Applied Working Holiday Visa.

Working Holiday Visa Australia adalah kesempatan buatku untuk merasakan hidup beberapa lama di negara orang dan itu salah satu impianku. kalau mendapatkan scholarship terasa harder/more difficult tapi WHV ini cukup mudah akan tetapi stepnya lumayan banyak jadi terasa ribet bagi sebagian orang namun bagi yang sudah paham. sebenarnya ini mudah saja, paling ya galau karena masih merasa was-was takut kenapa-kenapa (gak Granted).

saya sesekali share kepada temen mengenai program ini, namun hanya sedikit orang yang tertarik dan bertanya sekilas tanpa ingin tahu lebih lanjut. tapi bagi mereka yang berpikir hidup di negara orang dalam waktu sekian lama akan memberikan banyak peluang apalagi yang memiliki jiwa petulang tentu saja mereka akan benar-benar tertarik dan mengupayakan.

nah 2 hari yang lalu tepatnya tanggal 22 juli 2015 jam 4 sore saya mendapatkan email bahwa visa saya sudah granted. setelah galau beberapa hari dan males lagi hidupkan hape tapi ketika jam 4 saya hidupkan munculah logo gmail dan file yang menyatakan visa saya granted.

banyak banget keresahan saya selama mengurusnya dari yang mulai salah kertas untuk prin beberapa file, salah isi di 1 kolom, terus ingin segera mengambil uang tabungan yang ada di saldo untuk nambah-nambah bikin rumah, hasil rongtsen yang takut bermasalah, dan lainya. tapi bener banget kata orang asal semua dokumen yang diminta lengkap dan kesehatan ok pasti granted.

eits jangan lupa kita harus selalu update mengenai kelengkapan dokumen apa saja yang dibutuhkan, misalnya; form untuk mengajukan visa harus yang terbaru, kemampuan bahasa english jenis tes apa yang masih diperbolehkan, dan lainya (sejauh ini masih 2 itu yang harus update ya).

kenapa kita harus update? karena bisa jadi kamu diminta lagi melengkapi dan agak ribet atau menghambat granted-nya visamu. semisal Tes kemampuan bahasa inggris jenis TOEIC dahulu masih diperbolehkan, tetapi sekarang dipermasalahkan dan beberapa teman saya harus mengulang lagi tes Toefl yang artinya mem-pending kelancaran pengurusan visa.

ok harusnya itu dibahas di akhir ya tapi gak apa-apa deh.

Kalau kamu tertarik untuk tinggal selama setahun dan bisa berpetualang/traveling/backpaking sambil bekerja inilah visa yang mungkin cocok buatmu. tinggal di negara maju dengan gaji $ perjamnya bisa membuat kamu tergiur. entah apapun alasan kamu tapi berkeja di sana sesuai peraturan yang diperbolehkan dan sesuai kapasitas WHV holder akan memberikan sumbangsih besar untuk membiayai biaya yang kamu perlukan.

selain mendapatkan uang untuk mendanai hidup dan traveling kita, sebenarnya benefit lain bisa kita dapatkan; tentu saja pengujian mental, penguasaan bahas asing, pergaulan international, new mind set, dan mendapatkan apa yang membuat kamu tertarik misalnya pada pendidikan atau pelatihan-pelatihan.

saya sendiri ingin keluar dari zona aman, keluar dari usaha orang tua dulu, saya seperti benalu yang hanya memberi sumbangsih tidak terlalu besar tapi merasa sudah memberi besar, menguji mental saya seberapa mampu saya berjuang, makanya sebisa mungkin saya itu berusaha untuk mandiri tidak tergantung pada teman, tidak ada teman pun saya harus jalan dan berusaha sekuat tenaga. karena saya merasa kelak ketika saya memiliki sebuah usaha, saya sudah kuat mental. karena saya tinggal di keluarga yang memiliki usaha rumahan tentu saja harapan mereka, semua itu akan diwariskan ke anak-anaknya termasuk saya yang sudah 3 tahun ini benar-benar banyak turun di usaha mereka.

mengapa? selain saya ingin traveling ke berbagai negara termasuk Australia saya ingin setiap perjalanan saya kedepanya itu membawa manfaat pada saya bukan sekedar mengunjungi tempat wisata, foto-foto, selfie, eksis di media sosial mempublikasikan foto dengan nilai-nilai di dalamnya, tapi saya ingin kalau jalan-jalan keluar itu sambil melatih kemampuan lain, misal cooking clas, atau creativity class. jadi saya rasa WHV cocok untuk mendapatkan banyak benefit itu.

sejak saya traveling pertama kali dan jalan ke beberapa negara saya menjadi semangat untuk melakukan apapun, saat kuliah saya menjadi sangat antusias, saya jadi ingin menulis, ingin membaca banyak hal dan ketertarikan pada hal lain. selain itu saya juga akhir-akhir ini bisa beraktualasasi menjadi volunteer untuk anak-anak dan betapa saya sangat konsen ketika saya sehabis KNM sangat ingin membantu banyak anak dalam hal pendidikan. itu hal yang termurah dan terasyik menurut saya.

saya pun menjadi semangat untuk mau menabung uang dan bekerja pontang-panting untuk membiayai perjalanan saya yang dilakukan setahun sekali. belum banyak negara yang saya kunjungi tapi saya bisa mendapatkan aura semangat dan antusias terus menerus. paling akhir-akhir ini saya jadi pemurung dan pemarah mungkin karena kurang pikenik.

alasan lainya saya ingin WHV ya mungkin bisa bekerja di tempat-tempat yang mungkin saya sukai, misal di restaurant, saya bisa memasak dan memegang peralatan dapur yang mana saya suka sekali memasak meski jarang dilakukan di rumah, membuat kue-kue yang cakep, atau saya juga bisa kerja di farm, melihat perkebunan dan buah-buahan atau sayuran tumbuh bermekaran dan setiap pagi melihatnya dihinggapi embun, rasanya saya sudah tidak sabar lagi menunggu.

alasan lainya lagi saya bisa banyak belajar di sana, belajar di tempat kerja atau pun ambil-ambil kursus yang saya sukai.

namun diantara harapan itu selalu ada terbesit rasa pesimis dong, ya pasti kalian juga mengalami, apa yang kalian pikirkan pasti saya juga pernah memikirkanya.

nah adanya WHV juga untuk pertukaran budaya, tapi saya yakin juga sih tidak semua bisa mempresentasikan sebuah budaya secara gamblang. ya pake batik lah minimal, hehehehe.

nah untuk lebih lengkapnya mengenai prosedur, tata cara mendapatkan visa, langkah pertama yang saya lakukan adalah:

1. membaca dengan benar-benar, sampai mengerti dan khatam dalam otak apa itu working holiday visa. kalian bisa melihat dan membaca terlebih dahulu di google dengan key word WHV.

2. bergabung dengan grup Whv yang ada di Indonesia atau grup lainya biar kita tahu apa yang mereka obrolkan mengenai whv atau berkenalan dengan orang-orang yang sudah mendapatkan whv.

3. dengan melakukan kedua hal diatas, kamu jangan menanyakan hal-hal dasar ke sebuah grup, pasti yang ada kamu bakal disemprot kalau pun tidak rasanya kamu harus tahu diri bahwa orang juga bosan kali karena sudah ratusan bahkan ribuan orang menanyakan hal yang sama padahal hal itu bisa terjawab dengan kamu membaca.

4. setelah tahu bagaimana caranya kunjungi situs Dirjen Immigrasi Indonesia semua informasi dan step-step awal yang kamu inginkan ada di sana, kamu resapi dan benar-benar pahami, semua dokumen lengkapi dan hindari pemalsuan dokumen karena akan mengahambat orang lain atau kelak kalau ketahuan akan merusak citra dirimu bahkan bangsa ini. Step ini bisa cepat bisa juga lambat (rata-rata 3 bulan untuk mendapatkan hasilnya)

5. setelah step itu kamu lalui kamu bisa download form 1208

6. step kedua adalah saatnya kamu untuk lodge visa kamu melalui kurir yang akan mengantarkan dokumen kamu ke Australian Embassy. pastikan semua dokumen kamu terupdate.

7. kamu bisa lihat status dokumen kamu di website AVAC/VFS kamu yang sudah dikasih tau tatacaranya oleh petugas yang menerima dokumenmu.

8. menunggu email dari Australian Embassy mengenai permintaan untuk medical check up. email berisi form identitas kamu yang harus dilampirkan saat cek dan alamat rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani tes tersebut.

9. melakukan medical check up di rumah sakit yang dituju dan yang mudah kamu jangkau

10. tunggu sampai visanya keluar bisa lebih cepat bisa lebih lama tergantung officer yang menangani.

ok kurang lebih seperti itu ya stepnya.

sekarang pengalamanku ya.

1. september 2014 saya sudah mencari-cari jadwal tes toefl ITP yang sertifikatnya dikeluarkan oleh ETS dan ini sertifikat termurah yang diperbolehkan untuk apply whv. tidak semua tempat kursus bahasa itu ditunjuk oleh ets. ada beberapa tempat dan biasanya banyak di kota-kota besar. kamu bisa mencari di google dengan key word “lembaga untuk tes toefl ITP”. saya daftar via telpon dan internet.

berikut riwayat tes saya (nilai yang diterima minimal 450):
Oktober : Lembaga bahasa UI dengan nilai 440
Desember : ILP Veteran (437)
Januari : Ies Foundation (430)
Februari : Nembak Sertifikat toefl ITP dan saya buang karena hati saya menolak untuk memalsukan sertifikat, langkah ini diambil karena saya sudah kesal dengan nilai yang selalu kurang.

ikut tes lagi di Lembaga bahasa UI (420) mungkin saat akan tes saya stres harus nyari dulu tempat kursus dan saya pilih kembali ui yang mungkin bisa membuat saya tidak stres sebelum ujian karena sudah tahu.

Maret : Ies Foundation di UHAMKA dan nilai saya gede (460) saya mendapatkan sertifikat biasa seperti kuitansi dan brown cirtificate tambahan. tesnya juga di kebayoran baru UHAMKA yang jelas-jelas saya juga gak tahu, tapi saya coba tenang terus selama perjalanan dan rilex.

gila ya saya udah berapa kali tes (5*Rp.350.000)
saya prustasi karena nilai toefl saya jelek terus padahal saya belajar terus tapi ya begitulah. di tes terakhir kalau saya tidak mendapatkan nilai bagus maka saya akan pilie TOEIC tes.

karena saya menyadari bahwa nilai reading saya buruk, maka saya fokus di reading. ketika latihan saya selalu mendapatkan angka setengahnya dari seluruh soal per part jadi saya tahu kemampuan saya tiap part bisa lah benar setengahnya meski belum setengahnya banget. cuma 20 keatas dikit ditiap bagian saya sudah bisa kecuali reading.

tip mengerjakan reading cukup simple dan saya coba pahami dan latihan ke beberapa soal dan ya saya cukup menguasai bagian reading dan saya enjoy ketika menjawab saat tes. saya pun gak menyangka malah akan mendapatkan sertifikat tambahan, karena yang mendapatkan nilai 460 akan mendapatkan brown certificate.

sudah lega tapi saya belum bisa ikutan wawancara, jadi jumat keluar panggilan wawancara dan nama saya keluar, sabtu saya tes toefl dan senin wawancara dimulai. gimana saya bisa ikutan, orang belum lengkap semua dokumenya. padahal sebenarnya bisa saja saya ikutkan karena ada juga teman-teman lain yang menyusulkan dokumenya.

2. daftar online di website dirjen immigrasi. selama saya ikut tes toefl saya juga sudah mendaftarkan diri di website immigrasi yang linknya sudah saya masukan di atas.
semua identitas dimasukan dan nilai toefl (saya masukan nilai yang dari kampus), uang tabungan juga saya masukin asal dengan perkiraan bahwa saat dipanggil tabungan saya akan segitu.

januari saya daftar dan dipanggil pada bulan maret namun tidak bisa hadir di gelombang 52 dan ada orang yang menggantikan saya. kemudian di gelombang berikutnya peraturan baru tidak boleh menggantikan orang lagi padahal semua dokumen saya sudah lengkap. saya pun galau pengen ikutan wawancara cepet. beruntungnya saya setiap bulan memastikan untuk mendapatarkan diri lagi dan saya termasuk ke gelombang 55 yang melakukan wawancara pada 11 mei 2015 alhamdulillah sekali.

3. selama beberapa bulan bahkan setahunan saya sudah rajin nabung, transaksi keuangan saya juga banyak dilakukan lewat ATM agar cashflownyabagus dan saya tidak perlu mengendapkan uang selama 3 bulan untuk tetap pada posisi 50 juta lebih (syarat WHV adalah memiliki dana AUD$5000 sebagai jaminan). setelah saya lulus kuliah saya memang memegang usaha orang tua dan semua keuangan saya yang manage jadi saya bisa menabung-nabungkan uang mereka di tabunganku.

4. panggilan wawancara datang dan saya siap, 11 mei saya pergi ke jakarta dengan membawa semua dokumen yang diperlukan. FORM imigrasi yang bisa di download (maaf saya lupa linknya), foto 4*6 terbaru dengan latar belang putih, pasport, KK, KTP, Ijazah, Nilai Kuliah, Buku tabungan, sertfikat toefl. semua difotocopy dan dibawa yang aslinya kemudian masukan ke dalam map biru dan disusun sesuai yang diminta di website immigrasi.

ingat pastikan semua dokumen lengkap dan benar biar kamu yakin akan mendapatkanya. meski kamu percaya diri tetap saja kalau tidak lengkap tidak akan mendapatkan SRPI atau surat rekomendasi (SRPI gratis tanpai pungutan apapun).

pastikan tabungan yang kamu bawa sudah dalam 1 rekening dananya, kalau ada transferan besar bawa aja tabungan yang mentransfer bahwa uang bersumber dari tabungan itu. tabungan keluarga yang dilampirkan haruslah satu KK dengan kamu.

Selama saya nunggu saya mengobrol bersama teman yang berkenalan melalui media sosial.
Pernah saya merasa nama saya dipanggil tapi ternyata bukan saya, malah orang itu cewek. Pas saya duduk di meja pa adit nama, ternyata bukan saya. Malu dong masa cewek yang datang cowok. Hahaha dia pun senyum.

Pada saat saya mau cuci muka dan sudah mengeluarkan sabun cuci muka tiba-tiba nama saya dipanggil dan segera masuk ke ruangan wawancara.
Saya diwawancarai oleh pa Adit.

5. gelombang 52 surat rekomendasinya belum keluar padahal jadwal wawancara gelombang 55 sudah muncul. semuanya memiliki pemikiran masing-maisng sampai-sampai ada yang mengira ini dampak dari hubungan Indonesia dan Australia yang semakin memburuk karena kasus hukuman mati pengedar Narkoba.

akhirnya banyak yang galau karena gelombang terakhir yang wawancara adalah gelombangku. aduh saya bersyukur banget, gimana kalau gak keluar pasti makin galau lagi. itu pun sudah berdoa sangat kenceng dong biar keluar

tapi akhirnya setelah 3 bulan pas anak-anak gelombang 52 menunggu dan keluar. keluar serentak dan beberapa hari berikutnya baru gelombang 55.

6. mengisi form 1208. karena english saya gak bagus-bagus amat dan bagi saya membaca form itu sungguh membingungkan akhirnya saya lampirkan dengan harapan bahwa mungkin nanti bisa dibantu saat lodge. malu juga banyak tanya sama orang dan belum tentu mereka baca sungguh-sungguh.

7. saya harusnya dulu ikutan gelombang 52 tapi kebawa 55 tapi ternyata pada tahap selanjutnya saya bisa ngurus-ngurus bareng mereka, hehehehe.
begitu saya mendapatkan Surat rekomendasi pada 1 juli besoknya saya langsung ke AVAC

lodge ke avac.
saya memprint Surat rekomendasi di kertar a4 harusnya F4 (keteledoran saya yang gerasak-gerusuk)
Form 1208 print a4
persayaratan lain terupdate sesuai yang kita bawa saat wawancara.

saat lodge semua diperiksan dokumen apa saja yang kita sertakan, tidak diperika yang asli, hanya paspor aja yang diminta untuk dilihat. cukup cepat pelayananya, saya pun membayar cahs biaya visanya sebanyak 4.8 juta.

saya menolak jasa notifikasi lewat sms yang seharga 25 ribu karena semua informasi pasti masuk ke email kita langsung dari kedutaan. akhirnya saya dikasih tau cara mengecek sendiri secara manual dan ketika saya cek, dokumen saya tiba di kedubes itu keesokan harinya.

sampai rumah saya baru sadar dan bertanya mengenai beberapa kolom, wah ternyata ada yang salah, saya makin gusar dong dan takut gak granted tapi ternyata gak masalah. (efek grasak-grusuk).

8. seminggu kemudian tanggal 10 saya mendapatkan HAP ID (sebuah nomor ID untuk melakukan Medical Check up). saya pilih ke kemayoran dan saya tak mau menundanya lagi. selang beberapa hari karena weekend saya ke jakarta untuk chenck X-ray dengan biaya 150.000 dan gak lama juga. ramah-ramah orangnya.

saya juga deg-degan takut kenapa-kenapa padahal saya tak punya riwayat sakit parah gitu. hahaha selalu aja ada rasa pesimis.

9. lebaran tiba dan itu artinya pending beberapa hari. tapi kedubes begitu rajin sekali mereka cuma libur 3 hari doang. temanku sudah ada yang dapat visanya padahal medceknya itu setelah saya. makin galau dong apa jangan-jangan visa saya granted atau nggak. haduh

10. dan pada sore hari akhirnya visa saya granted.

11. saat proses lodge saya sudah cari-cari tiket pesawat dan ada yang cukup murah di awal agustus, saya tahan-tahan nggak beli. pas visa granted tiket udah mahal, haduh rasanya tuh nyesek ke ulu hati. akhirnya dengan bersabar dapat juga tiket murah padahal sebelumnya harganya mahal. pagi ini saya mendapatkan tiket 1.9 juta untuk keberangkatn bulan depan. padahal saya pengen banget lebih cepat. yasudahlah saya diem dulu dan bersabar.

12. setelah saya lodge saya berani untuk ambil beberapa uang dari bank, bahkan tersisa hanya 25 jutaan. saya takut gak granted karena uang saya ambil tapi beberapa orang juga gak masalah mengambil uang saat lodge bahkan banyak yang granted.
akhirnya syaa bisa mengembalikan uang-uangnya ke orang tua, mereka tak tahu bahwa saya memiliki tabungan sebanyak itu, bahkan sekarang mereka gak nyangka selalu saya kasih uang bebrapa juta (mereka mikir ini uang apa, abis lebaran kan belum ada yang jualan, saya jawab itu uang tabungan yang selama ini dikira gak dapat untung usaha karena tidak ada uang sisa banyak). hehehhe

alhamdulillah.
sebenarnya saya banyak was-was dan gerasak-gerusuk kali ya atau ngebet pengen cepet-cepet kesana. makanya jadi begitu. bisa jadi saya terlalu ngarepin dapat makanya takut kecewa dan mungkin bisa stres. apalagi ngorbanin 5 juta gak enak. tapi dapat juga akhirnya.

banyak juga rupanya yang galau sekarang. ya mau gimana lagi, yang belum lengkap kudu dilengkapi lagi. asal lengkap pasti nanti juga granted. dan menurutku ini cara paling mudah untuk merasakan pengalaman tinggal di luar negri.

semoga tahapan selanjutnya berjuang selama setahun akan luar biasa dan dapat memberikan pengaruh banyak buatku.

belum lengkap ceritanya tapi sudah lelah ngetik.

thanks ya sudah baca.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s