What make you happy work in the kitchen?

Almost 2 months I work as kitchen hand in restaurant. All good for me, my problem is language.

Sekarang saya sudah bisa banyak bercanda dengan teman yang lainya. Mereka suka ketika saya tertawa karena sesuatu hal, kadang mereka juga jadi tertawa karena respon bodohku yang kebingungan, untungnya mereka suka dengan cara kerjaku.

Pekerjaan sebagai kitchend hand atau apapun di australia apalagi di tempat ramai bisa-bisa kewalahan tapi kalau sudah terbiasa ya asik aja, apalagi kalau suka liat dapur dan suka auranya.

Hampir 2 minggu saya kerja di 2 tempat. Tempat baruku adalah sebuah area yang menyewakan rumah-rumah kecil, wisata kolam renang, bar, restaurant, dll. Saya kerja malam hari dan lebih lenggang pengunjungnya, tapi kalau ada party bisa-bisa rame banget .

Kerasa belum bisa manage waktu dengan baik, sekarang pindah ke rumah baru juga. Agak berat ninggalin rumah pa rudi yang udah kaya rumah sendiri tapi ya mau gimana lagi. Saya pengen cepet istirahat dan gak was-was lagi kalau balik.

Hari ini aku bilang ke kepala chef di tempat ke 2 bahwa saya minta waktu break 5 menit untuk ibadah. Dia pun membolehkan. Terus ketika motongin brokoli sama kembang kol dia ngasih tau cara lebih cepat. Aku sempet ngomong ‘aku sudah cek akun bankku dan makasih kamu sudah menerimaku disini.’ Padahal sebenarnya gak penting juga sih, tapi saya sih suka pengen bilang makasih aja.

Di tempat kerja pertama saya merasakan hubungan antar pekerja yang begitu asik dan menyenangkan, setiap harinya saya semangat untuk kerja, meski ritmenya lebih sibuk. Saya selalu berdoa semoga restonya rame biar saya bisa kerja ampe tutup, soalnya kalau sepu saya suka diminta balik. Pekerjaan rutin saya selain cuci piring sebagai main jobnya adalah : bersiin wortel, iris paprika untuk salad, slice tomat, slice red onion, beriin pepaya, anterin buah jus, geserin meja, dan lipat lap..

Di tempat kerja ke 2 selain nyuci piring sebagai main job, saya bantu; motongin brokoli dan kembang kol, wadahin nasi, selalu siap nyiapin garlic bread dan garlic cheese bread, tadi diminta iris-iris bahan-bahan nasi goreng, bersiin wortel, unpack barang dan buang sampah.

Hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Jangan gunting kuku terlalu pendek.
2. Perhatikan tempat kerja, kalau disuruh ngerjain hal baru perhatikan apakah aman atau tidak, misal disuruh lap suatu alat berat, kadang kita lap dengan kekuatan besar, bisa jadi sudut atau bagian bawahnya itu bisa ngiris tangan kamu.
3. Jika tangan kamu terluka pake gloves untuk menghindari air terlalu banyak membasahi luka.
4. Pelajari dimana letak benda-benda dengan baik.
5. Belajar cara iris di youtube.
6. Memikirkan hal positif. ‘Mungkin kalau aku kerja ini, aku bisa belajar ini-itu dan akan berguna buat masa depanku.’
7. Belajar dari bos, liat cara dia memimpin dan mengatur.

Tangan merupakan bagian terpenting untuk kitchen hand. Setahun di Australia harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Gak usah ragu mengerjakan hal apapun. Untungnya saya gak pernah ribet dengan apapun jenis pekerjaan. Allah memiliki rencana pada setiap orang dan setiap orang memiliki porsi. Yang paling bagus adalah yang bisa membuat seseorang lebih bertakwa dengan sangat baik apapun latar belakangnya.

Saya jadi happy kalau kerja, bisa ngelatih kemampuan bahasa dan ternyata saya bisa juga bercanda dengan mereka..

Ahk senangnya.

Di tempat kedua malah baru beberapa hari saya sudah bisa membaur dengan mereka.

Thanks ya Allah for amazing moment..

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s