Bekerja sehari Saja di Katherine

11.41 kami tiba di pangkalan bus dan bus sudah pergi melewati kami yang berusaha memberhentikan, tiket bus seharga $51 masa terbuang sia-sia hanya karena tidak make sure timenya secara benar. Dengan segera kami (aku diantar oleh tante Rika, dan Wahab) mengejar bus ke terminal berikutnya di Palmerston dengan jarak tempuh 25 menit.

 

setibanya di terminal palmerston kami tak mendapatkan apapun, akhirnya kami pulang kembali, saya juga tak merasa rugi dengan hal itu.

 

kali ini tujuanku adalah Katherine, kota yang berjarak kurang lebih 500km dari Darwin bisa ditempuh oleh kendaraan darat dan udara. disana rencananya aku akan bekerja di sebuah farm yang memiliki jam kerja 8 jam sehari. bekerja 8 jam selama 7 hari cukup menggiurkanku, ditambah jam kerja di tempat lama sudah tidak asik lagi menurutku, dan akupun berpikir bahwa aku pergi juga masih bisa ditangani oleh staf yang lain yang lumayan banyak.

 

ketika kami beranjak balik, kami melihat bus merah greyhound dan secara spontan mobil diputar balik oleh tante Rika. akhirnya dengan tergopoh-gopoh saya bisa juga naik bus itu atas bantuan tante Rika dan Wahab.

 

 

 

kuputar radio di chanel yang kusuka, suara musik mengalun indah menemani perjalanan ini, sepanjang jalan nampak sama sehingga aku hanya bisa tertidur dengan pemikiran-pemikiran yang ada di otaku.

 

alunan musik itu terganggu oleh panggilan masuk, kupencet tombol di earphone dan kudengarkan suara seorang pria dengan berbahasa english, dia adalah headchef di tempat kerja keduaku (restoran di sebuah resort). dia menanyai keberadaanku, kenapa aku berhenti dan hal itu tidak adil baginya, diakhir kalimat dia juga mengeluarkan kata-kata kasar dan aku tidak boleh lagi berkeja kalau balik.

 

 

mata ini terlalu berat, telpon masuk barusan cukup mengusik pikiranku, namun aku sudah terlalu optimis dan yakin untuk meninggalkan semuanya. tetiba entah kenapa aku juga merasa sedih sekali, meninggalkan semuanya. air mata berderai menemani perjalanan ini.

 

tak terasa bus telah sampai di katherine, segera kuisi pulsa hape dan duduk di ruang tunggu dengan lalat yang terus mengikuti kemana-mana.

 

kutunggu seseorang yang akan menjemputku selama sejam lebih, kami mengobrol sepanjang jalan menuju camp yang nantinya jadi tempat tinggalku.

 

sesampainya disana, segera kupilih kamar dan kukeluarkan semua barang yang ada di dalam tas. di kamar tersebut sudah ada kevin. kami berbincang-bincang mengenai farm dan sebagainya, bahkan sesekali dia bilang “mati deh kita besok.” hahahahaha

 

 

 

sesekali keluar dan mengobrol, karena besok langsung kerja, aku berusaha untuk memasak nasi, awalnya biasa saja namun semakin lama bete juga karena kudu antri cukup lama. microwave yang digunakan hanya boleh satu dan setiap memasak nasi membutuhkan waktu 17 menit. berusaha tenang meski perut sedikit lapar. mie rasa tomyam dengan nasi berhasil kumakan.

 

 

bekerja di farm harus berangkat pagi-pagi buta. tidur lebih awal harus dilakukan dan dengan rasa dingin yang cukup membuat tak nyaman kaki membuat tidur ini kurang nyenyak. kevin memasang pendingin pada suhu 23 derajat, bahkan dia juga suka mengatur pada suhu 16 derajat.

 

 

riuh suara pagi membuat saya pun ikut terperanjat, segera ambil handuk dan mandi pagi, karena kalau tidak begitu, seharian kerja bisa-bisa tidak enak rasanya badan ini.

 

 

semua pekerja masuk ke dalam mobil yang mengangkut mereka menuju farm. aku berangkat bersama bosnya. keadaan sekitar masih gelap. perjalanan sekitar 30 menit menuju area perkebunan pohon dengan tinggil 4-5 meter. di pinggir jalan nampak plang denggan gambar menyerupai kangguru. “waw ada kangguru disini?”

 

memasuki area perkebunan itu nampak ada beberapa kangguru/walabi yang sedang loncat-loncat, seperti mereka memiliki pegas di kakinya dan enak mengayunkan kakinya itu. namun mereka segera masuk kedalam semak-semak dan menghilang entah kemana.

 

kami diturunkan di sudut perkebunan, aku bersama beberapa orang menunggu yang lainya. setelah mereka tiba, semua orang diminta membawa jeligen dan diisi besi dengan lengkungan diatasnya, menyerupai huruf Je jika dibalik. biar lebih mudah saya sebut paku. paku tersebut akan ditancapkan ke tanah dan mengikat pipa air sehinggal pipa terikat ke tanah.

 

pekerjaan di mulai dengan ritme yang tak terlalu cepat, kami diberi jarak 10 meter sehingga kami juga harus memastikan bahwa pipa itu alurnya disebelah batang pohon dan ranting-ranting yang disekitarnya harus dibersihkan.

 

 

jam 8 rasa haus sudah sangat tak tertahankan, penyesalan datang ketika mengingat bodohnya aku gak banyak minum sebelum berangkat atau malam sebelumnya. smoko atau waktu sarapan yaitu jam 9.30. untungnya pada jam 9 pagi ada beberapa orang yang pergi ke mobil dan minum air. sehingga akupun berlari dengan cepat mendekati mobil. 2 gelas berhasil masuk dan pada gelas ke tiga aku sengaja memaksa meminum, sehingga dadaku sesak dan rasanya tidak nyaman sekali. beberapa kali muntah air.

 

pekerjaan ini sebenarnya ringan, banyak berhentinya dan istirahat, bahkan sesekali aku membuka hape untuk sekedar memerika whatsaap dan  membalasnya, bahkan bisa telponan juga.

 

sarapan pagi hari, untungnya aku masih berhasil memasukan beberapa suap nasi dan biskuit, kevin hanya makan pisang.

kerja dilanjutkan, kali ini udah semakin panas dan aku pun semakin sering menenggu air yang ada di botol minum yang kubawa dengan isi satu mug kecil saja. setiap detik rasanya pengen nyedot air.

 

pikiran sudah mulai bergelayut ke hal yang lain, cuaca panas ini sungguh menantang. saya tak bisa bekerja dengan nyaman juga, rasanya lesu dan pengen neduh terus di bawah pohon. sudah berapa kali jongkok-berdiri, jongkok-berdiri terus.

 

pas makan siang aku pun mengobrol dengan kevin, ini terlalu menantang buatku, aku gak kuat dengan cuaca panas ini. kami tidak memiliki nafsu makan juga, kevin sudah merasakan bahwa dia kurang tidur dan sudah lama tak bekerja seperti itu sehingga dia pun harus membiasakan diri. memang jawabanya adalah adaptasi.

 

pekerjaan dilanjutkan, semakin lama kevin tak kuat lagi mengikuti ritme pekerja yang lain. beberapa orang memintanya untuk berisitirahat saja. dikala luang aku membuka hape dan teman kerja di tempat keduaku mengirim pesan tentang keberadaanku, akupun bilang aku bekerja dengan keadaan yang sangat menantang dan aku gak kuat, kukirim fotoku yang menangis karena tak tahanya. dia pun bilang kepadaku bahwa aku mungkin masih bisa bekerja kalau aku kembali dan dia akan bilang kepada chef. aku memang sudah berniat menyerah dan balik saja.

 

 

segera aku hubungi beberapa orang bahwa aku ingin pulang, mereka tak percaya, hal ini jadi bahan guyonan dan aku merasa bodoh sekali ya saat itu.

 

di jam-jam terakhir aku memutskan untuk diam saja menemani kevin, kevin juga menangis saat bekerja tadi. dia sudah lunglai tak berdaya lagi. akupun mengatakan bahwa aku akan pulang saja ke Darwin.

 

setelah pekerjaan selesai dan sampai rumah, aku segera melapor bahwa aku tidak cukup kuat dengan keadaan yang terlalu menantang itu, tapi kuurungkan niat untuk memberi tahu bahwa aku akan pulang, aku hanya bilang kalau aku menyerah.

 

segera kucari informasi mengenai taxi dari camp ke kota menuju terminal bus dan jam kepergian bus.

 

semua barang yang kukeluarkan, aku masukan lagi. rasanya konyol sekali, semua orang tak tahu kalau aku akan balik kecuali kevin.

 

keesokan harinya menjelang dimulainya kerja, seperti biasa kami dibangunkan dan kevin masih merasa flu dan sakit kepala. ketika aku ditanyai, kujawab bahwa aku juga merasa sakit kaki. rasanya senang ketika kami diijinkan istirahat di kamar.

 

mereka berangkat dan aku hanya tinggal menunggu taxi pada jam 9. akupun keluar dan berjalan menikmati indahnya pagi.

 

rasanya waktu terasa begitu lama menuju jam 9. hanya smartphone lah yang bisa menemani. ketika aku menuju keluar, ada mobil putih dengan tulisan taxi, aku segera loncat dan mendatanginya, lalu kubawa semua barang sesegera mungkin keluar dari area itu.

 

supir taxi yang berasal dari new zealand cukup ramah ketika mengantarkanku, akhrinya aku tiba juga di terminal dan segera membeli tiket. lalu jalan-jalan sebentar dan mencari makanan.

 

ketika menunggu aku juga bertemu dengan 2 orang dari Negara Vanuatu di kepulauan solomon, mereka begitu ramah dan cukup membuat aku tertarik untuk berkunjung ke sana.

 

bus pun akan berangkat, kami bersiap dan akhirnya saya akan kembali ke kota Darwin dan memulai lagi dari nol untuk mencari pekerjaan di saat musim seperti ini. senang rasanya masih ada kesempatan kerja di tempat kedua meski seminggu cuma dapat 12-15 jam aja, selain itu aku juga dapat beberapa job untuk gantiin orang sebagai cleaning.

 

aku juga bingung, aku pengen balik juga ke tempat kerja pertama, tapi gimana ya? hmm aku sudah beberapa kali bilang mau resign.

 

 

semoga dehk..

 

 

 

 

 

 

 

 

h

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s