Buku Panduan perjalanan sangat membantu

pertama kali travelling sangat terbantu dengan adanya buku-buku perjalanan yang ditulis oleh beberapa penulis indonesia yang bertemakan travelling ke sebuah negara sekian hari dengan budget yang cukup terjangkau. mungkin saat itu buku travelling mulai menjamur, sehingga secara tidak langsung juga menjadi salah satu penambah semangat untuk melakukan perjalanan secara mandiri.

dari buku perjalanan seperti itu dengan masing-masing negara dan rincian biaya membuat saya mudah dalam mengambil kesimpulan. beberapa rute yang disarankan pun sempat diikuti atau setidaknya itu merupakan rute yang cukup terkenal. seperti dari bangkok – Phuket – Penang – Kuala Lumpur – Singapore itu rute yang cukup mudah bagi orang seawam saya, bisa dilakukan seperti itu rutenya atau sebaliknya.

ketika mereka menyuguhkan tulisan dengan isi biaya sekian untuk beberapa hari di negara A, membuat saya pun berpikir hal itu terjangkau dan saya bisa lebih irit dari situ. ya buku seperti itu berguna sekali, apalagi membacanya juga menyenangkan sehingga gairah untuk membuka buku lebih asik lagi. sebanarnya saya menemukan buku semacam itu juga karena saya mulai mengkoleksi beberapa buku untuk menambah wawasan, sebisa mungkin saya paksakan untuk membaca dan terutama tertarik pada buku biografi, motivasi, kepribadian semacam itu, dan buku mengenai perjalanan sungguh unik dan tidak mudah bosan.

akhirnya ketika dorongan jiwa untuk melakukan sebuah perjalanan demi mendidik kemandirian datang, Tuhan seperti mengarahkan, saya menonton tayangan berita weekend yang membahas mengani backpacker, akhirnya dari nama itu saya semakin bergerilya dan cita-citanya menjadi jalan-jalan ke luar negri, dan buku petualangan yang menyajikan budget murah ke luar negri juga semakin banyak.

setelah mendapatkan tiket pesawat, saya menyusun rute perjalanan, kemudian mencari informasi sebanyaknya ke google mengenai akomodasi, transportasi, makan, dan tempat yang akan dikunjungi.

paling saya prioritaskan adalah transporasi perpindahan kota, ketika saya tak menemukan informasi mengenai harga tiket bus dari Luang Prabang ke Vanvieng, laos misalnya saya kembali melihat peta dan mengira-ngira jarak tempuhnya dengan jarak kota a ke kota b yang memiliki jarak sama atau paling tidak mendekati di negara tetangganya dan harga itulah yang saya ambil. semua transportasi harga ongkosnya sengaja dilebihkan nilainya untuk hal tak terduga atau kalau itu gak terpakai ongkos lebihnya bisa digunakan untuk berkunjung ke tempat wisata atau makan. setelah semua di dapat data harganya kemudian dijumlahkan dan totalnya menjadi biaya yang tak bisa diganggu gugat harus segera dikumpulkan.

penginapan sendiri untuk negara di asean seperti thailand, laos, vietnam, dan kamboja cenderung rata sekitar $6an, nah di beberapa negara yang belum pasti, saya menggunakan website pencari penginapan murah dari situ kita bisa menemukan harga yang kita inginkan. saya tinggal melihat lagi perpindahan ke kota-kota lain berapa lama waktunya, kalau lebih dari 6 jam lebih baik saya memilih tidur di kendaraan dan tidak menginap di hotel. artinya saya bisa menghemat biaya menginap yang harganya tak jauh beda dengan harga naik kendaraan. kemudian saya cantumkan akan berapa malam saya tidur di penginapan murah dan berapa kali tidur di kendaraan, biaya tidur di penginapan kemudian di totalkan dan ditambahkan dengan biaya kendaraan, nah biaya ini tidak boleh diganggu gugat, saya harus segera mengumpulkanya.

makanan juga demikian, dengan adanya media sosial kita lebih mudah lagi berinteraksi dengan orang, menggali informasi dari orang yang memiliki pengalaman serupa tentu menyenangkan. sehingga informasi banyak didapat termasuk makan, saya tanyakan kira-kira untuk makan berapa perharinya di negara A, B, C, atau D? atau kalau malu maka baca buku atau googling. misalkan saya akan jalan-jalan selama 10 hari, saya siapkan dana untuk makan itu (sesuai stadar di negara yang akan kita kunjungi ) misalnya 40 ribu sehari berarti 400 ribu saya harus siapkan, nah ini juga masuk biaya yang gak boleh diganggu gugat.

tempat wisata tergantung apakah kita mau mengunjungi atau tidak, saya kurang memperhatikan hal yang satu ini, karena saya tidak terlalu berniat untuk melihat-lihat tempat wisata, tapi mengunjungi tempat seperti itu juga ada gunanya, karena bagaimanapun tempat wisata mempengaruhi lingkungan di sana, semisal kita lebih mudah mendapatkan akomodasi, adanya pameran, pasar malam, dan lain sebagainya. itu juga sebagian dari wisata yang tak perlu bayar kan.

biaya lain-lain juga harus diperhatikan. misalkan kita sudah memperkirakan bahwa biaya perhari di sebuah negara A 200.000 misalnya, sudah termasuk transportasi, akomodasi, makan, tempat wisata, oleh-oleh dan lainya. sehingga kita tambahkan juga uang untuk biaya lain-lain 20/25%, kalau punya kartu kredit sih enak, kalau enggak kan kita jadi kebingungan kalau uang habis.

nah mengenai buku travelling, saat itu saya merasa merana, baru 4 hari di negara orang (saat itu di bangkok) saya sudah sangat merindukan keluarga dan rasanya begitu kesepian, akhirnya saya coba nongkrong di depan penginapan di rambutri road, ada seorang wanita yang sudah cukup tua menunggu beberapa jam sebelum dia meninggalkan thailand, kami berbincang, ternyata dia dari belgia, ketika kami mengobrol dan membicarakan mengenai travelnya dia menunjukan bukunya yang berjudul Lonely planet Thailand, dia menunjuk sebuah pulau kecil di thailand di map yang ada di buku itu, buku itu keren ada foto-fotonya dan juga mapnya banyak serta lengkap.

sebelumnya memang ketika berjalan kaki di khaosan road saya melihat banyak penjual buku bajakan Lonely Planet. setelah obrolan bersama wanita tadi karena dia harus pergi ke airport, saya pun berjalan kaki dan kebetulan ada toko buku di samping kanan penginapan, cukup lama saya nongkrong di situ, memilih buku, saya lebih memilih second hand dari pada LP palsu, setelah tawar menawar akhirnya membeli buku itu juga, karena saya cukup bisa berhemat sehingga saya pikir uang segitu tak begitu mahal. buku yang saya pilih mengenai negara-negara yang dilewati oleh sungai mekong, dan beberapa kota yang saya pilih ada semua di dalamnya, sehingga saya menjadi sangat terbantu sekali untuk meneruskan perjalanan ke beberapa kota, bahkan karena buku itu saya jadi mudah mencari informasi ketika dalam kondisi spontan harus mengambil keputusan.

hal spontan tadi misalnya, saya tiba di vanvieng, dari bus saya melihat kota itu biasa saja dan saya tiba di sebuah terminal dan di dekat terminal tidak ada penginapan, padahal sudah sore hari, akhirnya saya spontan naik ojek meminta untuk diantarkan ke teminal yang menyediakan bus ke hanoi. akhirnya saya mudah mendapatkan informasi, awalnya saya tak pernah ingin ke hanoi, saya memilih hue, tapi biaya ke hanoi bedanya sedikit dari pada ke hue, dan saya masih memiliki jumlah hari seminggu lagi, sehingga saya pilih ke hanoi. trus lanjut masih di hanoi, saya bingung mau menginap di mana, setelah buka map old quarter saya tinggal memastikan saya berada di jalan apa, dan segera mencari penginapan termurah, pada saat juga masih malam. sambil memastikan saya di jalan apa dari map yang ada di buku saya celangak-celinguk dan akhirnya mendapatkan hotel bagus yang masih belum ada di buku itu. pada saat itu sudah malam dan saya di drop di old quarter dan bingung mesti kemana, sedangkan peta juga tak sebanyak di thailand, akhirnya ada buku itu juga memudahkan kita memiliki peta.

masih banyak lagi hal-hal spontan yang harus diambil untuk memutuskan sesuatu hal dimana butuh informasi data yang cukup valid, sehingga buku lengkap seperti LP sangat membantu sekali. apalagi adanya peta kota, kita jadi bisa mengetahui jarak dan biaya naik kendaraan umum, atau bahkan kita tak perlu mencari peta dan kantor informasi turis untuk menuntun perjalanan kita. itulah enaknya adanya buku panduan seperti LP.

saya pun menjadi berpikir, sebelum ke negara A, saya harus membeli dulu buku LP itu. terima kasih sekali kepada mas Ahmad Zainudin yang sudah membelik buku LP india yang super tebel dan diskon murah serta ori pula. thanks banget mas belum bisa balas jasanya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s