Rasa mendebarkan dalam minivan menuju Manali

sudah tak tahan rasanya, tapi kunikmati dengan ikhlas semuanya. kami sudah saling tahu bahwa jarak dalam waktu 19 jam belumlah usai. beberapa gunung lagi yang harus kami lewat. beruntung ini perjalanan menuju Manali, bukan sebalinya dari Manali.
betapa tingginya kami saat itu, jalanan mulus hanya diselingi beberapa kali jalanan bolong. sungai-sungai mengalir dengan indah, menampkan kemilau alam yang menghanyutkan dahaga untuk banyak lembah yang hijau dipayungi langit yang megah berwarna biru dengan benteng pegunungan.
aku bukan tak kuasa menikmatinya, aku hanya tak nyaman dengan kursi itu. tapi dalam kondisi bagaimanapun aku tak mengeluh dan menikmati dengan senyum merona. kaki ini pucat dan kotor, aku tak peduli. sampai tiba waktunya kami akan beristirahat di sebuah hotel, di manali nanti.
betapa indahnya pesona alam ini, namun sepertinya tidak mudah untuk hidup di sini. air menglir ke tengah jalan, cantik rupa bunga menambah keelokan perjalanan. terkadang air-air yang mengalir itu membayangknku pada cantiknya surgawi dimana sungai-sungai mengalir banyak di dalamnya.
sore menjelang, pelangi hadir di antara umpalan gunung dan berada di bawah kami, seolah seperti kami bisa melihat dengan jelas lengkungan di atasnya. awan pun menyelimuti seonggok tanah pasir yang kokoh itu. leluasa aku melihat pemandangan indah ini dari bilik kaca. pegunungan ini begitua indah dan memiliki aura sendiri yang memberikanya ke-khas-an.
kami hnya tinggal turun, hujan yng membasahi langit membuat kerusakan di beberpa jalan, namun luar biasa, entah dari mana datangnya mereka. selalu ada ketika harus membereskan jalanan.
perjalanan ini perjalanan yang benar-benar mempengaruhi ketenanga. kami masih bisa berdialog dengan bahasa Indonesia dan membicarakan bagaimana kondisi supir yng beberpa jam telah membawa kami, supir itu terlihat selalu mengunyah sebuah serbuk dalam kemasan sachet kecil. dan terkadang memkan tembakau.
kabut menyerang gunung ini, jalan semakin licin dan kelak-keloknya jalan menjadi sebuah sensasi yng membutku tak hentinya was-was. komat-kamit dalam doa untuk diberi keselamatan oleh sang Khalik. rasa takut itu benar-benar menjadi suatu pengalaman yang mendebarkan. beberpa kelokan dan sopir tidak mau memelankan minivan itu, seolah ia juga ingin cepat sampai agar bisa beristirahat dari lelahnya kehidupan. mereka bukanlah supir biasa, aku sempat berucap dan bertanya. mengapa mereka tidak mengikuti balapan mobil saja. kelihaian mereka tak diragukan lagi.
semakin ke bawah pemandangan yang menakjubkan, pohon-pohon pinus dengan guyuran air dan asrinya alam menjadi pesona yang disuguhkan setelah kejadin mendebarkan 10 menit yang lalu. waw inikah alam Manali yang begitu indah. resort-resort nampak terlihat. pria-pria dan anjing yang berjalan menyusuri jalan.
indahnya. kami sudah berencana akan kemana dan tidur di mana. kami harus segera mencari penginapan sebelum malam tiba
keramaian semakin terasa ketika berada dekat dengan terminal Manali. sudah tak tahan rasanya, tapi kunikmati dengan ikhlas semuanya. kami sudah saling tahu bahwa jarak dalam waktu 19 jam belumlah usai. beberapa gunung lagi yang harus kami lewat. beruntung ini perjalanan menuju Manali, bukan sebalinya dari Manali.
betapa tingginya kami saat itu, jalanan mulus hanya diselingi beberapa kali jalanan bolong. sungai-sungai mengalir dengan indah, menampkan kemilau alam yang menghanyutkan dahaga untuk banyak lembah yang hijau dipayungi langit yang megah berwarna biru dengan benteng pegunungan.
aku bukan tak kuasa menikmatinya, aku hanya tak nyaman dengan kursi itu. tapi dalam kondisi bagaimanapun aku tak mengeluh dan menikmati dengan senyum merona. kaki ini pucat dan kotor, aku tak peduli. sampai tiba waktunya kami akan beristirahat di sebuah hotel, di manali nanti.
betapa indahnya pesona alam ini, namun sepertinya tidak mudah untuk hidup di sini. air menglir ke tengah jalan, cantik rupa bunga menambah keelokan perjalanan. terkadang air-air yang mengalir itu membayangknku pada cantiknya surgawi dimana sungai-sungai mengalir banyak di dalamnya.
sore menjelang, pelangi hadir di antara umpalan gunung dan berada di bawah kami, seolah seperti kami bisa melihat dengan jelas lengkungan di atasnya. awan pun menyelimuti seonggok tanah pasir yang kokoh itu. leluasa aku melihat pemandangan indah ini dari bilik kaca. pegunungan ini begitua indah dan memiliki aura sendiri yang memberikanya ke-khas-an.
kami hnya tinggal turun, hujan yng membasahi langit membuat kerusakan di beberpa jalan, namun luar biasa, entah dari mana datangnya mereka. selalu ada ketika harus membereskan jalanan.
perjalanan ini perjalanan yang benar-benar mempengaruhi ketenanga. kami masih bisa berdialog dengan bahasa Indonesia dan membicarakan bagaimana kondisi supir yng beberpa jam telah membawa kami, supir itu terlihat selalu mengunyah sebuah serbuk dalam kemasan sachet kecil. dan terkadang memkan tembakau.
kabut menyerang gunung ini, jalan semakin licin dan kelak-keloknya jalan menjadi sebuah sensasi yng membutku tak hentinya was-was. komat-kamit dalam doa untuk diberi keselamatan oleh sang Khalik. rasa takut itu benar-benar menjadi suatu pengalaman yang mendebarkan. beberpa kelokan dan sopir tidak mau memelankan minivan itu, seolah ia juga ingin cepat sampai agar bisa beristirahat dari lelahnya kehidupan. mereka bukanlah supir biasa, aku sempat berucap dan bertanya. mengapa mereka tidak mengikuti balapan mobil saja. kelihaian mereka tak diragukan lagi.
semakin ke bawah pemandangan yang menakjubkan, pohon-pohon pinus dengan guyuran air dan asrinya alam menjadi pesona yang disuguhkan setelah kejadin mendebarkan 10 menit yang lalu. waw inikah alam Manali yang begitu indah. resort-resort nampak terlihat. pria-pria dan anjing yang berjalan menyusuri jalan.
indahnya. kami sudah berencana akan kemana dan tidur di mana. kami harus segera mencari penginapan sebelum malam tiba.
keramaian semakin terasa ketika berada dekat dengan terminal Manali.CIMG0222

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s