bagaimana menghadapi adiku?

saya tak begitu dekat dengan adik, karena dia itu suka main sedangkan saya anak rumahan yang bisa dibilang kurang gaul saking di rumah terus untuk membantu orang tua. aku membantu orang tua dan mereka membayarku, cukup bagiku untuk menabung uang membeli gadget, jalan-jalan ke luar negri, makan bareng temen, beli buku, atau lainya.

adiku pernah gagal sekolah, uang bayaran banyak yang gak dia bayarkan ke sekolah. gak pernah bagntu-bantu orang tua, tapi duit selalu ingin banyak, kadang disitu saya sedih. pulang maen larut malam dan kadang orang tuaku suka ilang duit. beberapa bulan yang lalu bapaku ilang sejuta sampai ada 3x dan 2 kali ditemukan di kamar dia. ibuku masih gak percaya padahal dia juga suka ilang duit ratusan ribu.

saya gak merasa paling baik atau saya baik dan dia jahat, semua orang memiliki kesalahan. saya kesal karena dia tidak mau membantu pekerjaan ibu sendiri, tidur sampai siang, pulang malam hari, kerja sedikit dikasih uang sedikit gak mau. kali ini dia suka banget sama roadrace, dulu gaya-gayaanya ngikutin kaya anak-anak muda kebanyakan ala RNB, hip-hop gitu.

dia sempat ngamuk karena gak dapat duit, padahal dia udah lulus sekolah tapi gak mau cari kerja, bahkan di rumah saja dia tak ada inisiatif untuk bangun pagi bantu orang tua, atau kerja lain, setidaknya saya juga akan ngasih ke dia uang. maklum kali ini saya membantu orang tua untuk memegang perusahaan pusat. dia ngomong banyak hal yang memjokan saya, dia merasa dia kurang beruntung, selalu hidup perih dari kecil, saya dibilang enak karena dapat uang lebih.

mungkin dia ngadu ke bapa kami, akhirnya bapaku berinisitif untuk memberi kesempatan dia mengontrol setiap hari ke cikampek. setiap hari dia ambil gajinya 100.000 menyamaiku, aku rasa itu berlebihan sekali. tapi yasudahlah saya akan lihat dulu hasilnya. seminggu kemudian ayahku mendapati uang pendapatan tak seperti biasanya, karena dia yang bolak-balik ke kampung untuk mengirim beberapa karung kerupuk dan dia bisa memperkirakan berapa harusnya pendapatan. sekitar 1,5juta gak ada. orang tuaku kesel dan jengkel sekali.

boro-boro dia minta maaf dan berusaha menjelaskan, lalu ibuku membujuknya untuk merubah sikapnya itu, dia diminta membuktikanya sekali lagi. udah ada seminggu ayahku kemudian mengkoreksi lagi dan hilanglah 2,4jutaan. padahal kami baru saja membeli mesin baru, dan ayahku sudah tau perkiraan pendapatanya itu. padahal harus bayar pegawai, beli bahan baku lagi. bahkan dia mau susah payah kesana kemari dengan untung yang tak begitu besar bahkan sekarang ke potong pendapatanya untuk gaji adiku sehari 100.000 itu. kasihan ayahku betapa jengkelnya dan tentu ibuku dan saya sendiri juga sama jengkelnya.

bapaku meski garang juga mudah memaafkan, adiku dilarang ke cikampek, akhirnya adiku entah apa, dia menyibukan diri di bengkel. ibuku membiarkanya, padahal kami sering membicarakanya. malam yang lalu dia pulang ke rumah dan membisiki ibuku bahwa si ibu bengkel pengen ngobrol, tapi ibuku menolaknya.
dia membawa buku panduan untuk perlombaan roadrace, tapi ibuku tak menghiraukanya bahkan ayahku. pernah ayahku mengajaknya bicara dan memberi nasihat kepadanya.

kemarin pas hari rabu ayahku menelpon bahwa uang sekitar 2 jutaan hasil dari 2 hari berdagang hilang, uang itu kan dipegang oleh karyawan kami yang berdagang dan ditaro di kamarnya. ayahku yang dari kampung mau antar barang ke cikampek tiba-tiba mendapati kejadian begitu. saya dan ibu menunggu ayahku sampai sambil berpikir ko bisa, ibuku megnatakan pantesan tadi adiku itu pake motor entah kemana, dan pulang-pulang pas ditanya menunjukan tangan berlumur oli untuk menandakan dia pulang dari bengkel.

setelah ayahku tiba kami menanyakan bagaimana kejadian, ada pedagang yang tak pergi jualan dan mendapati adiku itu datang memberikan air (air aji-ajian dari duku kali ya) dan ternyata itu cuma untuk memberi alasan saja dan yang menjadi target dia uang yang disimpan di tempat biasa dan dia sudah tahu letaknya dimana.

nah besok itu perlombaanya dan sampai hari ini dia tidak pernah pulang. kasian orang tuaku, mungkin dia jengkel. saya sudah bingung mau bicara apa? anak ini semakin dikasarin semakin gak mau denger, dan dia tak pernah mau minta maaf.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

2 comments

  1. Arip ada berapa saudara lagi? Atau hanya 2 bersaudara ya? coba cek pergaulannya, bagaimana teman-temannya. Biasanya orang bisa jadi seperti karena suka dibanding-bandingkan, bisa jadi sama teman atau keluarga besar. Misalnya, “Eh, kok kamu bandel banget sih gak kayak si Arip kakakmu, dsb” Dia akan makin kesal dan menjadi-jadi.

    Semoga adikny segera berubah menjadi lebih baik. Amin.

    1. iya. pasti orang-orang juga nilainya begitu, kakanya mah baik adiknya mah bandel banget. cuman saya sih merasa biasa saja mas, bahkan apa yang mereka liat baik belum tentu baik. saya cuma gak suka cara adik saya, mumpung masih muda lah, bangun pagi kek, bantu orang tua. 3 bersaudara dan semuanya laki-laki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s