Kudu Siap Banting Tulang

iya sih lihat gaji yang di dapat temen-temen yang sudah bekerja dan berlibur di Australia itu menggiurkan. saya saja lama-lama jadi money oriented, berapa yang harus di dapat target gaji perminggu yang harus di dapat. tapi saya selalu berpikir, mana mungkin orang ngegaji lumayan besar tapi tuntutan kerja biasa saja.

kalau yang mau bekerja atau tinggal di australia kayaknya pasti lebih kenal gumtre dari pada dirinya sendiri. kenapa tidak? lah disana itu banyak sekali informasi. apa saja yang kamu butuhkan ada di sana, dan kayaknya gumtre ini selalu bergandengan dengan facebook kalau yang sedang mencari kerja. selalu di refresh agar ada list kerjaan yang available untuk diambil. mungkin nanti saya akan lebih sering buka tuh website dari pada buka kitab suci. hehehehe

kata orang kerja casual yang boleh diambil oleh pemegang visa bekerja dan berlibur itu hanya yang casual saja, jadi saya memang sudah siap dengan hal itu. saya sih gak gengsian kalau kerja, malah saya di rumah saja mau tuh ngerjain yang ecek-ecek. gak merasa tinggi derajat udah punya gelar sarjana, toh saya pun merasa gak jadi ahli ekonomi, malah saya bingung apa yang saya dapat dari kuliah. it was not make me confident.

bagi saya yang suka tidur di lantai, rumah jelek, kondisi rumah panas, suka dimarahin terus, bisa masak, nyuci juga bisa, bantuin bangun rumah, jadi pekerja keras nyetak kerupuk, ya pokonya apalah. saya merasa sudah pede dengan mental kerja keras.

waktu itu saya pikir, bodo amat bahasa inggris saya gak terlalu bagus, yang penting orang gak menyesal kalau saya kerja di tempatnya. tapi nyatanya semua orang ini dipandang sama, sederajat. sebagus apapun karakter yang kamu tulis di cv kamu berlum tentu juga menentukan semua itu, karena pada akhirnya yang sangat diperhatikan itu penglaman kerja, dan referensi untuk awal-awal kerja, setelah kerja mungkin akan dilihat cara kamu kerja, dan cara kita kerja yang akan menentukan bertahan atau tidak.

saya itu menyepelekan juga ya cara hidup nanti disana, asal dapat visa dan mau bekerja itu sudah modal besar. memang benar dan sangat benar sekali. ini saya ngomongin diri sendiri ya.

saya datang kesini ditawari kerja part time yang seminggu itu dapat jatah hanya beberapa kali saja. hari ini adalah hari pertama saya kerja di australia.

saya kerja di rumah seseorang yang seperti rumah kosong dan lama ditinggal. banyak sekali dedaunan dan sarang laba-laba kecil. awal kerja saya harus bersihin pelepah dan menyapu dedaunan. karena saya banyak nganggur di rumah beberapa bulan terakhir, 2 jam sudah cukup capek juga ngerjain itu. dimulai dari jam 10-12 pm.

lalu kami balik ke rumah, jam 2 an saya keluar menuju causarina shopping centre. saya sudah berkeliling dan lihat-lihat toko, selama jalan itu banyak sekali asian yang seperti indonesian. saya agak malu sih dan kikuk gitu kalau papasan. lalu ke bagian makanan, saya hanya berkeliling melihat beberapa toko, lalu senyum pada petugas yang ada di tempat restoran, mau drop cv tapi malu. beberapa toko saya lewati dan tidak ada yang saya tanyain lowongan kerja. saya malu dan gak pede.

lalu saya keluar dari tempat itu dan menelpon teman, anak-anak muda yang bandel. cewek-cewek merokok dan urakan gayanya. buang sampah sembarangan. tapi saya terus saja mengobrol dengan teman.

panggilan berakhir dan saya jalan ke sebrang, mungkin ada lowongan kerja. terlihat ada toko dengan cat berwarna biru. ketika saya jalan tiba-tiba menemukan tulisan di kertas A4 seperti ini

i wpid-p_20150811_152747.jpg

kaget dong. saya langsung masuk dan bertanya ke karyawanya. kemudian saya memberikan cv ke wanita yang tidak mencukur habis kumisnya, karena ada satu bulu tersisa.

saya pun pulang, ada sedikit masalah dengan pintu tapi beruntung sekali gak kenapa-kenapa. saya sudah lemas dan takut.

jam 8 malam saya diajak ke TIME out Gym di CBD Darwin. inilah pengalaman jadi cleaning saya di tempat bisnis.

namanya tempat gym, banyak cowok berotot dan sedang membantuk otot. pada tinggi-tinggi pula. sempurna banget ya ALLAH nyiptain mereka. bikin iri hati.

saya kerja hanya pake celana pendek, kaos dan sendal. pertama pa Rudi memberi arahan bagaimana dan apa saja yang harus dibersihkan. “waduh kalau training kayaknya seperti ini dehk. gimana kalau yang trainernya itu pake bahasa inggris, apa saya bisa mengerti.” saya pun banyak dikasih tahu oleh pa Rudi dari cara ngevacum, ngepel dan membuat air cucian pel. 3 ruangan besar saya vacum dan pel juga tangga serta lorong-lorong. semua dilakukan dalam 2.5 jam.

setelah itu kami pulang dan saya ngeblog.

Nilai-nilai : saya kudu mau bertanya cara kerja yang bener dan efektif, harus mau belajar.

ahkk segitu aja dulu ya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

3 comments

  1. Kalo kerja di Gym bisa ikutan nge-gym dong Rip? pulang-pulang perutnya Arip udah kayak papan penggilesan, kotak-kotak hahaha. Seru sekali ngikutin perjalanan WHVnya arip. Sumpah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s