1 step

saya akan menghadiri wawancara untuk mendapatkan working holiday visa di jakarta. saya pergi dari rumah jam 7 pagi karena pagi harinya saya membantu sedikit perkejaan di rumah. saya sudah memperkirakan bahwa jam 9 saya sudah di lokasi, ternyata macet dan busway juga lama datangnya apalagi ketika kebagian busway pastilah gak enak kalau harus duduk karena masih muda apalagi banyak perempuan yang naik. 2 kali transit akhirnya mengantarkan saya tiba pada pukul 10.50.

begitu tiba saya melihat beberapa orang digiring oleh petugas, semuanya cewek dan kurang lebih 14 orang, karena saya buru-buru saya tak begitu menghiraukanya karena saya pikir itu adalah turis ilegal dari china atau taiwan karena mereka seperti orang china atau taiwan, dengan rambut berwarna-warna, celana-celan pendek dan kelihatan masih sangat muda sekali. mungkin usianya dibawahku. ketika aku meminta id sebagai tamu tiba-tiba petugas yang memberikan id itu berkata “itu yang penipu online pa?” dan petugas yang menggiringnya mengiyakan. sayangnya ketika saya berusaha untuk memotret mereka, mereka sudah masuk lift.

wawancara diadakan di lantai 12, beruntung ada temen, mas didik yang sebelumnya sudah berkomunikasi lewat sms juga sama-sama dipanggil dan ketika tiba saya dan dia langsung akrab juga beberapa teman yang berkumpul bareng jadi akrab ngobrolin ini itu dan tentu saja mengenai whv, segala macam kami omongin. hehehehehe ada mas ruri, dartin, dan marcel.

saat saya datang sudah banyak sekali orang yang mengantri juga, sampai kami dipersilahkan terlebih dahulu untuk istirahat untuk makan siang dan solat dzuhur bagi yang melakukanya.

jam 1 kami berkumpul kembali dan menunggu kapan dipanggil namanya, satu persatu sudah sampai akhirnya giliranku, ketika saya mau cuci muka dan sabun cuci muka sudah dipencet ke tangan namaku dipanggil, padahal lebih dahulu mas didik ketika tanda tangan kenapa saya duluan yang dipanggil, akhirnya saya elapin lagi ke tas sabun penci muka itu.

saya diwawancarai oleh pa Adit, waktu itu saya diminta menunggu sebentar karena dia mendapatkan telpon dari seseorang. saya pun berusaha mengeluarkan semua dokumen aslinya untuk ditunjukan.

kemudian diminta menunjukan KTP, karena saya jorok KTP ku sudah agak rumek dan saya laminating ulang. saya jelaskan kenapa dilaminating karena “waktu itu saya mandi di sungai jadi KTPnya seperti sekarang, sepertinya laminatingnya bisa dibuka pa,” kemudian dia meminta buka, tapi ternyata pelastik identitasnya ikutan mengelupas jadi tidak jadi dibuka. dia pun nanya apakah saya asli orang karawang, saya katakan “ciamis pa tapi kami pindah ke karawang, sudah 11 tahun di karawang.”

Akta lahir diperiksa, dia bertanya “ini baru ya?”
“iya pa, dulu kan aku pindah sekolah nah saat pindah itu ada kesalahan saat penerbitan ijazah sd, tanggal lahinrnya harusnya 91 jadi 90 sehingga saya ganti baru saat akan membuat paspor 4 tahun yang lalu.”

kemudian pengecekan paspor, “wah banyak juga ya kamu sudah ke luar negri.”
“iya pa aku coba ke luar negri setahun sekali dengan menabung dan bantu orang tua, jadi aku pikir ke luar negri bisa membuat aku berkembang sehingga aku selalu backpacking.” dia juga bertanya pakai maskapai apa, aku jawab yang murah seperti air asia, “oh yang beli jauh-jauh hari ya?”
“iya pa, makanya aku bisa keluar negri, punya 3 juta aja di thailand udah bisa berapa hari, lumayan pa.”

“kamu tahu whv dari siapa?”
“aku tahu whv sejak 2011, ada alumni yang pernah dapat whv dan berbagi kisahnya di grup travelling, saat itu sih aku gak optimis dengan tabunganku, tapi sekarang aku diminta bantuin urus keuangan orang tua dan aku juga bantuin ibu, menyuruh ibu untuk nabung, dia kan juga buka warteg jadi aku bantu-bantu dia juga.”

pa Adit sudah menceklis semua persayaratan yang ada dan sekarang saatnya berbahasa english.
Ia memintaku untuk memperkenalkan diri.
“my name is arip, I am 24 years old, I was born in ciamis, I live in Karawang 2 hours from jakarta, I was student of singaperbangsa university, bachelor of economic and major is management, I am dilligent and dicipline, eeeeeeeeeeeeee ya like that.” sambil agak bingung mau jelasin apa lagi.

“why do you chose about whv?”
“I like traveling, of course I want to go to australian but I realize that australia is expensive for me, maybe with whv I can get cost for my trip, I can work 1-2 weeks and after that i can travel on a city and move-move-move arounding australian.” pa adit terlihat tersenyum, padahal saya bingung kudu jawab apalagi dan bahasa inggrisku gak terbata-bata.

“apa pekerjaan yang ingin kamu dapatkan?”
“maybe farm, becouse I canot speak english very well, so maybe in farm I done need talk more becouse in farm I just picking-picking fruit (sambil menggerak-gerakan tangan kaya lagi metik buah), but becouse I am student of management business I should see other business for my experience.”

“apa yang ingin kamu tunjukan dari Indonesia?”
“when I with my housemate from others country maybe I can cook indonesia like getuk, sayur asam (sambil bingung mau ngomong apalagi, hahahaha yang keinget cuma itu karena bebeapa hari abis masak itu), I can sing sundanese song, and dancing like jaipong (sambil menggerakan tangan.”
“oh really, you can do that.”
hahah saya hanya tersenyum.

“apakah orang tua kamu mendukung?”
ya for the first time my parents could not, maybe my parents were not open minded, but I realize that I will, my parents has a company and I think whv will be usefull for my future when I take her company, because I am not ready be leader for now, I still young I should get more experience.” pas bagian ini juga aku mulai agak berat untuk ngomong karena agak mau nangis, hahaha emosiku jadi kebawa tapi berusaha di tahan.

“apa kamu punya saudara atau kenalan?”
“I dont have, tough I have I prepare for solo traveling because when I solo traveling I can more improve, I have travelled 4 times, 3 times as solo traveler and 1 times with my friend and when I with my friend I canot get more improvment, but when I solo traveling I can get more like languange skil.”

“bagaimana kalau kamu tidak mendapatkan ini?”
mendadak bingung sekali sambil coba jawab “hmmm I can try other way, some time I want to get schoolarship but I realize my ability is not good, but I think whv is the good way to get more experience (diulang ampe 2 kali).” saya kebingungan jawabnya dan berusaha terus pengen whv dengan jelasin bahwa whv is good way to get more experience itu. saya gak tau apakah jawaban itu memuaskan apa nggak.

“yang penting semangatnya ya mas ya. oke sekian mas arip, terima kasih” kata pa adit

parah banget bahasa inggrisku, dan aku khawatir sama penjelasan dukungan orang tua sama pertanyaan terakhir.
serunya sih bisa ketemu beberapa orang dan pas diakhir kami jadi agak rame gitu ngobrol bareng. hahaha
semoga lah lulus ya ALLAH
nah aku baru ingat foto kopi tabunganku yang dilampirin cuma sampe saldo 59 juta, tapi pa adit menuliskan jumlah terakhir yang di buku tabungan asli yaitu 61 juta.
semoga gak kenapa-kenapa.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s