menceritakan Impian yang mungkin tak direstui

kemarin setelah pulang dari acara wisuda, saya lihat bapa sedang diam dan tidak terlalu banyak pikiran, lalu saya utarakan. “pa saya ingin mencoba dulu di luar, ada program (WHV) dari pemerintah Australia yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. diberi kesempatan setahun untuk bekerja sebagai apa saja, mudah-mudahan itu bisa nambah pengentahuan, koneksi, dan kemampuan lain. orang tua harus memiliki uang 50 juta sebagai jaminan, uang itu gak diberikan kepada siapapun, itu cuma agar pihak sana bisa percaya bahwa saya terjamin segalanya oleh orang tua.
banyak yang sudah kesana, mereka juga termasuk orang berada, tapi mau mencoba karena keuntunganya banyak.”

si bapa terdiam.

hari ini setelah ngajar di sekolah alam terbuka, si bapa bilang. “silahkan kamu mau mencoba di luar, kemauan bapa sebenarnya setelah kuliah itu kamu bisa fokus, bapa kan sudah bikin pabrik di kampung, kalau begitu mah bapa gagalkan saja. bapa lihat kamu itu lebih suka berkelompok (padahal nggak, wong ini individu),” dan beberapa ucapan lainya yang pada intinya dia berpura-pura mempersilahkan tapi menolak. dia tidak ingin saya mengambil langkah yang masih ngawang-ngawang sedangkan di depan mata saya itu sudah jelas tinggal saya jalani.

pemikiran saya mungkin melalui program semacam itu saya dapat keuntungan yang juga nantinya akan berguna, saya jujur ingin sekali berwirausaha, tapi saya masih muda belum bisa sefokus dia. saya juga ada kekhawatiran meninggalkan dia yang sebenarnya saya tak perlu khawatir. terkadang ada beberapa kejadian yang begitu sakit saya terima karena ucapan dia atau cara mengajar dia. sehingga ada masa saya ingin meninggalkan rumah ini.

saya sedikit menyesal, harusnya saya nabung dulu saja dan tak usah memberi tahu, tapi apabila saya memberi tahukanya tiba-tiba, itu justru akan membuat dia jadi bingung lagi, apalagi kalau rencana dia sudah berjalan. saya masih haus untuk belajar, bermain, menghirup aroma kebebasan. yang pada intinya saya ingin menikmati berbagai pengalaman sebelum saya benar-benar terkungkung oleh pekerjaan yang bekerja 7 hari dalam seminggu.

ya ALLAH.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s