Berbeda kadang lebih indah

Sebagai cowok saya juga pernah tertarik pengen punya body muscle dan indah atau lebih tepatnya berotot. Selalu seneng kalau liat tontonan yang menunjukan otot, biasanya film luar negri yang pemeranya begitu gagah dengan badanya yang tegap berisi. Selain itu kontes pemilihan laki-laki seksi juga pernah ditunggu untuk ditonton, buktinya gak cuma saya, page sebuah peoduk terkenal yang menjual nutrisi untuk pria pun banyak digemari.

Sering maen di facebook membuat saya juga kadang tertarik melihat foto orang-orang yang direkomendasikan fb bertelanjang dada atau menunjukan bodynya. Saya menemukan ada fb yang emang khusu gay sehingga temanya banyak sekali pria di fbnya, ada yang biasa aja temanya atau mix. Nah ketika melihat fotonya banyak yang komen itu dari pria juga dan saya juga sering menemukan komen yang malah ngajak ML, kencan atau sekedar bilang HOT.

Melihat profil orang yang memiliki tubuh bagus juga kita bisa mendapatkan informasi lain, misal grup yang dia ikuti, teman-temany yang juga menunjukan badan idealnya, semuanya jelas. Saya pernah mencari tahu dan tertarik ingin lihat tapi yasudahlah.

Saya tahu hawa nafsu, apalagi sex kadang bisa membuat kita lupa diri. Segala sesuatu itu selalu ada permulaan. Bisa saja sebenarnya anda bukan gay. Selalu ada lampu kuning sebelum lampu hijau atau merah jadi ada kesempatan untuk berpikir terlebih dahulu.

Misal anda terobsesi ingin berotot, anda cari tahu di internet dan melihat gambar-gambar otot. Anda terangsang dan anda semakin masuk ke dalam informasi itu sampai anda sering absen mengunjungi website-website gay misalnya.

Anda mulai pergi ke tempat gym dan mulai masuk ke pergaulan nyata orang-orang yang ingin berotot, siapa tahu anda ketemu pacar baru.

Mulailah anda terjalin komunikasi dengan beberapa orang dan lama-lama bisa ke aksi kencan atau tindakan yang khilap. Misalnya anda tak bisa mengontrol diri dan mulai melakukan aksi yang extrem dan mungkin itu merupakan hal yang pertama kali buat anda. Setelah anda tahu nikmatnya dan anda klik sama dia anda mungkin terjebak dalam situasi rumit.

Di kasus lain anda bisa saja memilih lampu merah ketika lampu kuning usai dan anda berhenti lalu berpikir panjang.  Anda bisa saja memikirkan aturan agama, norma, kepantasan, budaya, dan segalanya bisa mempengaruhi anda.

Dalam hal ini sebutlah anda beragama islam yang tak begitu taat dan suka akn sikap toleransi tapi and juga tau aturan agama anda terhadap hal demikian.

“Saya laki-laki dan Tuhan menciptakan apapun berpasangan, tak ada yang ganjil. Di zaman dahulu azab menimpa golongan umat Nabi Luth yang durhaka karena berbuat homoseksual.” Sepintas bisa saja anda berpikir seperti itu. Tapi bisa saja anda tahu cuman anda tak bisa menolak hawa nafsu dan lebih memilih untuk mengikuti hawa nafsu.

Anda yang memilih untuk memikirkan hal itu mengenyampingkan hawa nafsu dan menjaga kemaluan anda. Anda menahan gejolak keinginan anda dan memilih hidup normal. Bukankah itu juga merupakan perjuangan anda terhadap cobaan yang Tuhan berikan.

Ok kita akhiri cerita tadi. Saya harus nulis bagaimana ketika Amerika melegalkan LGBT. Apa saya harus maki-maki dan merasa sok suci atau tidak toleran.

Bagi saya toleransi ya juga harus dipikirkan secara matang apa yang perlu di toleransi. Ya orang apapun orientasi sexnya dalam hal ini itu yang menggelitik saya, kudu dihargai, diperlakukan sama sebagai manusia. Sedangkan agama saya memerintahkan untuk tidak melakukan hal itu. Bahkan dengan keras tidak boleh bersikap lemah lembut.
Mungkin orang kesal dengar ini semua bagi yang suka akan toleransi. Bahkan bisa menjauhi saya.

Selain itu trendnya adalah membuat poto profil fb menjadi pelangi, banyak juga umat muslim yang melakukanya. Wah banget kan sampai bisa kaya gitu.

Lah saya jadi mempertanyakan apakah itu gak dosa ya. Plus saya baca penjelasan status mereka yang mendukung hak itu karena sikap toleransi mereka yang sangat tinggi. Hmmmm

Iya sih setiap orang memiliki pemikiranya sendiri-sendiri. Kadang pemikiranya ingin menunjukan paling benar. Bahkan saya nulis ini pun ada perasaan seperti itu.

Saya malah kembali berpikir Tuhan adil memberikan kecerdasan berpikir kepada siapapun. Tapi tidak semua cara berpikir itu mendapatkah ramhat dan petunjuk yang benar di MATANYA.

Semoga apa yang kita lakukan selalu dirahmatinya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s