Seminggu di Darwin

tepat seminggu dan today is independent day for Indonesia. semoga Indonesia makin jaya dan mental-mental orang-orangnya makin mantap lah. dari kemarin banyak sekali yang posting mengenai tindakan seorang pesepeda yang mencoba mengatur lalu lintas jalan karena ada konvoi motor gede. lebih tepatnya didominasi oleh pengguna motor Harley Davidson yang terkenal mahal. saya sempet bergetas dan marah melihat aksi semacam itu, disusul kemudian ada status dari mabes polri yang mencoba menjelaskan kepada masyarakat siapa saja yang berhak dikawal di jalanan. OK bisa jadi mereka menang, tapi orang juga mikir kali, hal itu apa pentingnya? bukankah itu cuma komunitas yang sedang menikmati kegiatan mereka saja, merasa eksclusif di jalanan.

semakin kesini saya semakin jengah saja dengan pertelevisian dan media Indonesia yang isinya membawa aura negatif semua. saya kadang kesal dan ingin membanting sekali tv atau gadget lainya. kadang saya membawa nama agama kalau lagi kesal, karena mayoritas negara Indonesia itu Islam tapi kok saya lihat tidak Islami banget. maksud saya islami banget itu tidak melulu harus ada acara yang isisnya dakwah, tapi dalam menjalankan hidup ini kok gak mencerminkan Al-quran banget. bukan berarti pencerminan itu terlihat dalam busana, seperti ustadz yang diendorse beberapa merk, tapi lebih ke nilai-nilai, cara hidup, pandangan, tingkah laku, habitual, sosial, dan apapun namanya itu.

kadang saya suka melihat negara-negara maju yang sepertinya lebih idealis atau ketika saya jalan-jalan di negara-negara yang sudah mulai tertata rapi, seperti Thailand, Malaysia, dll. dari dulu saya memikirkan beberapa hal yang harusnya ini tercermin oleh muslim-muslim Indonesia.

  1. Hidup berdampingan dengan mahkluk lain.

Allah ciptakan bumi dengan seluruh isinya, bahkan dalam Al-quran kita dilarang membuat kerusakan. tapi saya jarang sekali tuh melihat burung-burung berterbangan bebas, pagi hari bernyanyi, tupai-tupai mendekati manusia mencari-cari remah-remah makanan manusia dan berani mendekati manusia dan contoh lainya.

di India saya menemukan beberapa park yang enak untuk santai-santai. saya bisa melihat tupai-tupai berkeliaran dan tak takut dengan manusia, lalu saya lihat di thailand banyak sekali burung-burung terbang bebas tanpa terganggu, saya juga melihat postingan teman-teman tentang jepang yang begitu indahnya sampai ikan-ikan koi bebas berkeliaran di selokan kecil dan tertata rapi, hari ini saya di Darwin banyak sekali binatang liar yang tidak terusik dengan keadaan sekitar.

saya juga melihat alam-alam negara lain tertata rapi, hidup bisa berdampingan dengan alam, danau terpelihara, hutan juga terpelihara, nampak indah untuk dijadikan objek. seolah semua dipelahara dengan cinta.

2. Bijaksana dalam Konsumsi

saya memang dari dulu suka sekali melihat acara-cara di DAAI TV, mereka itu sangat konsen menjaga lingkungan. bagaimana kegiatan mereka sangat positif, salah satunya mendaur ulang barang-barang.

setelah saya jalan-jalan ke luar negri pada 2012 saya pun semakin menjadi sangat peduli, saya tak berani membuang apa yang jadi pembungkus makanan, sampai-sampai ada beberapa makanan yang membusuk di salah satu tempat di tas saya, belum cangkang-cangkang pelastik kecil-kecil yang banyak di saku.

saya pun kemana-mana suka bawa air minum dari rumah, saya tidak konsumsi ice karena membuat ice itu membutuhkan listrik, saya bawa tempat makan kemana-mana untuk beli makanan, dan saya mengkoleksi pelastik bekas beli sesuatu, bahkan saya pintai dari teman-teman yang ingin membuang pelastik pembungkus padahal tidak ternoda sama sekali.

saat ini saya di darwin, setiap super market tidak memberikan wadah. mereka menjual pelastiknya juga dengan cukup mahal, oleh karena itu orang-orang di Australia ketika niat berbelanja selalu membawa pelastik bekas dari rumah. pelastik yang mereka jual dan sediakan memang kualitasnya bagus dan harganya agak mahal untuk ukuran harga pelastik. tapi perilaku manusia yang terbentuk dari pola seperti ini adalah membuat mereka menggunakan kembali pelastik-pelastik sebelumnya untuk berbelanja. ini yang saya dambakan selama ini.

saya melihat teman-teman saya di Indonesia itu kadang malu kalau belanja gak bawa pelastik, gak mau tasnya disisipi bekas cangkang pelastik makananya, gak mau buang sampah ke tempat sampah, gak mau bawa-bawa wadah makanan dan minuman karena disangka anak TK, maunya selalu makan di luar rumah, dan banyak lagi.

mereka lebih senang menghina orang lain, mengatai orang lain dengan bahasanya sendiri. tapi andai mereka tahu bagaimana perilaku orang-orang di negara maju tentu mereka malu.

mungkin kita ada perasaan malu, ketika belanja menolak untuk memakai pelastik dan meminta memasukan ke pelastik yang kita bawa, atau memasukan ke tas saja tanpa dikasih pelastik, mungkin kita pernah jengkel sama orang yang pernah mengatai kita kaya anak TK/SD bawa bekal dari rumah, atau kaya pemulung yang koleksi botol bekas minumnya di dalam tas, kaya tukang sampah karena tasnya banyak bekas-bekas pelastik makanan.

tapi apakah kita harus marah, saya yakin kamu menjelaskan sesuatu kalau orang itu tidak tertarik mendengar bahkan tidak terbiasa mendengarkan orang lain atau melihat nilai positif dari orang lain, penjelasan sebanyak apapun akan percuma.

tingkah laku baik kamu mungkin tidak ada gunanya diantara banyaknya mayoritas, tapi nilai unggul kamu mencerminkan pola pikir kamu dan pengaruh apa yang kamu lihat dan renungkan dan menurutku agama islam yang dianut banyak orang Indonesia harusnya telah menerapkan hal itu karena banyak penjelasan dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang cara hidup.

3. Menjelakan orang lain.

ada istilah ‘fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, jaga mulut dalam bergunjing, jangan menyebar keburukan orang lain, dll.” tapi apa yang terjadi di Indonesia, nonton tv 24 jam ada berapa tayangan gosip, belum acara beritanya yang isinya saling serang-menyerang, memberitakan kabar-kabar negatif, tulisan-tulisan yang mengadu domba bertebaran, orang lain kebingungan mana yang benar sedangkan dia lebih suka orang yang terlihat soleh atau berlabel agama, dan banyak lagi.

di Negara maju yang kata orang-orang muslim itu banyak kafirnya malah jarang bergosip, mereka menceritakan sesuai fakta dan tidak menambah atau mengurangi, itu yang saya dengar dari seseorang Indonesia yang tinggal di Darwin.

hal ini menjadi kebiasaan, bahkan sering terjadi di media sosial, apalagi dilakukan oleh public figure, semakin disoroti oleh media televisi, kadang puyeng dan jengkel.

apa ini gambaran negara yang mayoritasnya beragama Islam.

4. Sikap Adil

saya membaca beberapa dan mendapatkan penjelasan langsung dari orang-orang yang tinggal di Australia  bahwa pemerintah Australia itu adil, mereka akan memberikan apa yang menjadi hak kita, apapun itu.

belum lagi mengenai aturan dan hukum yang ada, misalnya kita melanggar lalu lintas, tanpa macam-macam denda datang ke rumah, kalau kita gak bayar ya kita gak bisa melakukan beberapa urusan yang berhubungan dengan itu, misal kita gak bisa memperpanjang pajak kendaraan. setiap warga terdaftar dan tersistem pada satu identitas, hebat ya.

begitupun dengan pengurusan apapun, tidak banyak prosedur yang harus dilalui, tinggal mengikuti apa yang diminta semua bisa dilakukan dengan mudah. beberapa teman saya mengurus surat kelakuan baik hanya secara online, tinggal bayar dan selesai dalam satu hari saja. prosesnya bahkan hanya beberapa menit ketika daftar.

saya tak perlu lah membahas bagaimana kita ribetnya mengurus keperluan di Indonesia. kamu bisa menggambarkannya sendiri.

5. memperhatikan anak

anak itu bagaimana orang tua mengarahkanya kan, sekarang di negara kita banyak sekali masalah anak-anak, baik yang terpublish ke media ataupun yang terjadi di lingkungan sekitar. terakhir yang saya pikirkan adalah mengenai anak yang suka menghirup lem aibon atau ngelem.

padahal dalam Quran orang tua itu memiliki peran penting dalam perkembangan anak, namun kenapa banyak sekali problem ya. seolah banyak sekali problem yang muncul, A tidak terselasaikan, B juga, C juga, D juga. aduh banyak sekali.lu

di Australia anak sangat dilindungi, bahkan ketika anak mendapat perlakuan buruk, kalau melapor si anak akan dirawar oleh negara. belum lagi setiap blok area atau kawasan rumah itu memiliki taman bermain anak. di taman itu juga ada aturan di larang merokok.

benar-benar dilindungi ya.

masih banyak sih tapi saya lupa. semoga penjelasan saya ini tidak menyinggung siapapun dan bisa bermanfaat buat saya sendiri terutama dan semoga teman-teman bisa share apa yang pernah teman-teman alami atau tahu untuk kemajuan bangsa dan pola pikir.

semoga ulang tahun Indonesia yang ke 70 semakin mantap dan agama bisa mencerminkan sesuai apa yang dijelaskan dalam kitabnya.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s