lulus kuliah pegang hal-hal remeh, no problem!

saya tau betapa susahnya zaman sekarang susah cari kerja, lulusan sekolah seabreg-abreg, belum lagi perputaran tenaga kerja di perusahaan juga sedikit. UKM juga belum banyak yang memberi gaji besar, mana mau anak lulusan sekolah kerja di UKM, padahal UKM juga lagi kelabakan nyari pekerja.

kalau lulusan kuliah, universitas ternama lebih dipertimbangkan, menurut saya sah-sah aja, gak mesti bilang tidak adil. karena melalui universitas ternama juga bisa dilihat kualitas mahasiswanya. bukan saya merasa sok pintar atau bagaimana, setiap semester nilai saya selalu ada C, bahkan IPK saya pun lumayan, dan bisa saja IPK saya kecil kalau saya kuliah di universitas ternama yang persainganya ketat.

ok whateverlah dengan nilai besar, karena itu bukan orientasi saya, akan tetapi saya lebih senang menyemangati dan memotivasi diri sendiri, saya haus untuk belajar banyak, bahkan saya mencoba melakukan banyak hal yang mungkin suatu saat akan berguna buat diri saya sendiri, seperti tulisan-tulisan status saya yang panjang, yang selalu dikatai “status koran.” saya sih nyengir kasian aja, kok mudah gitu membuli orang, padahal mereka tau kemampuan ini juga berpengaruh pada perkuliahan saya dan bisa jadi kebiasaan menulis ini akan melahirkan karya dan nilai tambah. selain itu saya berusaha meski sekere apapun untuk membeli buku, atau membaca banyak artikel keren melalalui internet.

ok balik lagi ke topik, ya karena saya kuliah di fakultas ekonomi (maaf saya tidak menyebutkan nama universitas di profil atau di status ini) banyak teman saya yang ingin juga berwirausaha atau menjadi entrepreneur, bahkan kami sering membicarakan banyak rencana usaha yang tak kunjung jadi-jadi. dalam hal berencana saja kita sering dibuli, alah lu jangan omdo. saya sih malah seneng mendengar orang yang membicarakan pemikiranya berupa impian menjadi entrepreneur pada bidang yang ingin dia lakukan, itu ide dan bisa jadi doa, dia juga sedang mengafirmasi impianya, siapa tahu apa yang dia ucapkan ada benarnya. masalah itu terwujud atau tidak ya kita liat saja nanti.

stigma masyarakat yang sering terlontar juga (bahkan mahasiswa bisa disebut bagian dari masyarakat) “kuliah tetep weh nganggur.” tidak inginkan kita disebut seperti itu, terus masih kekeh gak mau pegang pekerjaan rendah karena merasa derajat paling tinggi, hahaha itu sih melawak, atau niat kuliah cuma untuk jadi gelar.

menurut saya misalkan kamu lulus kuliah dan terjun langsung ke sawah karena kamu ingin suatu saat mempunya usaha pertanian modern itu jauh lebih keren.

kerja di perusahaan tak kunjung di terima, kita hanya marah-marah karena merasa dunia ini tak adil, sedangkan di lain hal kita juga tak bisa mengikuti standar masa kini yang penuh dengan tuntutan berbagai skil. faktor keberuntungan juga berpengaruh, anggaplah kamu belum beruntung dan saking bosanya akhirnya kamu menerima pekerjaan apapun, yang penting asal kerja, bisa jadi pekerjaan itu dibenci sama banyak orang (kamu bisa tau sendiri lah pekerjaan apa yang dibenci orang, bukan prostitusi ya).

sekarang atau nanti bukankah sama saja untuk memulai usaha, bedanya kalau nanti mungkin kamu memiliki tabungan sebagai modal. tapi kalau sekarang kamu memiliki waktu lebih dini mempelajari banyak hal yang mungkin bisa menjadi masa depan dan passion kamu dalam berkarir kedepanya.

kita sama-sama tahulah, kita butuh pengalaman. beberapa entrepreneur menyebutkan bahwa mereka memulai dari hal terkecil, bahkan ketika kita memulai dari hal terkecil itulah segala risiko kerugian tidak akan begitu membuat kita jatuh. ya di zaman yang serba cepet, orang juga berpikir bahwa usaha harus besar agar banyak untungnya, akan tetapi banyak juga entrepreneur yang memulainya dari modal kecil untuk mengetahui seberapa besarnya mereka diterima oleh masyarakat.

kamu pernah liat dong beberapa usaha yang akhirnya dijadikan waralaba, apakah mereka ujug-ujug besar, saya yakin mereka juga dari usaha kecil-kecilan dahulu, setelah mereka diterima baik oleh masyarakat, baru mereka mantap untuk membuat usahanya lebih besar.

ada juga yang berpikiran bahwa lulusan kuliah tuh bukan lagi pegang hal-hal kecil atau remeh temeh kaya begitu. dia harus bisa memaksimalkan sumber daya dan memanagenya menjadi sebuah keuntungan bersama atau sepihak. ya saya setuju, tapi apakah semuda itu saya mesti mengikutinya sedangkan belum tentu kita mampu dengan pengalaman yang tak sehebat dirinya. saya yakin mahasiswa juga malu untuk berjualan, bahkan ketika meyodorkan kuisioner ke targetpun mereka canggung, mental untuk jadi pengusaha itu juga penting dan banyak pengusaha sukses itu justru turun ke masyarakat dan mendengarkan bagaimana produknya, lalu kalau kita langsung berjualan kan juga bisa mendapatkan banyak hal, bahkan kita dapat tahu bagaimana cara dan strategi untuk meningkatkan kualitas produk tersebut.

gak mesti malu dengan anggapan orang, makanya saya tak pernah berbangga diri mendapatkan tambahan gelar di nama saya. justru saya merasa diolok-olok dan bersalah karena saya belum banyak belajar dan belum bisa menunjukan kualitas saya melalui sebuah kerja nyata. lagian menurutku mengerjakan hal-hal kecil demikian juga keren, kalau memang kegiatan itu akan berdampak kepada masa depan. itu artinya kamu berusaha menyukai usaha itu dan ingin mencobanya dari titik dasar sekalipun dan bisa jadi pekerjaan itu pekerajaan yang akan anda cintai suatu saat nanti. sekarang orang mau berkata apa juga kita gak bisa mencibir balik, termasuk orang tua yang akan mencemooh kita karena memilih jalan seperti itu, hanya rasa yakin juga perlu, kamu baca deh betapa kekuatan yakin itu berpengaruh pada banyak hal termasuk kesuksesan, apa yang orang cibirkan hari ini, semoga akan berubah pujian ketika kita sukses nanti dan menyesali apa yang pernah mereka katakan.

hal semacam itu hanya diambil oleh sebagian orang, tapi banyak juga pengusaha yang sukses setelah mereka bekerja dan keluar dari perusahaanya, ketika mereka bekerja, mereka mencari panggilan jiwa mereka dan terus menggali sebenarnya apa yang mereka inginkan dalam karirnya. dengan adanya tabungan dan pengetahuan dia mampu melahirkan usaha-usaha yang bagus bahkan bisa bersaing secara international, dalam hal ini mereka bisa lebih enak bekerjanya karena dari segi pengalaman dan usia mereka sudah mampu memanage dan memanfaatkan modal serta business planya, dia hanya perlu memikirkan bagaimana mengoptimalkan sumber daya, tak mesti lagi berusaha dari bawah sekali. mungkin kamu bisa membaca biografi banyak orang sehingga dapat membuat kamu lebih semangat lagi.

kreatif dan haus akan pembelajaran yang harus kita tanamkan sejak dini, tak ada yang terlambat, saya yakin orang sukses itu memiliki nilai lebih dari pada orang lain, mereka memiliki nilai-nilai yang bisa dijadikan pembelajaran dan tentu saja apa yang mereka upayakan jauh lebih besar. terus apakah kita masih mau untuk mengikuti kemalasan, cobalah contoh hal-hal terkecil dahulu saja, semisal membaca buku, mencari tahu apa kemampuan diri kita, dan lainya. jangan cuma bisanya sirik ketika orang lain bisa.

kalau hal ini diterapkan oleh kamu yang baru lulus sekolah menengah, bukankah akan lebih luar bisa. kamu memiliki lebih banyak waktu, dan kalau kamu kuliah tidak mampu belajar, belajar dari usaha orang lain bukankah itu lebih luar biasa dari pada kuliah. kita jadi bisa tahu bagaimana produk itu dihasilkan dan diproduksi. gak mesti mikirin gajinya seberapa, saya yakin banyak pengusaha yang awalnya juga susah-susah dulu untuk beberapa tahun, yang penting sabar dan yakin bahwa suatu saat kamu bisa sukses. selain itu, untuk meningkatkan kualitas diri, kita bisa menambah banyak kegiatan yang bisa jadi itu mudah dilakukan tapi berdampak besar, seperti solat jangan ditinggalkan, kebanyakan yang bekerja kasar suka melupakan solat, membaca buku, sering mengobrol dengan orang yang kamu bisa anggap lebih, banyak mendengarkan, jangan terlalu over menunjukan apa kelebihan kamu, bisa jadi orang tidak suka dengan hal itu, kamu bisa sembunyikan dahulu apa yang sudah kamu pelajari dan kamu tahu.

akh sudah terlampau panjang juga, terima kasih, semoga berguna, dan plis kalau ada masukan boleh.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s