bersedekah melalui pelastik, bisa gak ya dikatakan seperti itu? pasti bisa!!!

hal kecil yang mungkin sering kita abaikan,

sob pernah gak sih kamu itu membeli makanan, semisal nasi bungkus atau gorengan, dan makanan lainya yang dibungkus untuk dibawa ke rumah.

kalian juga tentu pernah dong beli makanan di mall terus dibawa ke rumah untuk dibagikan bersama teman, kerabat, sahabat atau keluarga kalian sendiri.

nah disini saya mau menjelaskan tentang penggunaan pelastik pembungkus loh teman, bagaimana kita bisa menghemat energi melalui pelastik.

sungguh disayangkan dengan keadaan bumi sekarang ini, Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta tentu saja sangat banyak belum lagi negara lain, dan jumlah konsumsi manusia semakin banyak karena efek konsumerisme atau apalah yang pasti kalian jangan bingung mempermasalahkan kata itu.

nah dengan tingginya jumlah konsumen berapa banyak hal yang telah kita konsumsi seharinya, dengan beragam keinginan dan terus mendorong kita seolah itu jadi kebutuhan. misal kamu bisa aja kan makan nasi di rumah, tapi kamu jadi pengen mie ayam, donuts, roti, dan lainya karena lidah kamu sudah memiliki pengalaman yang berbeda menikmati banyak jenis makanan, akhirnya kamu lebih baik membuang energi bahan bakar minyak kendaraan hanya untuk membeli makanan. eits sebelum ngelantur, mari balik lagi ke pelastik.

kalo kalian beli pizza dan dibungkus, pasti sayang buang pelastiknya yang bagus, tapi kalo kalian beli nasi padang terus pelastik itemnya seenaknya aja dibuang. padahal itu pelastik tidak kotor sama sekali,

saya seringkali dianggap rewel dan mister pelit karena terlalu mempermasalahkan demikian, paling dari pada saya dikiran begitu, saya minta mereka pelastiknya jangan dibuang, dan akhirnya mereka mengerti jika ada pelastik yang seperti saya maksud mereka memberikanya.

ketika sekolah pergi ke warung, beli biskuit, permen, makanan ringan, minuman ringan yang semuanya dalam kemasan, biar praktis mereka masukan ke pelastik item/putih/merah. bodohnya banget itu pelastik kan gak terpengaruh dengan jajanan kita karena jajanan kita pun sudah dibungkus pelastik, tapi malah dibuang juga.

sering banget saya menemukan kasus seperti ini, dengan berbagai kondisi, contoh lagi, sekarang ini lagi musim ice capocino. dalam sebuah gelas pelastik, kemudian ditambah pelastik putih takut tumpah atau bocor, kemudian dimasukan lagi ke pelastik putih. pelastik terakhir ini masih bagus kondisinya dan tidak kotor, tapi tetap saja dibuang. sayang banget kan, 3 pelastik dibuang sekaligus setelah kita menghabiskan dahaga/hasrat/nafsun memuaskan perut kita.

orang tak beragama saja tahu bahwa dengan berbuat hemat, kita akan membantu menjaga bumi. setidaknya kita sudah menghabiskan uang untuk keinginan kita. ya kita rubahlah perilaku kita yang lain agar lebih bijaksana dalam menggunakan hal-hal yang remeh.

anda bayangkan plastik terbuat dari apa? (tanya google), berapa lama alam memproses bahan baku itu, dan berapa lama alam menyerap atau menguraikan benda yang padat itu? bagaimana kalau prilaku saya ini dilakukan oleh 250 juta orang indonesia bahkan lebih?

pertanyaan mendasar seperti ini harusnya sudah ada dalam isi kepala? anda mengeluhkan perubahan cuaca dunia ini, yang anda simpulkan hanyalah bahwa dunia ini sudah tua? tapi kita gak pernah belajar dari hal kecil, itu sama aja kita juga menyepelekan otak yang diberikan Tuhan, bahwa dalam kitab suci Quran kita diminta belajar dari apapun? bahkan dari burung sekalipun. nah dengan hal semacam ini lalu apa yang mesti kita lakukan.

kalo kita mengumpulkan pelastik yang bersih dan bisa digunakan kembali, kita bisa memberikanya kepada tukang sayur atau warung. ini namanya sedekah tidak langsung, kalaupun berbaik hati, tukang sayur atau warung biasanya memberi diskon atau memberi produk tertentu untuk kita sebagai timbal balik kebaikan kita. nah begitu juga dari Tuhan, hal ini akan menarik hal-hal positif bagi diri kita.

di dalam surat Al-baqoroh ayat 261 kalau gak salah, kalau kita berbuat kebaikan/sedekah, itu bagaikan kita nanam 1 biji, kemudian jadi pohon dengan 7 tangkai dan setiap tangkai itu ada 100 buah. nah gila sedekah kita dibayar 700 kali lipat kan. eitts gak terasa kapan dibayarkan sama ALLAH. coba kita ingat lagi berapa banyak keberuntungan yang pernah menghampiri kita. atau mungkin di masa depan kita.. terus aja berbaik sangka ya!!!!

saya menyayangkan sekali kalau teman semua masih semena-mena terhadap pelastik/kertas/bahan bakar/ dan sumber daya alam lainya. semoga ALLAH membukakan ilmu pengetahuan yang luas bagi kita semua untuk selalu belajar.

semoga juga diberi kemudhan untuk memahami isi tulisan ini.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s