Old Delhi??????

lagi-lagi pagi ini, pagi memang adalah waktu yang merupakan awal dimana semua aktifitas dilakukan. kami masih di Delhi, dan sisa waktu sehari lagi adalah mengunjungi Old Delhi. kami menaiki sebuah metro atau kereta bawah tanah yang cukup murah. tibalah kami di sebuah statsiun dan ketika keluar terlihat sebuah kuil hindu yang sedang dibagus-baguskan patung-patungnya.
padatnya manusia saat itu, seolah menggambarkan bahwa benar sekali negeri ini dihuni oleh jutaan manusia yang sangat banyak.
jalanan mulai ramai bahkan lebih padat, ini diakibatkan akan dimulainya pesta kemerdekaan. 15 agustus menjadi momen yang akan selalu diulang sebagai hari kemerdekaan. apakah ini waktu yang tak tepat bagiku untuk berkunjung. seharusnya tidak, karena nuansa sosial seperti ini yang benar-benar ingin saya nikmati.
uangku hanya tinggal seberapa, jika saya membeli tiket untuk masuk ke Red Fort, akan cukup menguras isi dompet, dan beruntungnya Red Fort sedang ditutup untuk mempersiapkan acara hari kemerdekaan itu.
selanjutnya kami menuju ke Masjid Jamie Old delhi. saya sudah dengar cerita bahwa masuk ke sana harus membayar, entah karena waktu itu membawa kamera atau memang tiket untuk turis. tapi sejauh yang saya tahu bahwa masuk ke area masjid itu gratis.
masjid ini dikelilingi area yang tak sedap untuk dinikmati, sebagian penuh dengan pasar dan di beberapa sisi dengan kumpulan manusia dengan kekumuhanya.
di gerbang telah ada beberapa orang yang menjaga. ketika kami mau masuk, kami orang tersebut langsung mendatangi dan meminta bayaran. saya jadi bingung dan megnatakan “this is Mosque, right? why I should pay? bla-bla-bla.” padahal saya juga sudah tahu akan hal itu. tapi mencoba seolah itu hal baru. saya kesel dan marah-marah. anak-anak sekolah liat saya yang ngomel-ngomel.
sepanjang jalan saya jadi ngomel-ngomel sendiri dengan yel-yel, saya sengaja berbuat seperti itu agar para penjual itu denger malah, kadang saya malah kencengin suara. “Inside the mosq is not free, we should pay 300 rupees.” ngeselin liat tampang-tampang yang minta itu, gila aja masuk masjid harus bayar 60 rebu rupiah. sinting.
kekesalan itu akan selalu saya ingat, saya jagi gak ngerti sebenarnya ada apa dengan negeri ini? hahahahahahahaha.
kami pun memasuki sebuah gang dan menyusurinya untuk mencari jalan keluar sambil melihat-lihat pasar tersebut.
ada penjual layangan sedang memintal kenur yang cukup keren wajahnya. dan sisi kehidupan rakyat Old Delhi yang bisa membuat kita berpikir sejenak untuk mengerti keadaan tersebut.
rasa lelah telah menghampiri kami, sehingga segeralah kami ke hotel untuk istirahat, bersih-bersih dan makan malam.

Gambar

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s