apakah ini percuma atau tidak?

perubahan gaya hidup.

eh sob semakin bertambah umur tentu saja kita semakin memikirkan apa dan bagaimana masa depan kita, dan hal itu yang mendorong kita untuk bisa mandiri dan menghidupi kehidupan ini dengan cara mencari masa depan itu, ya bekerja, meniti karir sendiri atau berwirausaha dan lainya agar menghasilkan uang yang memang tak dipungkiri benda yang satu itu adalah kertas yang berharga.

nah dengan adanya penghasilan atau uang yang kita miliki membuat kita menjadi mudah dalam melakukan berbagai hal tergantung kemampuan financial kita. hampir banyak orang juga mengejar berbagai hal untuk mengamankan atau meningkatkan jumlah finance-nya.

nah kan judulnya itu perubahan gaya hidup, kita saksikan dulu kisah yang agak unik ini yuk. pas dikampung saya itu memiliki beberapa kucing, namanya ya di kampung bisa makan enak aja udah untung. saking jarangnya kami makan enak, goreng ikan asinpun terasa begitu nikmat. ketika ikan asin tinggal sedikit, dan nasi masih banyak, saya mencocol-cocol kepalanya, supaya rasa asinya juga tertempel di nasi kemudian di makan. begitu juga ketika memberi makan kucing, dengan cara mencincang kepala ikan asin yang sudah digoreng, kemudian dimix dengan nasi. si kucing sangat doyan.

tapi ketika saya dan keluarga pindah ke kota, kebetulan ibu punya warteg. kami juga memiliki beberapa kucing yang selalu memelaskan wajah agar diberi makanan. saya memberi makanan seperti di atas bahkan lebih baik. ikang tongkol dengan nasi yang sudah dimix. ternyata kucing tersebut tidak memakan nasinya sama sekali. bahkan meninggalkanya karena tongkolnya sudah tercampur dengan nasi.

sampai salah satu pembeli hampir tiap hari membeli ikan hanya untuk memberi makan kucing kesayanganya. saya juga mendengar hal serupa terjadi pada kucing cakep milik teman saya, setiap hari dia mengeluarkan kocek beberapa puluh ribu hanya untuk membeli snack bagi si kucing. ajaibnya si kucing tak mau makan selain makanan itu. ini sih ngelunjak.

terus kalau kucing saja seperti itu, apakah manusia juga? ya ketika anda hidup di kampung dengan keadaan ekonomi biasa saja, tentu menemukan nasi pulen panas dengan lalaban dan sambal saja sudah membuat rasa syukur memenuhi isi hati.

tapi ketika keadaan ekonomi anda meningkat dan tinggal di perkotaan yang tersedianya beragam makanan, membuat anda pun bingung akan makan di mana? hampir setiap hari makan bakso, mie instan atau mie ayam, jika makanan seperti ini telewatkan setiap harinya, lidah seperti kecut dan asam. belum lagi kalau kita sibuk dan tak sempat memasak, banyak makanan pilihan yang bisa dijadikan pengisi perut.

bahkan sekarang tren untuk makan di luar itu telah menjadi gaya hidup yang keren, serta meningkatkan tingkat konsumsi dan lapangan usaha, siapa yang tak pernah terbesit bahwa usaha makanan sepertinya sangat menjanjikan, itu bodoh sekali. hampir semua orang tahu makanan menjadi hal utama dalam kehidupan, sehingga banyak orang berpikir bahwa jika memiliki usaha makanan pasti omsetnya menarik.

yang paling menghawatirkan seperti ini, hal ini juga terjadi pada saya. diantara banyak pengusaha makanan, tentu ada salah satunya yang kita paforitkan. tiba-tiba ingin sekali dengan makanan itu, atau ada restoran baru dengan menu luar biasa sehingga menarik perhatian anda sehingga anda ingin sekali mengunjungi.

padahal jika anda hanya butuh makanan untuk memenuhi rasa lapar, bisa saja memasak mie instan. tapi karena keinginan rasa penasaran kita kuat mendorong kita untuk rela mendatangi tempat tersebut.

padahal dunia saat itu bahkan saat ini sedang kalang kabut memikirkan bahan bakar minyak. dan uniknya lagi kita boroskan bahan bakar minyak hanya untuk mengantarkan kita mendapatkan makanan itu. saya juga sering seperti ini, apalagi ketika harus memilih akan makan di mana bersama teman kampus. tapi saya juga kadang rewel dan teman saya malah heran dengan cara berpikir saya yang terlalu merumitkan hal yang kecil atau bahasa gaulnya REMPONG.

sebenarnya masih banyak kasus lainya yang kita rasa hal tak berarti tapi berdampak berarti pada nasib dunia. misalnya ya tadi membuang bahan bakar hanya untuk hal yang semestinya masih bisa kita save.

saya selalu berpikir, bagaimana kalau memang bahan bakar itu habis. pasti banyak peperangan dan perpecahan di antara manusia. dan kita menghabiskanya itu untuk hal semacam tadi. coba sekarang bayangkan kita memuji negara hebat dan modern yang memiliki perusahaan motor di negeri ini. apakah di negara mereka juga menerapkan hal yang sama. justru kebiasaan masyarakat mereka dipuji karena menggunakan transportasi publik misalnya dan transportasi publik mereka juga diperhatikan serta dtingkatkan.

padahal kalo mereka gak mau rugi, kenapa gak buat indonesia seperti itu. tentu tidak, bahkan mungkin akan mereka tentang jika transportasi negara ini hebat, karena omset mereka akan hilang besar. mereka tahu bisa save banyak energi dengan masyarakat beralih ke transportasi publik. saya yakin jumlah bahan bakar minyak yang kita keluarkan setiap hari mungkin bisa membuat satu sistem subway luar biasa di satu kota. itu satu hari loh. saya memang tidak memasukan data empiriknya.

coba kita bayangkan, dengan banyaknya kendaraan malah jalan cepat rusak, kemacetan di mana-mana, orang jadi mudah stress, bahasa ragunan selalu terngiang. padahal kita lihat lagi, mereka pake motor mau kemana sih? kadang hanya beberapa orang yang sebenarnya menggunakan motor untuk kepentingan yang urgent. kebanyakan dari mereka hanya untuk menghampiri pasar, tukang bakso paforit, mall besar, salon, dan lainya.

sedih gak sih?

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s