Aku si Bandel

Jam 3 sore aku berangkat dari rumah, dengan menggunakan baju Koko, kopiah dan membawa sarung serta kitab kuning untuk mengaji. aku setiap hari mengaji ke sebuah desa yang cukup jauh dari desaku, ya kami sering berjalan ramai-ramai menuju tempat itu, jadi gak terasa.

ada dua jalan yang biasa kami lalui, pertama melewati rumah penduduk dan yang kedua menyusuri selokan yang mengairi kolam-kolam ikan warga.

aku ingin bercerita kalau aku mau berangkat ngaji melalui jalan selokan. sebenarnya kadang ngeri juga kalau lewat jalan itu apalagi sendirian, banyak pohon bambu yang cukup banyak. apalagi rumah penduduk juga ada di atas. biasanya para penduduk pergi ke kolam ikan untuk mencuci, mandi, melihat kolam, ke sawah dan lainya. ya di desa kami mandi juga di kolam yang airnya mengalir di selokan air, sumbernya ya dari sungai besar. jadi kalau airnya keruh kami pun mandi dengan air keruh, atau kalau punya sumur ya mandi di sumur masing-masing.

tahun lalu aku ketemu beberapa orang yang gak begitu familiar atau aku sudah lupa sama mereka, tapi mereka inget aku dan mengatakan bahwa aku itu paling bandel di antara temen-temen yang lain. aku pikir mereka lupa dan sudah tak mengenalku lagi, tapi mereka masih ingat, iya mereka juga ingat mungkin karena ayahku juga cukup dipandang atas apa yang diraihnya sehingga aku juga jadi diperhatikan.

tapi memang aku akui aku itu bandel banget dan gak bisa diem. aku bahkan sering mengalami beberapa masalah sejak kecil, kadang juga dimarahi sampai menyakiti hati dan membuatku jadi pundung/minder.

kalau melewati selokan itu saya selalu ingin mengambil ikan apa saja, entah itu ikan kecil sekalipun, sampai ikan gabus aku pancing menggunakan peniti atau isi streples kalau kebetulan gak punya kail pancingan. apalagi kalau air di selokan itu surut, wah aku bisa maen di selokan dulu untuk nangkap ikan bareng temen-temen.

aku juga suka ngambil buah-buahan apa saja yang ditemukan di jalan, atau kadang nyuri. hahaha.

nah di dekat masjid tempat pengajianku itu ada sungai kecil, kami harus melewati jembatan bambu dulu. di bawah jembatan itu ada area yang cukup dalam di sungai, tempat itulah yang kami jadikan untuk bermain air. ada juga akar pohon tempat kami lompat untuk nyebur ke air. biasanya berenang dilakukan sebelum ngaji, untungnya pas ngaji gak kerasa cape ya. hahahahaha

di masjid pun aku tak bisa diem, selalu saja kesana kemari, kejar-kejaran sama temen. bahkan ketika film kungfu kid ramai disiarkan di tv, aku bersama temen selalu ikut-ikutan kejar-kejaran dan berlaga maen kungfu.

asik memang kala itu, tapi ya itu tadi aku selalu kena marah dan kadang dicap jadi orang bandel. kadang masalah itu membuat aku down dan tak mau bergaul lagi.

10930876_662059727236187_9043134006177176730_n

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s