Pengalaman Kerja Pertama

Pekerjaan pertama sebagai kitchen hand yang tugas utamanya adalah cuci piring merupakan pekerjaan yang akan aku share dimana ini disesuaikan dengan tempatku bekerja.

1. Pagi mandi dan berangkat ke Darwin city menggunakan bus selama 30 menit. Kadang gerasak-gerusuk ngejar jadwal bus karena aku suka leha-leha dulu merasa 5 menit kalan ke bus stop cukup.

2. Tiba di tempat kerja langsung pake celemek, nyapa sana-sini dan mendekati sink.

3. Langsung pegang spons dan bersiin noda yang nempel di gelas kopi yang seabreg-abreg, piring kecil yang tiada habisnya, piring besar dan peralatan lainya. Aturanya di tempat kerjaku itu dituntunt menjaga kebersihan. Piring dibilas dulu menggunakan spon dan baru disusun ke rak kotak vertikal dan dimasukan ke mesin.

4. Kalau sudah dpt 3 rak bersih aku langsung bergeser ke samping dan ngelapin piring yang masih hangat atau bahkan panas karena baru keluar dari mesin. Piring disusun dalam keadaan kering. Troli kecil sebagai penyimpanan gelas, piring kecil, dan lainya ada di depanku dan kuletakan barang itu ditroli, sedangkan piring besar yang mesti dilapin satu-satu diletakan didapur dekat chef memasak.

5. Loyang kue, alat bikin kue, panci, segala macem dibersihkan dan piring gelas direndam terlebih dahulu di air panas. Keran di australia bisa diaturbpanas dan dingin, kadang aku lupa mindahin ke dingin setelah pake yang panas, akhirnya sering banget kepanasan tangan.

6. Kerjaan tambahanya bersiin carot itu rutin, dan bisa-bisa seember cet sehari, aku ingat beberapa orang menjelaskan bagaimana cara membersihkanya dengan cepat. Mengiris beberapa paprika, bersiin red and brown onion.

7. Jika ada pisau, sendok dan garpu baru kucuci dan gak ada yang ngelapin aku bantu elapin, awalnya aku dimarahin karena gak bener, yang dimarahin sih manajerku tapi lama-lama aku bisa sangat cepat bersiinya. Selain itu membantu melipat tisu ke garpu dan pisau atau memasukan tisu ke kertas kantong untuk take away.

8. Jika trolyku penuh gelas kopi dan piring-piring kecil sedang maka aku pun mendorong trolinya kedepan dan menatanya sesuai dimana mereka diletakan dan bilang ‘behind’ jika melewati orang lain yang sedang bekerja.

9. Kadang aku bantu angkat piring2 bekas dibaskom persegi panjang 70*50 cm. Gila beratnya kadang bikin nahan napas. Bersiin meja juga.

10. Disuruh ambil sayur inilah itulah, bahan ini itu, antar buah untuk jus sampai antar pesanan ke kantor-kantor. Disuruh giling ayam, carot, atau pawpaw, apa aja kudu dikerjain

11. Kalau ampe tutup ya tambahanya adalah bersiin meja dan nata 80 kursi. Meja lipat yang berat itu sekitar 15 biji dilap lalu dilipat dan diangkat ke dalam toko. Kursi yang belatakan ditata jadi 8 kursi tingginya dan dimasukan menggunakan alat ke dalam toko. Gila capenya. Belum abis itu bersiin semua bekas alat-alat chef yang macam-macam jenisnya.

12. Bantu bersiin ruangan dapur dan tak lupa areaku kudu bersih. Belum lagi nata semua benda yang sudah dicuci.

13. Pulang ke rumah atau lanjut kerja lagi di tempat lain kalau ada jadwal.

Tapi enaknya aku bisa makan sepuasnya kue-kue, jus dan dikasih makan pula. Kerja segitu ya istirahat cuma 15 menit.

Banyak goresan-goresan pisau ditangan, Tangan kepanasan karena kadang megang benda panas atau air panas, baju disekitar perut agai basah dan lainya. Hah nasib-nasib.

Kalau lagi sepi beberapa pekerjaan aja dilakukan dan disuruh pulang lebih dulu. Ya karena banyak staff yang full time sedangkana aku cuma casual.

Semua orang sibuk dan gak ada yang gak kerja tapi auranya selaly menyenangkan. Gak ada yang keliatan marah-marah kecuali bos atau prustasi. Semua saling care.

Bosku memang kerjanya juga cepat sekali, jalanya aja kaya lari, dia juga kadang suka terlihat marah-marah tapi enjoy ke aku, aku gak pernah dibentak atau dimarahi, aku diarahkan ngerjain yang bener kalau salah, selalu diperhatikan dan baik. Aku mengerti dia begitu agresif tapi wajar dan aku malah memaklumi dan suka sama caranya. Aku pernah mendengar beberapa orang gak suka tapi aku sih suka-suka saja sama dia. Aku juga selalu ditanyai mau disponsorin kerja tidak, aku tidak bisa mengiyakan karena banyak alasan.

Beberapa minggu sebelum aku keluar, akubsering disuruh kerja di resto lainya dengan pemilik yang sama, aku belajar bikin jus tapi lambat dan gagal paham sama yang lainya. Cuci piring sih jangan ditanya udah pasti.

Akhirnya setelah bekerja 3 bulan aku terpaksa keluar untuk mencari jam kerja yang banyak.

Aku senang sekali bisa bekerja di tempat itu, udah seperti keluarga, minggu lalu aku kesana dan menemui semua staff, rasanya senang sekali dan aku membeli kue kesukaanku.

Meski kerjaanya begitu terkesan banyak dan padat, aku senang malahan. Aku dapat banyak pelajaran dari temen-temen dan bosku mengajarkanku bekeeja yang baik dan cepat.

Aku pernah cover lagu dan itu jadi bahan bercandaan bahkan diputar di resto meski menjelang tutup toko, cuman seneng aja gitu.

Ahk thanks ya Allah atas pengalaman luar biasa itu.

image

image

image

image

Dikasih bos yang bikin

image

Luka2 gini udah biasa tapi ini terparah.

image

image

image

Thanks yang udah baca

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s