Kesan India

banyak kisah yang menceritakan bahwa india itu kumuh, jorok, dan banyak tindak kejahatan, terutama yang paling ditakutkan yaitu pemerkosaan. seperti sebelum saya berangkat ke India, tersebar berita bahwa ada pemerkosaan, dan beberapa orang menanyakan apakah sayan yakin pergi ke negara itu. hallo di Indonesia hampir tiap hari kali terjadi tindak kriminal, dimutilasi, anak-anak disiksa, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan kejam, bentrok, bakar rumah orang, bakar pencuri, dan lainya. saya pun mengalami tindakan kurang menyenangkan di bus tiga perempat setelah pulang dari backpackingan ke negara orang, ketika di negara orang aman-aman saja, tapi di Indonesia sendiri malah mau dijadiin mangsa.

CIMG0680

kisah-kisah yang terlalu berlebihan kalau orang india itu gak jujur, seringkali uang kembalian tak dikembalikan kalau kita memberikan uang dalam nilai yang lebih besar. hal-hal semacam itu yang membuatku selalu melihat orang india itu agak sinis dan takut mereka melakukan apa yang telah saya baca.

CIMG0009

pertama tiba di india, kami langsung mengambil taxi dari airport di kiolkata menuju ke sudder street. kawasan yang disebut sebagai pusat turistiknya di kolkata. harganya memang sekitar 250 rupe, tapi ketika sampai si supir meminta uang lebih. ternyata memang jauh sekali untuk mencapai ke sudder st tersebut. tanpa diminta pun kami berniat akan memberikan uang lebih kepadanya.

CIMG0172

bunyi klakson di sana-sini ketika kami di dalam taxi, kesibukan warga yang begitu banyaknya hingga saya bingung dan ketawa menyaksikan kejadian semacam itu. apa yang orang katakan mengenai supir yang selalu menekan klakson untuk mengingatkan kendaaraan yang ada di depanya itu benar terjadi. begitupun dengan mematikan mesin mobil ketika harus berhenti karena sesuatu hal di jalan.

CIMG0186
saya pernah membeli buah mangga di varanasi, saat membeli si penjual mengatakan harganya sekian rupee, saya kasihkan uang selembaran, harusnya mendapatkan kembalian ternyata tidak. ya saya gak ngedumel, malah legowo. tapi saya pribadi ketika di india menjadi orang yang sangat berhati-hati sekali. sebisa mungkin saya harus memiliki stok uang receh, sehingga kalau saya membeli barang ke suatu toko/bukan penjual kaki lima atau di gerobak lebih menggunakan uang dalam pecahan besar, sehingga mendapatkan uang kembali dalam pecahan kecil.

lain hal dengan menggunakan transportasi, ada yang mengatakan bahwa harus setuju bahwa apa yang ditawarkan sesuai dengan yang dibayarkan, misal naik ricksau. saya sering kali salah perkiraan, saya mengira tujuan yang akan saya ambil itu mudah dicapai dengan jalan kaki, ketika si tukang ricksau bilang harganya sekian, saya tak percaya dan terus menawar. akhirnya ketika saya diantarkan memang begitu jauh dan saya kira memang negara itu tanpa ditawarpun begitu sangat murah. begitu pun dengan tukang motor listrik di agra saya agak ngeri dan tidak percaya dengan tampang supirnya. saya ampe reel menyuruh teman untuk membayar uang pas, ternyata ketika teman saya memberikan uang lembar dalam pecahan lebih, si tukangnya memerikan uang kembalian.

sering kali saya selalu menaruh rasa curiga kepada beberapa orang, mungkin karena mereka hitam, lusuh, belum mandi, atau (ya bisa liat sendiri lah nanti kalau ke india) tapi nyatanya tidak semua orang berlaku kurang baik.

CIMG0153
saya sadar ketika pulang dari India kurang mendapatkan banyak inspirasi untuk memajukan diri sendiri, mungkin lebih merasakan pemikiran-pemikiran yang agak mengarah ke agak religiusan, bisa jadi karena melihat berbagai ritual keagaaam dan prilaku orang-orang sekilas saya tahu saja sehingga saya lebih ingin meningkatkan keimanan. hal ini berbeda sekali ketika saya pulang dari beberapa negara di asia tenggara. saya sendiri jadi bingung ingin menulis apa dalam blog ketka harus berkisah mengenai India.

kunjungan ke india ini bersama seorang teman yang baru kenal di grup dan kami pun jarang melakukan komunikasi. tapi secara keseluruhan kami tidak mengalami konflik yang berarti. saya justru dapat menghemat banyak pengeluaran karena pergi berdua sebab bisa saling sharing berbagai biaya dan perjalanan saya tak begitu jenuh atau kesepian sendiri, meski itu yang diharapkan, dan juga saya memiliki koleksi foto yang begitu banyak jadinya.

konfliknya bisa jadi ada dalam diriku sendiri, yang selalu menanyakan apa jadinya kalau saya pergi seorang diri. wow India GItuhh.

ketika memilih makanan, saya pun sangat hati-hati, bila perlu selalu makan di restoran, untungnya restoran juga pilihan harganya tidak begitu mahal-mahal. untuk nasi goreng ala chinese sendiri harganya sekita 18 ribuan dan dalam porsi yang cukup lumayan. ya meski restoran tetep saja kalau liat dapurnya mungkin bisa mengerutkan dahi. beberapa restoran biasa bisa dilihat para pekerjanya yang sedang membuat makanan, apalagi yang membuat adonan chapati, gak pake baju, dikain sarung, muka lusuh, di depan lagi.

ternyata jarang sekali menemukan restoran biasa menggunakan peralatan makan pakai gelas, ada yang alumunium atau pelastik, kalau pengunjung sudah pergi, si piring langsung di lempar ke tempat pencucian. hal semacam ini bisa disaksikan di beberapa restoran di kota-kota agak kecil.

perbedaan India utara dan selatan bisa kita rasakan kalau berkunjung sekaligus ke sana. ada aura tersendiri, pantesan bagian utara pengen merdeka. hehe

pokoknya jangan takut dan khawatir kemanapun (perjalanan buat diri sendiri) sekarang buku panduan banyak, internet juga mudah diakses, dan fasilitas penunjang lainya ketika melakukan perjalanan juga udah banyak. yang penting jadi diri sendiri aja!!

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s