Agamaku

orang islamnya sendiri mantengin mereka itu bingung, mau muludan gak ada contoh dari Nabi katanya itu bid’ah, bilang selamat ini itu ampe selamat ultah ngikutin perilaku bukan umat muslim itu juga bid’ah, tahlilan buat yang meninggal gak ada contoh dari Nabi SAW bid’ah, perang di Palestina semua itu karena kekejaman dan kebencian yahudi israel terhadap palestina , presiden iran yang syiah dan kejam banyak membunuh sunni dianggap syiah musuh suni, ngebagus-bagusin makam/kuburan juga bid’ah. KAN PUSING. apalagi bagi umat agama lain yang mungkin kebetulan banyak baca tulisan atau sharingan dalam bentuk apapun yang kurang srek buatnya dan merasa terhina oleh postingan itu.

bagi orang yang berlangganan dengan artikel mereka dan tidak melihat banyak hal dari berbagai sisi akan sangat reaktif dan tersulut emosi dengan berita yang kadang seolah islam ditindas, masalah sosial di masyarakat tak selaras dengan tuntunan islam (menurutnya), kelompok A begini, kelompok B begini, atau alasan lainya sehingga mereka ikut-ikutan menghina ataupun share.

saya lihat website (yang katanya islami) mulai muncul sebagai sumber masalah setelah saat perayaan pemilihan presiden 2014, dimana tokoh-tokoh, partai, website yang berbau islam lebih memilih Prabowo dan banyak menjelekan JOKOWI. semua itu berlanjut sampai sekarang bahkan ketika presiden sudah terpilih, banyak orang yang masih belum terima entah karena presiden JKW terpilih atau yang terhina karena menjelek-jelekan JKW dan akhirnya JKW disebut sama satu frekuensi dengan umat lain selain islam.

orang yang taat agama terutama agama islam yang ditakdirkan adalah agama penutup dan penyempurna tentu bagi yang bener-bener mendalaminya akan menolak segala apapun yang bertolak belakang dengan keimanan dan pemikiranya.
sebagian orang lainya ada yang menjalani kehidupan ini begitu syar’i, sampai-sampai mereka ingin seperti orang-orang arab yang mungkin dia pun belum pernah ke arab. lihat saja banyak wanita menggunakan cadar (kata orang seperti ninja), atau memelihara jenggot, menggunakan celana ngatung, gak pake jeans, setiap ketemu ngucap salam, mau melakukan kegiatan mengucapkan bismilah, sampai jidatnya menghitam karena sering sujud.

bagi saya sih contoh-contoh seperti di atas, gak mesti tahlilan, gak boleh melakukan berbagai perayaan, gak boleh ngucapin selamat, tahlilan dan sebagainya artinya saya gak mesti riweh dengan segala macam hal, ALLAH sudah nyuruh lakuin ibadah yang Nabi sampaikan saja tanpa menambah-nambahkan ya udah berarti gak perlu banyak modal buat ibadah.

ALLAH saja dalam Quran meminta untuk menjelajahi dunia ini agar kita mampu MELIHAT, bagaimana ciptaaNYA yang berbeda, beragam, itu semua demi semata-mata kita belajar dan mempertebal iman kita. bahkan budaya dan agama orang lain hadir karena beraagamnya dunia ini dan semua itu bisa kita lihat untuk kita belajar. kita bisa lihat banyak peninggalan sejarah, bangunan yang ditinggalkan manusia di berbagai negri, bahkan bangunanya tampak maju dan megah, tapi sekarang bisa ditinggalkan oleh manusia bahkan tak berpenghuni, kenapa? mengapa? tentu dibalik itu ada kisah dan itu bisa jadi pembelajaran bagaimana ALLAH mampu melakukan apapun.

islam memang tak toleran seperti agama lain tunjukan, apalagi bagi orang yang fanatik dan benar-benar mendekatkan diri kepadaNYA, sebagian lain berusaha mendoktrin dengan dakwah yang kadang tak mengandung nilai toleran dan lebih terlihat menunjukan agamaNYA paling benar tanpa memperdulikan agama lain yang ada.

saya sendiri beragama belum bagus, bahkan ibadahpun belang-bentong, atau mungkin saya sudah termasuk ke dalam orang liberal, entahlah apa yang orang bilang, bagi orang fanatik saya sempat disebut demikian.

bagi saya kita hidup memang beragam, tapi bagi saya memang banyak hal lain juga diatur bahkan hal-hal sepele dalam islam, yang umat lain lakukan umat islam tidak lakukan seperti mengucapkan selamat ini-itu, bukan berarti tidak toleran. banyak kisah NABI SAW juga yang toleran pada umat lain ketika zamanya, bahkan NABI SAW melindungi umat lain ketika minta bantuan untuk diamankan dengan membayar fidyah, beberapa kasus kebaikan MUSLIM kadang dihianati, begitu juga dengan sahabat NABI yang memenangkan perang, mereka tidak memaksa orang di sekitarnya untuk memeluk agama islam.

setiap orang memiliki pemikiran masing-masing mengenai akidah dan aturan dalam islam bahkan penafsiran pada kitab suci tergantung cara berpikir dan intelektualnya. itulah mengapa ada yang mudah menyebut kafir, setan, ahli neraka, dll.

entah di masa depan apa yang akan terjadi, agama begitu pelik, setiap orang memiliki agama, di zaman sekarang yang segalanya harus toleran semoga bisa dilakukan oleh semua agama dengan mengikuti aturan-aturan agama. kita mengharapkan semuanya DAMAI, ya bagaimana mau damai kalau kita ikutan juga saling sindir atau saling menyakiti dalam urusan agama dan perbedaan.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s