Novelty dream

mengenal backpacker bisa jadi merupakan prosesku agar lebih berkembang dan mengetahui banyak hal yang ada di dunia ini. ya dari dulu aku mikir kalau aku melakukan sesuatu lebih cepat dan rajin dari pada orang lain mungkin suatu saat aku akan sukses.
siapa sih yang suka baca, mungkin hanya sedikit saja tapi dari sekolah smk aku sudah mulai koleksi buku, siapa tahu dengan banyak membaca banyak juga pengetahuan.
aku akan slalu ingat kapan aku mengetahui apa itu backpacker dan dari siapa? saat itu aku juga berpikir bahwa aku harus mandiri saat usia 20, aku harus menguji seberapa mampu aku bertahan dan berani menghadapi dunia luar.
ketika rencana untuk jalan-jalan belangsak di pulau jawa sudah memenuhi otak, tak kusangka aku mendapatkan infomrasi mengenai backpacker dari tv one dan salah satu bintang tamunya suka backpacking ke luar negri. aku gak sangka kalau dia pemilik sebuah grup backpacker dunia karena aku nonton cuma sekilas. tapi aku pernah liat foto beliau naik motor di jalan dan backgroundnya itu gunung-gunung gitu di vietnam.
beberapa saat aku langsung cari tahu apa itu backpacker. banyak grup, page, link aku masuki. akhirnya aku ketemua juga pendiri grup backpacker dunia dan yang menjadi bintang tamunya itu dia, aku sadar ketika liat beberapa koleksi fotonya.
selanjutnya aku mulai membeli beberapa buku panduan dan mulai menyiapkan perjalanan perdanaku, kebetulan temenku juga tertarik untuk jalan ke luar negri, jadi kami sempat merencanakan perjalanan bareng. aku mikir lagi kayaknya aku lebih enakan sendiri dan sepertinya lebih lama waktunya lebih ok karena harga tiket kan juga lumayan gak semurah orang lain.
perjalananku sudah usai dengan berbagai cerita uniknya. tak lama aku lihat ada yang posting mengenai bekerja sambil berlibur di australia selama setahun. pendaftaran selalu dibuka bulan juli. isi postingan itu begitu menggairahkan dan aku ingin mendapatkan kesempatan itu, tapi aku tak memiliki uang jaminan berupa dana di tabungan sebesar AUD$5000. aku tak berharap banyak. orang tuaku nabung aja jarang, ngutang sih iya, kapan punya dana segitu.
impian itu masih selalu ada di benak, apalagi memiliki pengalaman tinggal di luar negri bukankah akan membuatku berkembang dan membuat mentalku semakin kuat.
kegiatan usaha orang tuaku mengalami permasalahan dengan tenaga kerja. akhirnya aku selalu terjun dari subuh hingga sore untuk membantu, dan aku mendapatkan uang gaji sebesar 100.000 setiap harinya. 50 juta akan terasa lama aku kumpulkan dan aku meminta ibuku untuk ikut menabung juga. hingga suatu hari aku memberanikan diri untuk manage keuangan pabrik dan ayahku juga memperbolehkanya, padahal dia belum tahu maksudku.
aku mulai bisa menabung sekitar 15 juta selama 3 bulanan dan juga gajiku. akhirnya aku sedikit optimis, cuman aku gak tahan pengen ini itu. terakhir pergi ke bangkok mungkin ngabisin 3 juta lebih dan membeli kamera yang cukup mahal. gila kan.
dari bulan desember 2014 aku sudah mulai ikutan tes toefl sebagai syaratnya. nilainya selalu kurang sampai 4 kali aku mencoba, nilaiku antara lain 440, 430, 420, 437. tak lama ada yang menawari untuk nembak sertifikat dan aku rasa itu ide bagus karena yang bisa membuat sertifikat juga kerja di ets. aku coba dengan membayar seharga biaya tes. aku sudah dapat sertifikat itu, tapi hatiku makin ragu. kemudian aku ragu untuk menggunakan sertifikat itu dan mencoba belajar dengan baik demi menghadpi tes toefl berikutnya pada tanggal 28 maret 2015 dan hasilnya masih hari selasa besok. aku belum tahu apakah nilainya akan bagus atau nggak, tapi aku yakin akan bagus, kalau gak bagus aku akan coba toefl. aku gak peduli berapa duit yang sudah aku habiskan untuk beberapa kali tes toefl. aku harus mengejarnya. padahal pada tanggal 23 itu aku sudah dipanggil oleh pihak imigrasi dan terpaksa tak bisa hadir dan digantikan oleh temen yang minta surat kuasa kepadaku. aku sadar uang tabungaku belum full semuanya.
aku gak pede kalau urusan ngajuin visa, serasa aku ini selalu terlalu banyak dipertimbangkan oleh orang lain karena melihat kejadian-kejadian yang pernah aku rasakan.
pokoknya ini impian terbaruku dan aku sudah bicara pada orang tuaku, meski mereka awalnya kaget dengan apa yang aku omongkan dan mereka agak kecewa kenapa aku harus memilih itu, memilih jalan lain padahal orang tua inginnya ya udah aku urus saja usaha mereka. namun aku belum cukup percaya diri, aku masih mudah marah dan gak cukup friendly sama mereka karena aku terlalu idealis mungkin.
aku kadang menangis semoga ujian ini bisa aku lewati dan aku bisa mendapatkan kesempatan bekerja sambil berlibur di sana, di negri orang. aku ingin jadi orang hebat, ingin pinter, ingin banyak wawasan, ingin bisa ngomong bahasa inggris lancar hingga aku bisa membaca banyak buku berbahas inggri dan bergaul dengan banyak orang dengan mudah. aku punya impian besar, aku ingin jadi entrepreneur, aku ingin punya sekolah, cafe, perpustakaan besar di rumah, dan aku ingin jadi contoh buat yang lainya. aku butuh pertolonganMU ya ALLAH, aku yakin ENGKAU punya cara dan jalan yang spesial buat setiap umatnya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s