PENCURI = Pengambil Hak Orang Lain (kenapa kamu tega?)

seorang wanita meraung-raung sampai menarik perhatian tetanggga, banyak orang bertanya apakah yang terjadi sehingga wanita itu menangis, orang mendekat untuk mendengar semua luapan kata-kata yang penuh emosi. rupanya motor yang baru saja lunas digondol maling. sontak hal itu menyebar ke tetangga dan semuanya beropini; ada oknum di sekitar karena sering terjadi kasus hilang motor, orang yang mengambil adalah orang yang sudah tahu seluk beluk keluarganya dan tak sedikit orang yang mulai geram dan ingin mencekik pencuri kalau ketemu.

beberapa area dikenal memiliki potensi terjadi kasus pencurian yang sangat banyak, terakhir kali saya banyak mendengar kasus hilang motor, helm motor, dan gadget di area kampus. sepertinya memang area-area ramai pengunjung ini menjadi target empuk para pencuri, tak ayal saya pun berpikir ini ada sekelompok orang yang memiliki misi dan visi mencuri. geram sih iya, makanya banyak juga pembakaran manusia hidup-hidup terjadi di beberapa tempat untuk menghakimi si maling, bagaimana tidak sakit hati, yang tidak kehilangan saja merasa hatinya terluka.

semoga para pencuri membaca ini.
kita sama-sama ciptaan ALLAH, kita memiliki bentuk yang sama dan kemampuan yang sama dimana unggul dan tidaknya itu kita yang tentukan. apakah kita pernah bercita-cita menjadi pencuri, bukankah tidak? tapi kita yang memilih menjadi pencuri karena diri kita tidak mau memilih jalan lain.
bukankah kita pernah memperjuangkan sesuatu agar hidup kita memiliki sesuatu hal yang dapat berguna?
bukankah kita pernah mengumpulkan uang sedikit-demi sedikit untuk memenuhi keinginan yang ingin sekali kita dapatkan?
bukankah kita pernah merasakan betapa susahnya mendapatkan sedikit tabungan dengan bekerja seharian?
bukankah kita pernah kesulitan menyisihkan uang dan berpikir bagaimana agar bisa meneruskan hidup, semua terpenuhi dan masih bisa nabung atau membeli barang yang kita butuhkan seperti kendaraan?
bukankah kita pernah merasakan kesedihan yang sama untuk berbagai alasan yang terjadi.

apakah kita tidak sedih, kita bekerja dengan gaji UMR/bahkan pas-pasan, membiayai keluarga dan membayar motor perbulanya selama beberapa tahun plus bunganya yang besar bahkan sampai seharga motor lagi dan kita rampas/curi dari orang itu.
setiap hari dia bekerja dengan sungguh-sungguh, ketika mendapatkan gaji harus dibagi ini itu, apakah kita tega mencuri barang miliknya? sedangkan hartanya juga tidak banyak-banyak amat.
dimana hati nurani anda para pencuri? apakah anda akan seperti itu terus? apakah bagi anda dunia ini bagaikan hutan yang penuh satwa dimana kamu bisa seenaknya mengambil dan memakan apapun yang tak perlu kamu usahakan.

mungkin kamu tak beragama atau tak percaya adanya Tuhan, hari akhir, akhirat atau apapun. sekarang gunakan akal anda, lihat sama anda awan diatas kepala anda, dan anda tentu tahu rasa air di laut. bagaimana air laut diangkat ke langit menjadi air tawar dan membuat kita bisa mengkonsumsi air segar saat ini, lalu diturunkan ke bumi, bukankah itu kuasa Tuhan yang dipersiapkan untuk ciptaanya secara alami. ingat setiap orang memiliki rezeki masing-masing, dan ketika kita ambil rezeki orang lain apakah itu perbuatan baik? mungkin saat ini anda senang bisa hura-hura dengan uang segitu, tak ayal anda menyewa pelacur dan minum-minum terus berjudi, atau memberi makan diri sendiri dan keluarga dengan uang itu, tapi jauh dari itu, lama-lama anda akan merasakan hati yang hampa dan banyak hal yang tak akan ada dapatkan lagi seperti rezeki dari ALLAH. anda bahkan akan menerima perlakuan buruk beberapa kali bahkan di neraka yang kekal.

ingat setiap tetesan air mata orang lain itu tanda ketidak ikhlasan, kemarahan, doa dan berapa persen rezeki anda hilang. semoga kita merenung, hidup jangan seperti binatang yang butuh sex dan makan saja. hidup mesti berguna, bahkan ketika anda menjadi tukang cilok pun jangan sampai waktu anda habis untuk bekerja dan meninggalkan hal-hal yang akan menunjang kita ke jalan Tuhan. banyak yang bekerja dan tak menyediakan waktu untuk dirinya sendiri menuju jalan Tuhan, apalagi anda yang berani mengambil hak orang lain, hilang segala-galanya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s