Cinta tak bisa diterka

Usia 23 tahun, akan lulus kuliah, abis jalan-jalan dari India dan saya bilang bahwa akan menikah di tahun depan (2014). padahal saya tak memiliki kekasih, beberapa orang yang pernah dekat mungkin bisa saya coba, tapi tak begitu cocok setelah menghubunginya kembali.

saya sudah menjomblo berapa tahun, dulu saya pernah menyukai seseorang tapi perasaan itu selalu sementara saja, beberapa kali saya coba mendekati cewek dari saat sekolah menengah sampai kuliah, saya butuh status memiliki pacar, malu rasanya mendapatkan predikat jomblo, sehingga saya berusaha menghindari percakapan tentang suatu hubungan. saya takut saya ini tidak normal, bisa jadi menyukai sesama jenis.

pertanyaanya apakah mungkin saya mendapatkan seorang pacar, dari segi kualifikasiku, beberapa orang di desaku mendekati ayahku bermaksud ingin mendekatkan anaknya, atau sodara-sodaraku juga memberi tahukan pilihan yang kira-kira menarik. saya berpikir bahwa ketika suatu saat saya harus menikah, mungkin akan mudah saya dapatkan dengan keadaan saya saat ini. saya tinggal belajar dan menjadi semakin sukses, mengenai hubungan bisa saja saya membangunya meski tidak terbangun sebelumnya, alias menerima sekalipun dijodohkan.

saya mencari seorang yang tak selalu cantik, yang penting dia memiliki kemampuan banyak dan bisa berkorelasi dengan diriku yang juga hyper aktif (menurutku sih terlalu aktif, rajin). saya menuntut dia yang memiliki banyak kemampuan atau memiliki semangat untuk terus meningkatkan kemampuanya.

saya terus saja bilang akan menikah tahun depan, orang sangat senang mencemooh kejombloan seseorang dengan berbagai sindiran atau kalimat-kalimat di dalam foto.

tak kusangka kami saling mencuri pandang ketika pertama kali saling melihat, kami memiliki rasa keingintahuan lebih dalam satu sama lain, itu saya ketahui ketika sudah mengenalnya dan kami bercerita apa yang kami rasakan saat pertama kali itu.

di sebuah masjid yang ketika itu saya beracakap sebagai perwakilan anak muda mengenai semangat yang harus di bangun oleh generasi muda pada waktu menjelang maulid Nabi.

saya heran dengan beberapa ketidak sengajaan ini, meski tak ada yang kebetulan, tapi rasanya semua itu seolah menyambungkan berbagai benang hingga menjadi searah.

saya akhirnya tahu dia seorang anak dari keluarga yang memiliki kondisi ekonomi kurang, prestasi di sekolahnya tak mampu membuatnya bertahan, hingga banyak orang yang menyayangkan, dia harus berhenti dan mencoba berbagai pekerjaan dan akhirnya dia bekerja di tetanggaku yang baru pindah, dia mengasuh anak majikanya. majikanya sangat sayang padanya, segala fasilitas bisa dia dapatkan.

beberapa hari saya menelponya dan menanyakan apa saja tentangnya. dia sungguh luar biasa, bangun di waktu pagi buta dan tidur di tengah malam, dia mengatakan mengenalku seolah mendapatkan teman yang mampu memotivasinya. setiap hari saya selalu mendorongnya untuk mau belajar banyak hal, saya hanya menyemangatinya saja, semua potensinya secara alami dia miliki.

saya sempat melihat dandananya ketika berjalan akan menjemput anak majikanya, saya sedikit kesel melihat dandananya itu, dia berdalih menjadi diri sendiri, tapi menjadi diri sendiri tak mesti membuat kita terlihat kurang ok.

dia suka menulis, sesuatu yang selalu saya latih juga untuk meningkatkan kemampuanku.

akhirnya dia lulus dari sekolah paket C, saya juga sempat kesal kalau dia tidak meneruskan sekolah lagi, setidaknya ikutan berbagai les juga, tapi saya ingin dia lebih dari itu, sehingga saya memintanya untuk kekeh kuliah, saya tak menghubunginya untuk beberapa saat, bahkan saya terbiasa lagi dengan keseindirian saya, malas untuk menghubunginya, mungkin saya memang tak bisa untuk menjalin hubungan.

dia bukan seorang yang mau menghubungiku duluan, meski normal, tapi kami sudah cukup akrab untuk melakukan itu, tapi dia tetap seperti itu, ada perasaan ingin tapi dia lebih memilih untuk menahanya.

setelah menunggu ijazahnya keluar berbulan-bulan akhirnya dia kuliah juga. dia ambil jurusan ekonomi pembangunan.

ya ALLAH saya takut saya ini tak bisa menjalin hubungan dengan orang lain, bahkan saya tak bisa bergairah seperti orang lain ketika melihat cewek di depan mata langsung jelalatan, saya ingin juga memiliki seorang istri, ingin memiliki anak.
Jodoh ada di tanganMU, semoga Engkau tunjukan siapa jodohku, dan aku berterima kasih karena tak menyangka bisa menemukan gadis baik sepertinya, saya mampu memaklumi dan menerima latar belakangnya. dan kalaupun bukan dia semoga ada gadis baik pula yang akan mendampingiku meneruskan hidup dan berjuan di jalanMU.

AMIN

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s