Melepas

pagi hari saya terbangun, karena panggilan alam. terlalu banyak makan sambal malam sebelumnya. Bibi saya datang dan kami berbincang sebentar, dia ingin mengantarkanku ke airport bersama 2 pamanku, eko sahabatku dan kedua orang tuaku. kebetulan sekali itu adalah hari minggu, saya memindahkan jadwal penerbanganku lebih awal dengan menambah biaya extra hampir 2x lipat. bayangkan saya menggunakan air asia 1.9juta (tiket pertama) + 1.4 juta (biaya tambahan tiket baru) + 600 (biaya reschedule) untuk one way saja ke Darwin.

kami pergi jam 4 kurang dan tiba di airport setelah adzan subuh, lebih cepat ternyata. padahal penerbanganku itu jam 10 pagi. kami berbincang-bincang di sekitar mesjid terminal 3 dan sarapan. pada jam 6 ayahku duduk menjauh, akupun mendekatinya karena mungkin itu waktu yang tepat untuk berpamitan.

saya mendekati dia dan berkata “pa ujang minta maaf, minta izin.” saya pun terdiam, lupa mau bicara apa lagi, hanya menunggu dia berkomentar.

ayahku memberi nasihat dan saya lupa tidak memutar rekaman suara. ayahku banyak memberi nasihat. intinya supaya saya mendapatkan ilmu bukan materi yang dikejar. saya haru lebih toleransi karena semua orang beda karakter, hilangkan egoisme yang terlalu besar, jangan mengharapkan balasan dari orang yang kita beri kebaikan karena balasan dari ALLAH bisa datang dari mana saja, jangan sombong (padi yang berdiri keatas merupakan padi kosong, sedangkan padi yang berisi akan merunduk), gak usah khawatir kamu gak sukses, yang penting kamu udah berusaha melakukanya, dan banyak hal lainya.

setelah jam 7 pagi kami masuk ke terminal 3, tak lupa berfoto dan saat berpisah saya memeluk mereka. terlihat mata mereka berkaca-kaca penuh air mata, sedangkan saya biasa saja. ada perasaan gak enak hati akan jauh dari mereka, tapi ini keinginan saya, saya harus pergi untuk merasakan pengalaman baru.

beberapa waktu sebelumnya saya sudah mendapatkan seseorang (Pa Rudi) yang akan menampung saya untuk beberapa waktu di Darwin, saya senang karena tidak memiliki teman atau keluarga disini, meski ada perasaan tidak enak hati.

Alhamdulillah penerbanganku berjalan dengan baik dan saya selamat sampai tujuan. ketika tiba di Airport saya juga bertemu beberapa orang Indonesia. ada pasangan suami istri beserta anaknya yang dikenalkan pa Rudi dan memakai pesawat yang sama dari Bali. saya menemukan mereka dan bersama-sama ikut mobil pa Rudi.

tiba di rumah yang nyaman dan lengkap. pa rudi memperkenalkan istrinya, kemudian dia menunjukan beberapa hal yang ada di rumahnya, ada 2 orang Indonesia dan 1 Philifine. setelah itu pa rudi mengajak saya ke super market, senang rasanya.

kembali ke rumah dan kami mengobrol, ada mba Desi juga (salah satu orang Indonesia). kemudian kami beristirahat.

jam 5 pagi saya sudah bangun dan membereskan keperluan saya. saya cek handphone dan memasukan pasword wifi, lalu mandi pagi.

duduk di meja makan dan orang Philifine mengobrol banyak denganku, alhamdulillah saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanya. dia pun menyiapkan sarapan untuk kami dan kami makan bersama dengan scramble egg dan ikan asin goreng yang renyah. yah lumayan enak.

sambil liat-liat kerjaa di gumtree, nulis-nulis dulu ya,, heheh tulisan seadanya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

2 comments

  1. Alhamdulillah ada Pak Rudi sehingga bisa “menampung” sementara 🙂 terus menulis Arip dan semoga perkelanaan di negeri Kangguru selalu dimudahkan Allah Swt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s