Pencuci Piring

Pekerjaan ini mungkin rendah, apalagi saya lulusan universitas. Tapi alhamdulillahnya saya tak begitu pengen mengagungkan pendidikanku. Gak ngotot harus kerja di perusahaan dengan mengandalkan ijazahku, saya ingin berkarir sendiri dengan membuka usaha jadi saya enjoy aja tuh kerja jadi buruh kasar bahkan terus saya lakukan di pabriku juga.

Kini saya sedang menjalani working holiday dengan working holiday visa yang diberikan Australia. Sebagian orang memang berniat menjelajah benua ini tapi saya memiliki pemikiran sendiri travelingku saat ini adalah saatnya saya mengeksplore kemampuan dan belajar dari bawah bagaimana kerja dibawah pimpinan orang lain

Sebagian orang, bahkan ayahku bilang bahwa kamu harus merasakan bagaimana kerja pada orang lain. Selama ini saya kerja dibawah pimpinan ayahku sendiri tapi saya sering menentang omongan ayahku dan bekerja sesuai nalarku. Saya pikir asal kerja cepat, gaji sesuai (besar), produksi terpenuhi yaudah gak usah ngomel-ngomel. Kami sering cekcok di rumah, komunikasi kami dalam usaha terasa semakin buruk, saya bukanlah periang ketika di lingkungan usaha ayahku.

Beberapa tahun terakhir saya berpikir keras, usaha apa yang bisa saya tekuni, padahal kerupuk di depan mata. Saya tertarik dengan beberapa bidang seperti membuka cafe, usaha bidang kerajinan atau pendidikan. Lalu saya nyemplung ke aktifitas relawan, menjadi seorang guru yang membawa faktor seni, motivasi, dan attitude yang ingin dibenamkan pada anak.

Kelak saya ingin memiliki usaha yang pure bisnis tapi dilain sisi pendapatan saya bisa mendanai kegiatan mendukung pendidikan anak-anak.

Tekadku semakin kuat untuk sesegera mungkin bisa ke Australia. Selain di rumah sudah mumet, semakin cepat pergi dan selesai semakin cepat juga saya beraktualisasi pada bidang lain. Di Australia saya bisa banyak belajar dari negara maju.

Ternyata benar, saya merasakan perbedaan yang signifikan mengenai cara kerja di sini dan semua sesuai ekpektasiku.

Saya merasakan bagaimana bekerja di tempat orang lain, saya jadi mau mendengarkan dan mau banyak belajar, berbeda sekali dengan di rumah, saya sering tak mau mendengarkan ayahku karena merasa benar dan sudah memenuhi targetnya. Untungnya saya dapat pekerjaan yang saya inginkan yaitu di dapur, gapapa sih saat ini masuk sebagai pencuci piring tapi dari sinilah saya bisa belajar hal-hal dasar. Semakin lama saya juga disuruh melakukan banyak hal selain cuci piring.

Petualanganku di sini lebih saya tekankan untuk belajar sekaligus bekerja. Itu penting bagi saya saat ini untuk menambah kualitas saya ketika kelak saya memimpin sebuah usaha atau terlibat dalam kegiatan usaha.

Saya harap kedepanya banyak pelajaran yang akan saya terima. Terima kasih sekali ya Allah atas jalanMu yang selalu indah dan baik.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s