Gak belajar dari kesalahan

Pagi ini mau urus visa china, sudah keberapa kalinya aku naik busway dan kadang lupa lagi kudu transit dimana dan turun dimana.

Harusnya aku prepare dari malam hari transportasi yang terbaik atau option-option tercepat menuju te.pat yang dituju. Aku terlalu meremehkan.

Mungkin aku juga yang menggampangkan apapun dan memilih go show. Padahal di internet banyak sekali informasi untuk.memudahkan kita.

Seperti saat ini, 2 bulan ini aku udah naik busway uki-grogol itu 3 kali dan aku masih mau lewat tuh jalan yang makan banyak waktu. Bahkan bisa sampai 1 jam.

Kemudian aku akan mencari mall ambasador, aku pikir kesana ada busway makanya aku pilih lagi jalur uki-grogol. Kerasa dong lamanya di jalan padahal aku pikir siangnya aku sudah sampai rumah lagi dan bisa kerja.

Jadi aku dari karawang naik bus ke kp. Rambutan, naik busway kp. Rambutan -kp melayu. Nah dr kp. Melayu itu ada mikrolet dan minibus ke mall ambasador/itc aku malah transit di uki dan naik busway arah grogol lalu turun di karet. Gila lamanya. Dari karet aku kudu naik microlet nomor 44 buat ke mal ambasador dan microlet 44 itu berhenti di kampung melayu. WTF banget kan gue.

Mana belum sarapan, busway dengan pendingin lumayan tinggi. Kayaknya aku anak kampung karena lebih enjoy naik kendaraan tanpa AC.

Turun di depan ITC dan nyebrang jalan, keliatan ada gedung mega kuningan. Tinggal tanya aja dimana gedung east kuningan buat ngajuin visa china. Bisa jalan kaki dan jaraknya bisa ditempuh 15 menit jalan kaki. Namanya chinese visa application centre. Lokasinya ada di lantai 2 gedung east.

Aku isi formulir dan menunggu sekitar 1 jam lebih di sana. Aku dapat nomor R009 dan saatnya dokumenku dicek.
Pertanyaanya simple sih, aku mau ngapain, berapa lama, dokumen yang gak perlu dibalikin sepeti kk dan pernyataan uang tabungan. Agak judes dikit sih tapi cepet pelayananya.

Aku tanya bagaimana kalau nggak approved apakah tetep bayar?”
“Iya dan bayar 250an.” Katanya. Cuman dia memberi sedikit kelegaan dengan mengatakan “gak usah khawatir, pasti dapat.”

Aku pulang dan naik minibus nomor 07. Gila cepet bangey nyampe kampung melayu dan sekarang aku sudah naik busway ke kp. Rambutan dan lumayan cepet juga, bahkab udah kerasa jauh banget nih dengan selesainya tulisan ini.

Ahkk lain kali aku kudu lebih persiapan. Biar gak bete sama transportasi jakarta dan naik angkutan umum seperti minibus dan mikrolet sepettinya lebih cozy dari pada naik busway.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s