Negara Surga

sempat terusik dengan pernyataan atau status temen di facebook bahkan sering sih beberapa kali baca status yang menegaskan bahwa Indonesia adalah surga atau lebih tepatnya negara yang memiliki 13 ribu lebih pulau ini dikatakan surga. bener gak sih? menurut gue sih ada benernya dan tentu juga ada pemikiran ahkk gak mungkin. karena gue percaya bahwa Tuhan itu adil di masing-masing benua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

kalo Tuhan itu Maha Adil, manusia hanya membanding-bandingkan saja sepertinya, semisal Indonesia punya 2 musim jadi enak dari pada negara yang memiliki 4 musim. kok ngebandingin gitu, ya kenapa pengen hidup di sana? mendingan kita datangi saja tempat itu kan seru tuh jadi tahu ada banyak perbedaan yang membuat kita menjadi takjub pada ciptaan Tuhan.

ya pantaslah ya INdonesia dikatakan surga. liat aja Map, Indonesia kan punya pulau banyak sekali dan itu cuma satu negara dong loh. jadi kalo Jawa tidak memiliki pesona laut yang indah seperti Sulawesi dan Sulawesi dikatakan surga laut, ya jelas lah itu membawa nama Indonesia. Papua memiliki gunung emas dan pesona flora dan fauna yang hebat dibandingkan Jawa Barat tetap saja itu Indonesia juga. padahal orang Jawa belum tentu tahu surga-surga yang dikatakan itu.

kalo liat negara lain kan cuma seucrit-seucrit dan mungkin saja lahan sebesar pulau sumatra, bisa menjadi 5 negara sekaligus. seperti di eropa. coba kalo negara-negara itu jadi satu nama, tentu saja mereka akan katakan eropa itu surga. kalo dipecah-pecah menjadi nama pulau mungkin hanya beberapa yang bisa disebut surga di Indonesia. begitu juga dengan wilayah-wilayah di Amerika, Australia, Eropa, Asia Tengah, dan lainya.

terus kalo negara ini disebut surga, saking enaknya gak usah mikirin hal lain lagi. surganya dieksploitasi saja, banyak kasus-kasus yang menjengkelkan kan dengan SDA Indonesia yang disebut surga ternyata perlahan dikeruk oleh orang jahat/perusak. mungkin mereka harusnya dimusnahkan dari surga itu.

yang paling nyesek adalah pelakunya ternyata bukan orang luar negeri aja, tapi orang dalam negeri. gue sempat tau berita mengenai pengerukan tanah merah di kota gue, dan bukit-bukit perlahan hilang, tanah-tanahnya berceceran ke jalan dan mengganggu pengguna jalan. coba sinting gak dengan kenyataan seperti ini. gue rasa apa yang dilakuan terlalu memikirkan kenikmatan sendiri tanpa menghiraukan orang lain. mereka menjual tanah itu, modal hanya transportasi dan upah pengeruk tanah. untuk dibawa ke kota dan mengarug lahan kemudian dibuat bangunan-bangunan.

gue juga pernah jengkel dengan kasus pembakaran hutan di beberapa kota, kemudian pembalakan liar di hutan-hutan, hewan-hewan punah. apa ini yang mereka usahakan dalam meraih kenikmatan dunia. apakah mereka tak berpikir bahwa haruskah dengan cara itu mereka mencari sumber kehidupan. gue rasa manusia diciptakan pasti Tuhan berikan guidance berupa petunjuk. kenapa kita gak mencari petunjuk itu.

gue malah iri dengan negara-negara di eropa, kebetulan gue liat foto-foto yang indah di eropa dari facebook. bagaimana mereka membuat hunian yang dikombinasikan dengan alam. terlihat sekali mereka menjaga alam itu dan membuatnya serasi dan senada. semua orang ternganga melihatnya dan bahkan ingin mengunjunginya. mungkin kehidupan harusnya seperti itu, dan pasti bisa asalkan dari sisi lain kita bisa menahan diri.

perubahan itu juga bisa saja untuk memenuhi konsumsi masyarakat. misalkan seperti tukang tanah tadi. ketika gue membangun rumah, dan butuh tanah arug, gue juga bisa saja gak peduli si tanah berasal dari mana, yang penting lahan gue bisa diarug dan gue bisa membuat rumah di sana. atau contoh lain ada beberapa momen yang menjijikan juga, ketika kita butuh sesuatu merasa bodo amat yang penting gue sudah menadatkan hal tersebut.

gue rasa mengatakan negara itu surga atau nggak balik lagi ke cara berpikir kita. kalo kita tinggal di surga, kenapa kita gak menjaganya agar tak menjadi neraka dan merawat sebaiknya. seperti contoh, gue dikasih motor sama orang tua. gue jadi semena-mena, tapi kalo gue beli sendiri dari hasil keringet pasti itu akan beda. atau bisa saja gue juga orang yang mau menjaga apa yang diberikan orang tua gue itu, tentu orang tua gue juga akan bilang gue itu apik orangnya. yahhh gue bingung jadinya hahahahahaha

yang penting blog ada isinya dehk. semoga berguna.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

2 comments

  1. Hahaha… Bener ya, Rip, yg penting blog ada isinya… 🙂

    Aq boleh komentarin teknis penulisannya dulu yaaa… 🙂
    Lagi2 aq membaca kesan kalut dan buru2. Alurnya membingungkan tentang apa yg ingin kamu tuju. Ini malah akibat kamu kurang “lepas” menuangkan pikiranmu. Kamu spt tertahan oleh “aturan2” tertentu di pikiranmu…
    Sungguh beda dgn tulisan mengenai cinta mu dulu loh, Rip… 😀 Yg itu lepassss banget…

    Mengenai kontennya, semoga ngga salah interpretasi, itu akibat karakter hakiki manusia yg pride tinggi. Tanpa mengalami, sdh berani membandingkan atas dasar asumsi. Nah looo… Hanya pernah ngeliat A dan suka, lgsg nyimpulin klo A lah yg TERbaik.. Lucu kan?

    Anyway, isi blog mu paling ngga lebih banyak dibanding blog ku, Rip… 🙂

    Hihihi… 😀

    1. haha iya aku agak nahan mba, haha. soalnya aku kekurangan pengetahuan kalo masalah kaya gitu, hanya opini yang menurutku ya kaya gitulah. hahaha thanks mba udah mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s