Keliling Manali

sampailah kami di terminal setelah beberapa menit berada dalam bus yang full. kami menuju hotel untuk menemui satu teman lagi yang gak ikut, karena dia berbeda agama. ya sisa waktu beberapa jam lagi tak ingin kami sia-siakan.
rencana hari ini adalah mengeksplor di sekitaran kota ini, ada beberapa tempat yang bagus untuk dikunjungi, aku sudah tak sabar. cuaca juga cukup cerah dan sambil memperhatikan peta serta penjual yang menjajakan daganganya.
kami menuju sebuah kuil Budha milik orang tibet. dan kami pun menemukanya tak begitu lama. kuil itu nampak indah dan beberapa pengunjung nampak keluar masuk untuk berdoa. aku tak ingin masuk hanya memperhatikan dan memotret-motret pesona tempat itu.
di sekitar area itu banyak penjual pernak-pernik untuk beribadah dan terdapat sebuah penginapan yang diselimuti dengan tumbuhan hijau merambat.
kami lanjutkan perjalan menuju sebuah sekolah para biksu. tempat itu terbuka untuk umum, dan terlihat ada beberapa anak kecil. kami masuk ke dalam dan melihat-lihat apa yang sebenarnya ada di dalam area sekolah itu. anak-anak itu sedang bermain dan mereka mengenakan pakaian khas biksu dengan kepala botak.
ketika di luar gerbang utama, 2 anak biksu bermain ke luar memanjat-manjat dinding dan aku segera mendekati kemudian mengajak mereka mengobrol. aku memberikan mereka uang Rupiah. dan dia begitu senang sekali. tapi temanya yang satu tidak mau menerima, entah kenapa seperti itu. di India bicara dengan bahasa inggris sudah menjadi bahasa sehari-hari, jadi meskipun tidak bisa, mereka mengerti jika hanya bahasa-bahasa umum atau mudah dan sering didengar.
kami segera beranjak dari tempat itu dan mampir ke tukang sayuran dan buah-buahan untuk membeli pisang, karena perut kami lapar. lumayan untuk mengganjal. selanjutnya menuju sebuah park atau taman. dengan membayar tiket kami masuk dan menikmat aroma segar udara yang disekelilingnya dipenuhi pohon pinus besar-besar. tak lama kami di sana dan segera mencari tempat makan.
kami makan di sebuah restoran yang cukup bersih dan bagus, tapi harganya murah bahkan beda sedikit murahnya dengan tempat makan di mana kami menyantap makan malam, malam tadi.
aku memilih Punjabi thali, entahlah akan seperti apa, aku ingin sesuatu yang berbeda. porsinya kecil-kecil tapi banyak dan itu mengenyangkan, aku bahkan tak mampu menghabiskanya.
setelah itu kami kembali ke hotel untuk mengambil ransel-ransel dan menuju terminal. bersiap untuk menikmati sebuah bis yang berhenti di setiap statsiun masing-masing kota yang dilewati. ohhh andai tahu dari awal. pastilah tiada penyesalan.

 

Gambar

Gambar

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s