Travel atau Rutinitas

saya 3 tahun terakhir ini diberi kenikmatan untuk menikmat belahan negara lain yang berbeda budaya, bahasa, kebiasaan hidup, makanan, dan lainya. itu banyak memberikan saya manfaat ketika melihat sisi lain dari kehidupan ini, atau kadang memberi motivasi tersendiri meskipun perjalanan yang saya lakukan tidak keren-keren amat. tapi karena perjalanan dilakukan sendiri, saya lebih memiliki banyak waktu sendiri sehingga kesepian seringkali hinggap dan menjadikan saya sering merenung. saya juga bukan orang yang suka wara-wiri jalan-jalan terus, uang saya terbatas dan meskipun banyak, saya rasa sebaiknya tidak melulu jalan-jalan. meski dalam hati ada keinginan keliling dunia atau bisa melakukan banyak kunjungan ke negara-negara berbeda. agamaku gak menuntun itu semua, bahkan ada peringatan bahwa hati-hati jangan sampai kamu tearjerumus pada kenikmatan dunia yang hanya permainan belaka, bahkan di dunia ini adalah persinggahan, ibartanya hanya transit doang dan selanjutnya hidup di alam akhirat. itu dalam agama saya ya! hehe

 

perjalanan pertamaku adalah ke asia tenggara, saya melewati singapore dan malaysia hanya 2 hari saja dan sisanya di negara yang berbeda jauh sekali. apalagi di negeri sendiri saya jarang sekali jalan-jalan dan mengenal budaya selain budaya sunda, apalagi Thailand, Laos dan Vietnam. itu sesuatu hal yang sangat luar biasa sekali. bagaimana saya merasakan gegar budaya dan menikmati kehampaan hati atas kerinduan yang begitu mendalam terhadap kehidupan keseharianku di Karawang. begitu juga setelah saya menyelesaikanya dengan harapan rute tujuan terlaksana, saya seolah menemukan spirit baru dalam diri, semangat dan antusiasme memuncak untuk berpikir keras bagaimana saya membentuk masa depan yang baik dan semangat belajar semakin tumbuh serta terus menyemangati diri untuk membentuk banyak potensi, bahkan saya selalu mendorong temen-temen lain untuk memiliki semagnat yang sama, namun mereka tetaplah mereka, saya harus belajar banyak sendiri. saya juga menemukan orang-orang hebat melalui media sosial, saya belumlah apa-apa. saya harus belajar banyak dari mereka. senang rasanya bisa mengenal mereka dan terima kasih sekali kepada Tuhan.

 

kemudian perjalanan kedua masih di asia tenggara yaitu Vietnam, Kamboja, dan Thailand. perasaan yang ingin saya bangkitkan kembali setelah perjalanan pertama, namun tak sama rupanya. dan perjalanan ketiga saya menjelajah bersama seorang teman ke India selama satu bulan. perasaan yang berbeda sekali ketika menjelejah India, ada perasaan yang unik dan tidak begitu bagus setelah melakukan perjalanan. saya tak begitu merasakan aura positif yang begitu besar dalam perjalanan itu, entahlah seperti buntu ketika harus menjelaskan India. tapi saya rasa pengaruh ligkungan sekitar dan dari perjalanan membawaku ke arah yang agak religius, meski terlalu dini untuk mengatakanya tapi dalam hal ibadah saya merasa jauh lebih baik.

 

mungkin saya orang yang tergila-gila akan misteri masa depan sendiri, padahal itu sebenarnya tidak baik sekali. saya ingin sukses tapi pesimis dengan semuanya padahal jika dilihat saya cukup gila dalam membentuk diri sendiri bahkan serba bisa, kerja cepat, dan lainya, hahaha (narsis). ya begitulah makanya saya jadi paranoid sendiri dan membuat saya gila untuk menempa diri. bisa saja itu wajar dialami orang-orang yang sama saat seusiaku. tapi okelah kita kembali ke topik, dari pada dengerin curhatan saya. hahahaha

 

bulan lalu adalah isra miraj dan saat itu perintah untuk solat wajib 5 waktu dalam sehari harus dilaksanakan. kenapa saya kaitkan dengan traveling tadi, karena biasanya godaan untuk menikmati dunia begitu besar, padahal manusia diperintah hanya untuk beribadah. saya pun berpikir apakah ibadah itu menghabiskan diri untuk melakukan ritual keagamaan dan membersihkan diri lalu menjadi orang alim. saya rasa tidak semua bisa jadi seperti itu, karena milyaran manusia apabila menjadi orang yang khusus melakukan ritual agama gak seru juga kali ya.

 

sehingga saya berpikir dan banyak membaca ternyata kita masih bisa melakukan hal lainya dan beribadah dalam keseharian atau kegaitan lainya. semisal mau makan, pakai baju, melangkah, bangun tidur, mau tidur niat akan bangun untuk solat malam, sedekah, zakat, umroh, membantu orang lain, memberi makan orang miskin, dan lainya. bahkan tak ada larangan untuk kaya raya meraih duniawi.

 

oklah kalau begitu, kali ini saya ingin kaya raya agar bisa sedekah yang banyak, zakat yang banyak dan melakukan banyak hal dengan menggunakan seluruh potensiku. saya yakin dengan adanya kekayaan kebutuhan kita dalam hidup ini semakin naik-naik, seperti kebutuhan aktualisasi diri. dan saya seneng sekali bisa melakukan perjalanan karena ketika melakuk hal itu banyak hal-hal spontan yang kita temukan dan rasakan. misalnya tiba-tiba merinding ketika melihat pemandangan hebat dan memuji kebesaran Tuhan lalu merasa takut karena kekuasaaNya. atau saat beerada di lingkungan kota yang modern merenung bahwa saya harus bisa hebat seperti orang-orang di negara maju agar bisa berguna dan harus lebih banyak belajar, bisa juga ketika sendiri jalan-jalan liat danau lalu merenung, betapa nikmatnya apa yang kita rasakan hari ini, semua berkat Tuhan dan orang-orang yang telah membantu dalam usaha kita, sehingga ada keinginan untuk memberi mereka penghargaan dan dengan mudah melalui doa untuk mereka agar mereka diberi kesejahteraan juga. membuat kita ingin cepat-cepat aktualisasi diri, ternyata traveling juga membuat peka, apalagi jika disekeliling kita juga peka. pada negara sendiri, diri sendiri, orang lain, dan apapun itu. bahkan jadi senang kalau bisa menolong orang lain. hmmm hebat kan.

 

saya juga mengungkit bahwa enak sekali apabila bisa menjelajah ke berbagai dunia, mengelilingi dunia, uang banyak, kartu kredit punya, dan lainya. pasti beberapa orang juga berpikiran seperti itu. sah-sah aja, saya gak bisa larang atau berpikiran negatif. saya hanya merasa rutinitas itu sangat perlu dan kesenangan duniawi itu hanya bagian kecil dari hari-hari ku selama hidup. saya harus bekerja dan terlibat dalam rutinitas bahkan menjadi relawan sekalipun, ibadah apalagi, secara alami diatur untuk dirutinitaskan. apalagi itu perintah dari Tuhan, pasti memang hidup kita harus ada rutinitasnya dan gak boleh bebas semau kita.

 

mungkin rutinitas membuat muak, tapi dengan hal itu kita bisa mengilhami kenikmatan lainya yang bisa dirasakan dan sela-sela rutinitas tersebut. kalau bebas terus malah jadi aneh dan kurang berkesan. perjalanan saya lakukan hanya sesekali untuk saat ini, dan apabila suatu saat saya bisa sukses dan tak perlu risau akan harta-harta yang dimiliki, saya juga ingin keliling dunia bersama istri dan anak. ya ini menjadi motivasi lagi untuk semakin hebat-hebat dan hebat.

 

kemana lagi esok? kerja-nabung-belajar-kejar cita-traveling ————-nikah—– bangun keluarga-nabung-aktualisasi diri-traveling.

Gambar

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s