ok siap

ya selama setahun belakangan saya merasa dikuras energi, karena harus bekerja langsung ke bagian produksi. dalam diri ini terlalu membludag keinginan untuk mempelajari apapun sedangkan hati ini seolah merasa terpenjara akibat setiap hari mesti bekerja.

cara kerja lama yang terus dipertahankan dan harusnya sudah musnah dari muka bumi ini, membuat saya rewel dan berdebat dengan orang tua. saya terlalu mengkritisi dengan sistem kerja yang diterapkan. sesekali nampak seperti lebih baik saya bekerja mati-matian dari pagi buta ampe matahari terbenam dari pada sekolah. padahal dengan cara menambah beban biaya untuk pegawai harusnya kami tak mesti terlalu khawatir hati dan keadaan tak menentu.

terkadang saat ayam berkokok atau suara adzan bergema, saya meminta untuk tetap bisa menikmati kasur, saking capeknya.

mungkin perasaan saya saat itu diliputi ketidak adilan dan opini yang sering tak didengarkan.

saat ini saya akan menyelesaikan perkuliahan dan memilih untuk segera membuat orang tua bisa percaya dengan kinerja saya memanage usaha keluarga. saya meminta untuk memegang keuangan dan tetap juga bekerja sebagai pegawai di bagian produksi, lumayan dari situ saya bisa menabung uang. otak saya pun kini diliputi dengan jenis investasi apa yang bisa saya ikuti.

sebelumnya pun saya bersyukur sekali memiliki orang tua seperti mereka, dan mungkin apa yang saya alami satu tahun belakangan ini justru membuat saya mengenal dari dasar dan harus lebih tegar. kebanyakan saya memudahkan sesuatu hal, karena merasa fasilitas tertentu bisa saya dapatkan dari orang tua. saya selalu terobsesi dengan kata-kata sukses, bahkan untuk menambah rasa percaya diri banyak buku yang saya beli dan saya merasa bahwa saya harus mempelajari banyak ilmu. meski sejujurnya saya menjadi lemah untuk mengingat banyak hal pula.

saya bukan anak yang baik, tapi berusaha untuk tidak ikut-ikutan seperti yang lainya, kebanyakan nongkrong. obsesi saya pada kata sukses itu membuat saya kadang berpikir ulang. misalnya saya seminggu jadi suka tidur malas-malasan, rasanya nasib buruk akan menimpa saya dan hal itu tidak normal dalam hidupku.

begitupun dengan energi yang kudapat setelah pulang dari India. rasanya tidak begitu maju dalam hal pemikiran, ya lebih baik melihat negara yang maju-maju sehingga kita semakin terpacu dengan kemajuan itu sendiri.

saya lebih bersyukur lagi ketika jalan yang orang tua buat sudah seperti jalan tol bagi saya, tinggal saya mau ke tempat mana dan bisa dengan cepat. orang tua sudah membukakan dan membentuk usaha mereka, tinggal saya yang harusnya berjuang membuatnya semakin besar. untuk meraih impian lainya untuk aksi yang lebih baik. saya pun bisa mencoba mengelola beberapa hal meski belum sepenuhnya diberikan, justru tahapan itu harus buat saya lebih sabar.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s