Culture Exchange at Workplace

Perjalanan panjang selama setahun dengan menggunakan work and holiday visa di Australia menjadi sebuah pengalaman luar biasa. 5 bulan sudah aku di utara Autralia dan selama itu aku cuma bekerja tanpa berlibur, ya sesekali menikmati pantai atau makan lah di restoran.

visa ini diberikan untuk bisa saling bertukar budaya di negara multikultural, kesanya sih begitu tapi aku bingung hal semacam apa yang bisa dilakukan, padahal aku cuma bekerja saja di sini.

setelah beberapa kali bergabung dalam team kerja di dapur atau bertemu orang-orang ternyata kerasa bahwa perjalanan ini memberi banyak ruang gerak untuk berbagi banyak hal, salah satunya budaya.

aku mendapati teman-teman kerja dari berbagai budaya, di sela-sela bekerja kami juga sering mengobrol. ya namanya baru kenal, bahasan yang diomongkan adalah kegiatan masing-masing, kebiasaan, hobi, kesukaan, sampai budaya negara mereka.

bagi yang suka traveling atau sering baca dan interest dengan negara lain mungkin akan menambah kekayaan pengetahuan yang ketika kita bertemu dengan teman baru dari berbagai negara itu, maka bisa menambah keakraban.

sebelumnya aku bertemu dengan teman india, karena aku pernah ke india maka aku bisa menceritakan pengalamanku selama di sana dan juga bisa bertanya mengenai budaya India yang ingin aku tahu atau kita ngobrolin tentang makanan, bahkan minta dibuatkan makananya.

 

lain hal lagi ketika menyapa orang dari negara lain, mereka akan senang sekali kalau kita sapa dengan bahasa mereka, misalnya Koop kun krap (Thailand), Xie-xie/thanks ( china/Taiwan), Namaste (India). ucapan-ucapa salam atau thanks dalam bahasa mereka.

 

nah kalau di tempat kerja aku sering sekali ditanyai mengenai bali, bahkan mendengar banyak pujian mengenai bali di mata temen-temenku. pada saat kerja aku juga sering mengatakan sesuatu, menyuruh, atau mengiyakan dengan diakhiri kata “YA”… misalnya. “alex, please bring rice for me ya!” atau “you make coffe ya!” dan lainya. hal itu membuat temen-temenku pada ngikutin lagi dengan gaya itu. hahahaha mereka mengakhiri perkataanya dengan kata ya. “Arip you make this, ya!” hahahaha

 

selain itu hari ini aku dikasih juga kimchi yang dibuatkan temen koreaku. ih senengnya, tapi pas dimakan ternyata aku tidak begitu suka karena terlalu strong bumbunya.

 

seringkali aku juga disapa sama orang pilipine dan disangka sebangsa dengan mereka. ya gapapa lah, mereka orangnya ramah-ramah juga dan sering senyum.

 

meski aku jarang sekali liburanya di negara orang itu, tapi setidaknya aku juga bisa lah berbagi sedikit banyak tentang budaya negaraku. oh iya, teman-teman taiwan dan korea, pada suka banget pas aku bawa roti tawar dikasih selai sarikaya. aku suka selai ini pas mengunjungi Pontianak. emang rasanya yahut sekali.

 

nah lumayanlah hahahahahaha bisa membawa masakan Indonesia yang cukup disukai, biasanya susah meyakinkan orang untuk menyukai masakan Indonesia yang kebanyakan bumbu.

 

 

 

 

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s