Terjebak Nostalgia

Sekolah di desa bagaikan adventure.

Pagi hari ibu sudah masak sarapan, nasi hangat lauknya beli ke warung yang jaraknya 500 meter dari rumah, aku agak penakut jadi kadang suka lari terbirit-birit.

Bala-bala 4/5 seharga Rp. 100/buah dibungkus daun keraras atau daun pisang tua, aroma gorengan dan sorabi tercium di dapur sederhana sekaligus warung seorang nenek dan bertubuh mungil.

Aku pernah makan sampai nambah beberapa centong karena bala-balanya lezat, itulah sarapanku nasi panas dan bala-bala. Kadang aku meminta ibu membuat nasi goreng dengan air sebagai pengganti minyak sayur asal ada garam, sedikit bawang dan MSG.

Kehidupan kami begitu sengsara tapi dulu mana aku berpikir kaya gitu, tapi aku bisa merasakan dan membayangkan kehidupan ibuku berubah drastis di kampung ayahku yang cukup sulit saat ibu menceritakan kembali kisahnya. Mungkin nanti aku buat tulisan mengenai ibuku.

“Jang nanti mampir ke warung uwa (istri kakak ayahku) jual ini telur nanti buat bekal, ujang 300 si andri 200.” Kadang hal ini beberapa kali terjadi kalau ibuku gak punya uang tapi aku belum juga mikir ibu gak punya uang, yang kutahu aku harus jual itu telur.

Pergi sekolah bareng temen sekampung, karena melewati 3 kampung jadi aku bisa bertemu beberapa teman yang lain. Aku dengan tubuh mungil yang seperti buntet dengan seragam merah putih yang kadang takut cepet rusak pergi ke sekolah yang jaraknya mungkin 3 KM dengan jalan kaki ada satu tanjakan cukup tinggi namanya cikacapi. Di tanjakan itu cuma ada pohon bambu dan kebun dengan tumbuhan liar, cukup seram kalau malam.

Kadang aku menyimpan uang di cikacapi dibawah batu pas mau berangkat sekolah dan dikasih tanda pake daun bambu kering atau batu kecil yang bisa memudahkanku untuk mencarinya pas pulang sekolah, beberapa temen juga melakukan hal yang sama.

Di sekolah aku juga begitu aktif dan suka bercanda, aku pernah jualan jambu batu dan salak, 1 buah Rp. 100 tapi alhamdulillah suka laku, padahal sebenarnya banyak ya di kampung mereka, pas istirahat aku keliling bawa pelastik item dan sibuk jualan, aku ingun coba merasakanya lagi bahkan melihat arip buntet itu jualan seperti apa?

Terkadang anak-anak yang berangkat sekolah suka membawa peralatan bersih-bersih seperti sapu lidi, kalau giliran ada kegiatan bersih-bersih kebun sekolah ya bawa pacul, parang, dan arit.

Aku paling seneng kalau udah bagian bersih-bersih kebun sekolah, semua murid masuk ke kebun dan bersih-bersih, ada buah ceureme, dan kupa yang slalu aku inginkan. Kadang kalau musim mangga aku juga suka ngeliat pohon mangga siapa tahu ada yang jatuh padahal dikampungku itu buah mangganya cuma satu jenis dan masam. Oh iya kadang suka ada musim jamur, aku suka berburu jamur dan kalau dapat Jamur Bulan pulang sekolah bisa bikin nasi goreng jamur.

Sekolahku sangat asri, semua anak-anak di masing-masing kelas suka membersihkan kelasnya sendiri dan begitu bersih sampai-sampai anak-anak bisa bermain bola bekel di depan kelas. aku juga sempat sekolah TK dan masih satu area di tempat itu, banyak mainanya dan benda-benda untuk mendukung aktifitas belajar.

waktu kelas 1 SD kalau gak salah aku juga pernah loh buang air besar di kelas saking gak kuat nahanya. besok paginya tempat duduku jadi banyak kopinya, tapi aku juga gak begitu inget dan berusaha untuk melupakanya. #AIB.

Kadang kalau kelas 6 suka ada lomba masak, tapi aku pernah merengak biar kelas 4 pun bisa lomba masak, akhirnya bisa juga lomba masak dan seru, kenapa ya aku suka sekali masak?

Kalau mau kenaikan kelas dari kelas 2 SD aku sudah diajak gabung main calung. Biasanya aku kebagiab oaling bontot dan pegang kecrek dan aku yang jadi bahan bercandaan di calung itu, cukup exited sih dan aku pasti latihan dan pulang paling sore bareng 5 orang lainya. Pelatihnya suka dikasih kue dan aku suka kebagian.

Pulang sekolah biasa rame-rame apalagi aku berteman juga dengan anak kampug lain cukup akrab, kadang di jalan merencanakan untuk botram atau makan bareng di kebun atau bikin nasi liwet makanya sampai sekarang itu jadi salah satu kemampuanku.

teman sekelasku ada yang jualan lotek atau pecel, harganya juga murah. Rp. 500 sudah bisa dapat pecel, aku bawa pulang untuk lauk makan, jadi cukup sering aku beli ini sebelum pulang ke rumah. semakin naik kelas uang jajan juga bertambah.

pernah aku itu suka mencuri buah coklat/kakao di salah satu kebun yang banyak tumbuh pohon tersebut, aku masuk ke kebun dan lari mencari buah yang mengkuning lalu petik dan masukin ke dalam baju, wah rasanya menegangkan karena namanya juga mencuri, bahkan pernah aku lempari pohon dukuh yang berbuah bersama teman-temanku sehabis pulang sekolah. ada beberapa murid yang melapor dan aku kena hukuman dari guru waktu itu.

Yang paling seru di cikacapi itu suka ada sarang tawon gede banget, kalau masih segede bola kami biarkan dulu dan kalau udah 3 kali lipat siap baru kami lempari pake batu, pernah pas kami lempari ada ojek lewat dan tawonya pada ngejar tukang ojek, kami pun tertawa. Aku paling sering disengat lebah sampai pernah panas dingin badan dan sembuh setelah seharian tidur serta minum puyer bintang 7, alhasil kepalaku sekarang jadi banyak pitak salah satunya karena sengatan lebah.

Pulang ke rumah langsung makan, kadang aku ajak temenku ke rumah lalu masak-masak di rumah seadanya, ibuku biasa punya minyak kelapa di rumah beberapa botol yang dia buat sendiri.

Aku juga punya pohon mangga depan rumah tapi gak pernah berbuah karena diapit pohon kelapa. Ada juga pohon alpukat di kebun yang baru keluargaku beli dan berbuah cuma beberapa saja, kalau jengkol dan singkong banyak.

Aku suka bikin saung-saungan di kebunku atau kebun orang, banyak batang pohon jadi bisa digunakan, bekas tebangan pohon kelapa apalagi, selain bikin saung-saungan ampe kadang besar banget anak-anak juga suka berburu serangga yang diam di bagian daun pohon kelapa yang sudah ditebang. Kadang di pucuk kelapa juga ada bagian seperti batang muda dan manis rasanya, bisa disayur kalau ibuku atau dimakan mentah.

Main kasti dan sepakbola juga lumayan rame, aku juga lebih tertarik main rumah-rumahan, dagang-dagangan atau bikin bendungan di tempat mandi. kalau mandi biasanya kami ke kolam ikan, di kolam ikan itu ada yang buat tampian/saung kecil untuk mandi, nyuci, buang air besar, dan lainya. ada beberapa tampian yang sudah ditembok dan bagus, makanya kami sengaja tutupi aliran air dan biarkan air dari selokan menggenang lalu aku dan teman bermain air.

aku juga paling seru kalau ada yang bikin kolam ikan baru atau kolam ikan biasa berenang disitu dan main lumpur, lempar-lemparan.

Selain itu biasanya hari jumat siangnya setelah salat jumat banyak anak-anak, pemuda bahkan orang tua pergi ke sungai yang ditengah sungai itu gak ada bebatuan, namanya muara jadi banyak yang nyari ikan pake jala atau pancingan dan biasanya anak-anak seperti kami sibuk ini-itu berusaha nyari ikan tapi gak dapat dan akhirnya maen air dan lelah.

Sore hari pergi mengaji yang jaraknya mungkin 2 km. Pergi jam 3 pulang jam 5. Kadang jalanya menyusuri selokan air dan seru mancing ikan pake peniti, paku streples atau pancingan beneran. Masjid tempatku ngaji juga dekat dengan sungai, jadi kadang kami berenang terlebih dahulu, loncat dari akar-akar dan bikin bendungan atau gali batu biar lebih dalam.

Aku suka dimarahi kalau malam-malam nginep di rumah orang, karena kan yang punya tv kan cuma beberapa.orang saja dan aku pengen nonton tv. Aku juga suka dimarahi kalau aku pulang ke rumah dari masjid sebelum solat isya.

Pernah aku atau sering digebugin pake bambu sama ibuku karena aku bandel kali ya, dan dulu waktu kecil banget juga pernah dijejeli cengek atau lombok sampai aku menangis kepedesan.

Aku rasa aku bahagia dengan semua keseruan itu, aku ingin kecil lagi tanpa memikirkan apapun dan tidak banyak pikiran atau keinginan besar yang ingin direalisasikan.

Mungkin hidup kita susah dulu ya mah dan mamah mengalami kepahitan hidup tapi itu mungkin cara Allah juga membentuk kita hingga bisa seperti sekarang, agar makin kuat dan tahu bersyukur serta menjaganya.

kalau aku pulang ke kampung, orang gak menyangka ini Arip yang dulu bandel udah gede dan berbeda.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s