Tiba di Manali

sungai besar mendendangkan gemuruhnya. kami sudah tiba di kota Manali. hanya beberapa saat lagi tiba di sebuah terminal. hujan telah cukup membasahkan dedaunan dan atap-atap yang membuatnnya terlihat suci tanpa kerisauan alam.
kami pun turun dari minivan yang telah mengantarkan kami selama 19 jam lebih itu. saya tak yakin dengan alamat masjid yang ada di daerah ini, hujan kembali mengguyur membuat kami terdim di terminal sambil mencari jadwal bus yang akan mengantarkan ke Delhi esok siang. ada dua pilihan, yang satu mahal sekali yang satu lgi mahal tapi sudah merupakan kelas ekonomi. mungkin jarak ke Delhi akan sama melelahkanya meski tidak harus melewati gunung-gunung lagi. namun yang perlu diingat kami harus segera mencari jadwal yang pas dan membeli tiket untuk esok.
beberapa orang terus menawari penginapan, kami tak mengikuti permintaan mereka dan sibuk sendiri di terminal.
setelah segalanya selesai, kami lanjut ke luar terminal untuk mencari penginapan yang murah. nampaknya Manali jauh lebih maju, mungkin karena kota ini merupakan titik awal menuju pegunungan kokoh, sehingga banyak orang yang bermuara di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke beberapa kota. pegunungan di utara dan ibu kota di selatan.
hujan tak bersahabat sekali. terlihat hotel megah dan kami bertanya, tapi sekali lagi tak bersahabat dengan kantong harga permalamnya. kami sempat ditawarkan juga sebuah hotel yang sama mahalnya, tapi kami menolak meskipun sudah melihat bagaimana keadaan kamarnya, kami memilih untuk mencari lagi.
kami berteduh di emperan toko dan aku yang membawa payung berusaha mencari hotel-hotel kecil yang murah. sambil sesekali bertanya, saat itu pula kebetulan ada seorang kakek dengan peci di kepalanya. yang kutanyakan adalah di mana letak masjid tempat umat muslim berjamaah, dia mengatakan bahwa lokasinya jauh dari sini. sebelumnya kami sudah memperkirakan dan mencari di peta melalui google map. dan pertanyaan itu dimaksudkan bahwa kami hanya perlu membenarkan masjid itu aktif atau tidak. sekitar 40 km dari kota Manali.
akhirnya pencarian membuahkan hasil, hotel kecil yang akan menjadi tempat peristirahatan dan kami menyewa untuk 3 orang dalam 1 kamar. leluasa ada sebuah televisi, kamar mandi dalam, bed besar namun sepi sekali. mungkin karena kali ini bukan musim turis jadi hanya sedikit pengunjung.
kami membersihkan diri dan membereskan semua barang bawaan. sambil menonton televisi acara pencarian bakat dengan artis-artis bollywood terkenal yang menjadi jurinya.
malam hari kami makan di sebuah restoran lokal, memesan nasi goreng dengan keadaan restoran yang kurang sreg dengan hati. besok kami merencanakan akan pergi pagi-pagi ke masjid. aku gak menyadari kalau ini bukan Indonesia yang melakukan solat idul fitri pagi-pagi sekali.
setelah makan kami pun pulang dan kembali nonton televisi kemudian tidur dengan nyaman dibalik selimut tebal untuk menghangatkan diri dari dinginya angin Manali.CIMG0447

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s