kadang bingung

ada hal yang selalu mengganjal dalam hati, ya mungkin sama dengan kebanyakan orang yang memiliki beberapa impian tapi terhambat oleh beberapa situasi dan kondisi lingkungan.
saya senang ketika banyak informasi yang bisa saya terima dan memunculkan keinginan serta impian, yang awalnya sulit dipahami tapi sekarang asal kita mau berjuang dan mencari banyak informasi ya bisa dengan mudah atau cukup terbantu dengan informasi itu untuk mencapai impian.
saya bisa merasakan hal semacam itu karena ALLAH dan perjuangan orang tua, saya pun tak tega kalau saya harus pergi misalnya meninggalkan orang tua untuk mencoba meraih impian, sedangkan kalau saya bantu mereka saya bisa meneruskan usaha mereka dan belajar lebih dalam mengenai usaha yang mereka geluti.
sayangnya saya selalu mendengar perkataan yang kurang menyenangkan atau seolah tak dihargai, itu seperti racun dalam diri dan seperti pisau yang menusuk hati, hingga saya bertekad untuk meninggalkan rumah ini. ya entah ini baik atau tidak, mungkin saya harus mencobanya dan berusaha sendiri semaksimal mungkin. toh dengan bisa mendapatkan kesempatan itu saya bisa meningkatkan berbagai kemampuan.
saya cinta pada pekerjaan mereka atau tahulah seberapa bagusnya usaha ini untuk saya lanjutkan, ya bisa jadi saya putus asa dengan perkataan yang selalu menusuk itu. putus asa untuk mencoba melakukan impian yang dimau dan menunda dulu beberapa saat untuk benar-benar terjun.
beberapa waktu kemarin mungkin saya menimbang-nimbang karena usaha mereka selalu bermasalah dengan tenaga kerja, itupun karena lingkungan dan budaya usaha kami yang susah dimengerti, sehingga saya mau menyeburkan diri untuk bekerja, sampai kadang mengeluh betapa saya dibiarkan seperti ini selama satu tahun lebih, apakah potensi saya harus diredupkan seperti ini, kenapa saya tak dilibatkan dalam memanage dan bebenah.
saatnya saya harus melatih berbagai kemampuan lagi agar mampu mendapatkan kesempatan itu, saya siap bekerja pada bidang apa saja, walaupun itu sangat rendahan. saya tak begitu masalah dengan hal semacam itu, saya justru senang ketika saya justru menjadi belajar bagaimana lebih keras dari pada orang lain.
saya harus lebih sabar untuk menabung, semoga ALLAH yang membukakan jalan. saya bukan ingin bermaksud membangkang, saya tahu orang-orang membicarakan bahwa produk kami cukup memuaskan. saya sangat optimis pada produk kami, tapi saya sudah cukup kesal dengan semuanya. saya harus sembunyi diam-diam meluapkan emosi, atau kadang mengatakan hal yang kurang baik dan menegaskan saya akan melepaskan semuanya. saya tak peduli lagi.
ya saya harus menjadi burung dara yang diusir-usir induknya untuk mencari makan dan terbang sendiri. kini saya harus banyak belajar lebih giat lagi.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s