekali oleh orang, atau mungkin karena jumlah penduduknya yang banyak ya? namun bukan berarti ini menjadi hal yang menjanjikan murah. bisa-bisa anda ILFIL melihat penjual atau tempat jualanya.

emangnya dia pikirin mengenai kebersihan produknya, terus beberapa makanan berbungkus seperti udah ke-emek-emek hingga bungkusnya seperti sampah yang harusnya sudah dibuang atau dibakar. belum lagi ketika anda berkunjung ke rumah makan sederhana. bisa-bisa melihat bapa-bapa seperti belum mandi, pakai sarung dan kaos kutang mengeleng-geleng adonan roti. atau sempatkanlah melirik sebentar isi dalam dapur restoran, ih kadang sama mengerikanya dengan penjual yang diluar. tapi gak tau kalau restoran yang bagus. 

Gambar

hampir setiap makan saya selalu makan di restoran, atau kalo beli makanan di luarpun makanan kemasan seperti snack atau makanan yang dijual di kereta oleh pekerja kereta, ya mereka juga keliatan jorok sih, tapi packing makanan di kereta ok-lah.

nah mengenai buah-buahan, banyak sekali pedangan buah, bahkan sepertinya hal ini sudah seperti penjual Rokok di Indonesia, banyak sekali dan anda bisa dengan mudah mendapatkan buah ini, paling banyak dijual adalah Pisang. merea jua perbuah bukang dalam ukuran kilogram, kecuali buah lain. Mangga India enak sekali, manis banget, bener-bener enak sekali, kamu harus coba. nah buah-buahan yang seger itu bisa dilihat di Khasmir. beuh buah-buahanya top markotop dehk.

nah kalau minum, banyak sekali tempat minum gratis yang disediakan oleh pemerintah, ada yang dingin seperti air es juga, ada yang biasa aja. saya tak berani meminumnya, selain untuk mencuci buah, tangan dan benda lainya. kalau orang Indianya sendiri mereka banyak yang mengkonsumsinya dan tidak apa-apa. sesekali saya pun pernah mencobanya dan berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dan sehat-sehat saja. mungkin karena hidup saya juga gak manja-manja amat, sama kerasnyalah dengan orang India, jadi ya sudah terbiasa dengan makanan yang gak dicuci atau gak begitu bersih. hehehe

4. tempat wisata

nah ini juga mesti diperhatikan loh. siapa tahu anda suka jalan-jalan kemana-mana maunya pake transportasi. biasaya tempat wisata di India itu jauh-jauh meskipun kamu menginap di Pusat turistik. seperti di Varanasi, Jaipur, Kolkata, Delhi, Mumbai, Srinagar, Leh, dll. pokoknya jauh-jauh deh dan kalo diubek dengan jalan kaki, kayaknya bisa gempor dehk.

Gambar

semakin nyaman nyari teman jalan agar bisa sharing, bisa juga teman yang ketemu di jalan. jadi bisa menghemat pengeluaran. perhatiin juga jika anda bisa menyamar bersyukur deh dapat tiket seharga lokal. tapi kalo tidak, siap-siap anda harus bayar tiket-tiket tempat wisata yang mencengangkan harganya. meski harganya wajar, namun perbedaan antara harga tiket lokal dan tidak bikin dongkol hati.

nah itu beberapa poin yang inti dan dibutuhkan oleh pelancong untuk ke India. ya uang orang beda-beda. tapi menurutku hal-hal semacam ini kurang diperhatikan, apalagi yang memang keuanganya sedikit dan sudah napsu atau berspekulasi duluan mengenai pembiayayaan jalan-jalan di India.

saya bersyukur ada teman yang bisa jalan bareng, akibatnya saya bisa membeli barang-barang atau selalu makan di restoran karena ada uang lebih, sisa dari selalu sharing tranportasi, kamar hotel, atau bahkan kita bisa sharing menu makanan. tapi bagaimanapun saya merindukan perjalanan yang seorang diri. semoga tahun depan saya bisa lagi ke India atau negara-negara sepertinya. saya pun lagi menimbang-nimbang semuanya mengenai pembiayaan seorang diri dengan biaya sharing bareng temen.

nah kalau kurang jelas, silahkan tanyakan baik melalui komen di blog ini atau di my Fb.

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s