Dapur

Kerja di dapur cukup nyenengin, rasanya aku lebih nyaman disana. Aku merasakan bahwa kelemahanku adalah bahasa, namun aku harap dengan sikap cekatanku, maka hal itu tidak begitu jadi masalah.

Sebelum bekerja di restoran, pertama-tama bisa melihat tayangan di youtube bagaimana menjadi kitchen hand dan cara kerjanya sehingga aku memiliki pengetahuan dasar.

Saat pekerjaan pertama aku dapatkan, ada 2 orang indonesian, sehingga cukup mudah bagiku mendapatkan penjelasan. Pekerjaan utamanya mencuci barang bekas makan dan keperluan masak, tambahanya tergantung di lingkungan kerja.

Di awal-awal aku ditunjukan dimana barang-barang yang telah bersih ditempatkan, diusahakan ceoat ingat dan ketika kita melangkah ke suatu area usahakan sambil mengeksplore apa saja yang terletak disana sehingga kita tahu suatu barang selalu diletakan dimana. Kalau tidak tau sama sekali ya tinggal tanya orang-orang dapur.

Ketika bekerja rasanya enak sekali dikasih kue-kue, minuman, dan lainya. Istirahatnya juga cuma sebentar dan makan masakan yang dimasak chef. Beberapa tempat tidak memberikan makan.

Aku bekerja di dua tempat, siang dan malam tapi cm beberapa hari saja seperti itu. Keduanya di dapur.

Kalau kita punya waktu luang tinggal tanya apakah perlu sesuatu yang bisa dikerkan, kadang disuruh mengerjakan sesuatu juga, karena mereka tau kita bakal gak ada kegiatan setelag mellnyelesaikan pekerjaan awal. Kalau gak ada kerjaan sama sekali coba untuk membersihkan noda-noda di dinding, berihkan rak-rak penyimpanan, ambil stok barang yang gak ada, membantu teman kerja.

Nah tempat kerjaku yang pertama itu melatih sekali banyak hal. Kita dituntut mengerjakan banyak hal. Jadi kalau gak ada kerjaan ya cari kerjaan apa saja yang bisa dikerjakan.

Tempat kerja pertama itu seakan menekan tapi aku liat semua karyawan enjoy dan ramah-ramah.

Nah setelah 3 bulan aku ingin pindah karena jam kerja semakin sedikit dan banyak staf. Musim hujan sudah mulai sehingga banyak orang liburan ke luar daerah.

Setelah pencarian yang cukup membuat galau, dapatlah pekerjaan di store sushi sebagai pembuatnya.

Seminggu pertama di training dan itu cukup membuatku hampir menyerah. Seminggu kemudian sudah lumayan nyaman. Semua teman mulai akrab dan 3 minggu sampai sekarang kita semua sudah banyak bercanda.

Tokonya baru dan di dalam sebuah super market lengkap. Banyak item yang harus kukerjakan sebagai tukang buka toko bareng temen. Yah kadang malas tapi ya udah enak aja kerja di dapur jadi ya nikmatin.

Jenis pekerjaan yang aku ambil sebelumnya lama-lama juga membuat bosen. Cuci piring terus. Nah sekarang enaknya aku bisa belajar bikin sushi yang ternyata mudah banget cara bikinya.

Setelah 4 bulan tinggal di negara orang, rasanya ingin sekali pulang, tapi kudu ditahan sampai setahun tinggal.

Eh tapi ternyata banyak yang gak suka sama sharinganku tentang pengalaman whv dan kerja ini, gak tau kenapa. Ya mungkin dikira sombong. Padahal di berandaku tiap hari banyak yang sharing jalan-jalan di berbagai negara, tapi aku malah seneng dan gak liat itu sombong. Padahal mending di unfollow, unfriend atau blok aja kalau gak suka sama orang lain. Jadi aman gak mesti mikir macem-macem.
Ya aku harap bisa bertemu sama mereka dan menjalin tali persahabat dan kita saking tahu masing-masing, so gak nebak-nebak lagi.
But however itu jadi pelajaran buatku untuk membatasi diri. Jangan terlalu extrovert, sibukin berkarya sahaja.

Thanks udah baca mengenai kerjaan dapur. Nasib tukang cuci piring nih.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s