menikmati malam di Canought Palace, New Delhi

hiruk pikuk pasar di Old Delhi pagi itu benar-benar menjadi suasana yang menarik untuk dimati, kereta yang ditarik sapi, becak-becak sepeda, Ricksau, dan lainya telah bercampur ruah menyelimuti area pasar di pagi hari.
kemacetan kecil namun masih bisa terkendali oleh kebiasaan yang tak peduli dengan jalan, yang penting bisa cepat dan jalan terus. bagaimanapun caranya mau itu nyerobot atau nerobos jalan sah-sah saja.
selang 30 menit sampailah kami di depan Pahar Ganz, rupanya area ini juga seperti pasar, bukan terlihat seperti area turistik. yang dijual juga barang-barang biasa, namun semakin ke dalam kita dapat menemukan penjual sovenir, baju-baju untuk turis, dan hotel.
kami mencari penginapan yang murah, beberapa orang menawari dan harganya cukup mahal, begitu pula ketika menanyakan ke beberapa hotel lain, rupanya harga penginapan di Delhi dengan di kota lain itu lebih mahal.
setelah kami mendapatkan hotel segera bebenah dan siap untuk mencuci banyak pakaian, setelah sekian lama tidak dicuci selama di pegunungan. aku yang mencuci paling banyak. dan kami juga terbiasa membeli deterjen bubuk untuk mencuci. enaknya da ukuran yang lebih kecil dan mudah dibawa, karena dipakai untuk sekali cuci beberapa stel pakaian.
setelah mandi dan makan siang di lantai paling atas hotel kami, hotel yang mungkin kebanyakan pengunjungnya berasal dari Israel. sore harinya aku berniat untuk jalan-jalan sekitar sendirian. aku menemukan beberapa tempat yang menarik yaitu Canought Palace. satu area bundar dengan bangunan megah-megah yang merupakan pusat perbelanjaan.
aku kembali ke hotel, dan pada malam harinya aku mengajak temanku untuk menikmati malam di Canought Palace. sesampainya begitu ramai sekali dengan orang-orang. berbagai merek terkenal ada di tempat itu dan memberikan diskon yang lumayan. pada hari yang sama adalah peluncuran pertama FILM CHENAI EXPRESS yang iklan filmnya sering sekali dan diputar di beberapa tempat.
aku ingin menonton film ini, tapi sayang sekali uangnya, di minggu-minggu terakhir kami, kami hanya menyisakan beberapa ribu rupees saja. kami pun kembali jalan-jalan menikmati area bundaran luas ini. membeli sebuah gorengan Masala jika tak salah, dalamnya begitu pedas. karena area luas kami menghabiskan waktu berjam-jam.
kemudian melanjutkan jalan-jalan malam itu ke old market. di sana jauh lebih murah dan sama beragamnya. penjual pada umumnya pedagang kaki lima, beda jauh dengan yang berada di Canought Palace tadi yang menjual barang di ruko-ruko pada gedung-degung megah gaya eropa.
kami membeli beberapa helai celana dan rupanya di old market juga terdapat gedung yang di dalamnya juga terdapat banyak penjual elektronik, baju dan lain-lain. kami segera keluar dan kembali ke hotel.
jalan-jalan malam yang cukup panjang dan melelahkan, kami beristirahat sambil melihat tayangan di televisi.
besok hari yang lebih panjang. kami sudah menyusun berbagai tempat yang akan dikunjungi.Gambar

GambarGambar

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s