Seharian berkeliling New Delhi

pagi ini setelah sarapan dan mandi kami bersiap untuk menuju India Gate. inilah sebuah gerbang yang memang jadi salah satu icon kota New Delhi, India. saya telah terbiasa berjalan kaki, karena dengan seperti itu bisa sekalin berolah raga dan melihat detil-detil kehidupan yang ditawarkan.
sebuah buku panduan yang selalu ku bawa bagaikan sebuah kitab suci karena begitu tebalnya. wajarlah kitab ini berisi panduan semua tempat yang ada di India.
negeri India ini memang luas sekali, jarak tempuh lokasi terlihat dekat dalam peta, tapi pada kenyataany ini benar-benar cukup melelahkan, maklum karena saya tidak bisa membaca jarak/ukuran perbandingan peta.
jalanan di New Delhi sendiri besar-besar dan tidak terlalu kotor, area ini memang berbeda dengan Old Delhi yang lebih kumuh dan kotor.
kami tak tahu bahwa hari itu adalah hari menjelang kemerdekaan India. sehingga bebreapa tempat penting dalam keadaan ditutup untuk umum. ya apa boleh buat dan salah satunya itu adalah India Gate ini. banyak polisi dan tentara yang sedang melakukan upacara penyambutan selama beberapa hari dan diberi batas jarak tempat pengunjung yang masih ingin melihat india gate.
dengan rasa sedikit menyesal, kami melanjutkan kunjungan. rencananya adalah musium-musium yang saling berdekatan. tapi saya rasa ini sedikit jauh dan memutuskan untuk naik sebuah Ricksau yang pagi itu menghampiri ketika sedang berjalan. setelah melakukan tawar menawar. si supir mau menemani seharian ke beberapa tempat.
kunjungan pertama adalah ke musium Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang fenomenal dan terkenal, sehingga kebanyakan uang India bergambarkan bapa yang satu ini.
setelah itu ke Indira Ghandi Musium yang tak jauh dari tempat sebelumnya. kedua musium ini rapi dan bersih. nyaman karena seperti rumah pada umumnya. berisikan koleksi-koleksi si pemilik. si supir mengomentari kunjungan kami yang suka sedikit lama.
tujuan selanjutnya adalah Qutb Minar, seperti biasa si supir menunjukan di mana dia akan menunggu. kami pun membeli tiket. dan rupanya begitu penuh sekali pengunjung yang datang. hampir di semua tempat, mungkin karena hari itu adalah hari libur, sehingga beberapa tempat wisata benar-benar penuh oleh pengunjung. tapi kami turis tidak begitu sulit untuk mendapatkan tiket masuk.
kenapa tidak? karena harga tiket masuk turis dengan domestik bedanya cukup nyesek di hati.
Qutb Minar cukup indah untuk dijadikan tempat berfoto. banyak bagian-bagian yang unik dan keren, sehingga kami cukup lama berada di dalam area tersebut.
selanjutnya tentu saja saya ingin melihat Lotus Temple. dan kamu tahu gak? antrianya panjang bener, suer dehkkk itu antrian bisa 2 kilometer kali. dengan sedikit memelas kepada polisi penjaga dan mengatakan bahwa kami adalah turis yang keesokan harinya harus pulang dan sangat ingin melihat ke dalam. kami pun diperbolehkan.
setelah menghampiri si supir, si supir meminta kami untuk mengunjungi tempat penjualan sovenir. ini kali kedua sebenarnya, sebelumnya kami hanya sebentar sekali. padahal si supir meminta kami untuk masuk dan melihat-lihat selama 10 menit. maklumlah saya agak ngeri dengan hal seperti ini, dan malu kalo gak belanja.
saya agak kahwatir dengan yang kedua kalinya ini. memang benefit supir dengan kami masuk dan melihat-lihat di toko adalah mendapatkan bensin gratis beberapa liter.
berhentilah kami di depan toko, tiba-tiba banyak pria-pria besar keluar dari gerbang toko membawa minuman botol. saya langsung berpikiran dan menolak permintaan si supir. akhirnya kami minta untuk di antar pulang saja ke tempat tadi pertama kali kita naik.
sepanjang perjalanan si supir malah jadi ngomong yang aneh-aneh. padahal dia itu sangat asik sebelumnya, dia minta saya ngebayarin minum. sinting, saya jadi diam saja selama diantar pulang.
sampailah kami di tempat semula dan membayarnya, minta uang traktiran minum lagi.
perut kami lapar, tapi kami masih berjalan menyusuri main way to gedung parlemen dan itu jauh banget. di film 3 idiot sempat lewati gedung ini. saya malah kagum dengan taman-taman di sekitar jalan yang luas. padang rumput yang sepertinya enak untuk tiduran. dan sayapun sempat melakukanya.
kami membuat video dan berfoto di depan gedung parlemen, lalu pulang dengan pegal-pegal dan lapar. mana jauh lagi.
untuk ada bus lokal, kami pun naik dan alhamdulillah bisa kenalan sama orang Kolkata dan menjadi teman.

Gambar

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s