I Tought difficulty

Memang seru sih nyari duit sebanyak-banyaknya di negara orang selama ada kesempatan, apalagi kesempatan itu cuma sebentar. di tempat kerja juga bisa bercanda dengan teman kerja dari berbagai negara.

Ketika dapat visa bekerja dan berlibur di Australia yang dipikirkan adalah tiket pesawat termurah pasti yang terdekat meski ada kemungkinan promo tiket kemanapun lebih murah, karena yang terdekat bagus juga rate gajinya dan aku mau fokus bekerja saja maka wilayah terbaik yang kupilih adalah Darwin.

Hampir 7 bulan tinggal di Darwin, mendapatkan pekerjaan pertama serabutan, diminggu kedua kerja di restoran yang luar biasa menyenangkan, dapat lagi kerjaan malam dan headchefnya baik dan sabar ngadepin anak galau ini, sampai sekarang dapat kerjaan buat di tempat take away sushi dan masih kerja malam di 2 tempat, jadi hampir setiap malam aku kerja.

 

ya ngerasa bangga sih ada karna bagaimanapun kan apa yang aku harapkan itu bisa di dapat dan juga aku bisa banyak belajar di tempat kerja, jadi meski pekerjaan itu nyebelin, aku sih enjoy-enjoy aja gitu dan malah menikmatinya.

 

Aku terlalu kepikiran masa depan, dalam pikiranku, semakin banyak melakukan hal-hal unggul, insya ALLAH gitu upaya itu tuh bakal berguna banget dan berpengaruh kelak ke masa depan. jadi sebenarnya bukan cuma persolan duit sih, cuman jika aku bekerja di manapun dengan kondisi sama tapi gaji lebih tinggi di Darwin ya aku mending di Darwin aja. itupun kalau kondisi tempat kerjaku sepi, aku suka dibalikin dan minta dibalikin, jadi orientasiku gak terlalu duit juga. aku lebih suka mengukur seberapa mampu sih aku berjuang bener-bener sendiri gitu.

 

 

Aku pergi dengan meninggalkan keluarga yang butuh bantuan tenagaku dan teman-teman volunteer pendidikan untuk anak-anak. itu upayaku untuk memupuk nasib baik dan pentingnya bisa berteman dengan orang-orang yang sama menyukai hal semacam itu. traveling membuatku memiliki pemikiran yang unik dan memberikan rasa percaya diri. keinginan untuk berbagi hal-hal yang penting untuk anak muda rasanya perlu segera dilakukan, maka aku lebih aktif mengajar kreatifitas dan membangun mimpi. Aku ingin mereka segera menyadari kekuatan dan menumbuhkan semangat mimpi yang kuat sejak dini, maka pengembangan kemampuan kreatifitas dan cara berpikir bahwa semua orang bisa meraih apapun sesuai dimana dia mampu unggul. kreatifitas memberikan kesempatan untuk mereka aktif dan semuanya butuh gerakan, setiap anak akan kelihatan seperti apa mereka menghasilkan sebuah kreatifitas dan karena guru harus berusaha adil pada siapapun, maka dalam proses kegiatan membuat kreatifitas itu guru bisa lebih banyak berkomunikasi aktif dengan semua murid dan disitulah banyak komunikasi-komunikasi yang tak terduga dan murid sama guru bisa lebih dekat.

 

 

Balik lagi ke masalah pengalaman bekerja, rasanya otaku malas kuisi dengan pikiran-pikiran yang sebelumnya aku pikirkan. aku fokus pada seberapa banyak kerja dan yang kuhasilkan. ya aku belajar dari tempat kerja dan totalitas melakukanya oleh karena itu aku tahu bagaimana mencuri hati bos. yaitu dengan kerja bener dan cepet.

 

waktu berlalu dan semakin berlalu, hati serasa hampa. sampai akhirnya beberapa orang berdatangan ke Darwin dan aku mulai ceria kembali, membuat kekonyolan dan candaan yang kadang muncul dari otak pornoku. sebulan belakangan teman kerjaku juga pada bilang kalau aku punya masalah dengan otaku. karena saking konyolnya. ya aku bisa kembali bahagia dan tertawa lepas lagi sekarang.

 

Semakin mendekati masa berlaku visa abis juga sudah ada pilihan-pilihan di otak tentang apa yang akan dilakukan kemudian. kembali ke rumah dan menerima tawaran bapa dengan mempertimbangkan banyak hal lainya yang bisa aku lakukan nanti di kampung halaman atau sekolah lagi di sini dan dengan kondisi kaya sekarang. kerja mati-matian lagi dan kehilangan banyak ibadah wajib karena malas ataupun bentrok dengan jam kerja. jika aku kembali dengan orang tua, aku ingin traveling terlebih dahulu, makanya tiket sudah kubeli ke beberapa tempat. tapi hidup di Darwin sendiri lebih enak, tidak banyak pikiran dengan masalah-maslaah gak jelas di tivi, hidup nyaman banget, duitnya juga lumayan hanya dengan kerja biasa saja. dilema sih.

 

menyadari kalau ibadahku sudah menyurut aku coba buka-buka youtube, kali ini gak nonton video artis nyanyi-nyanyi lagi. aku ingin nonton acara dakwah, sampailah aku mengklik video dengan judul “Budak Dunia” isinya bagus banget. bagaimana aku resah mikirin masa depan, mikirin gimana nanti, mikirin gimana perkataan orang dan penilaian orang pokoknya tentang keduniaan. memang tantangan sekali untuk bisa mengikuti syariah namun benar apa adanya bahwa aku merasakan betapa aku terlalu mementingkan apa yang harus aku raih dari segi dunia dan kerasa sekali bedanya. jika aku bisa bekerja 25 jam mungkin aku akan kerja 25 jam sehari.

 

Selang beberapa jam kemudian ada seseorang yang memposting sebuah gambar yang isinya juga kurang lebih sama. 12745487_10208482611761825_5571258914511324536_n

 

iya orientasiku kerja sebanyaknya dan aku juga jadi menyadari kalau aku butuh orang lain dalam hidupku untuk mengisi apa yang aku butuhkan dalam hidup. Namun makna hidupku kalau terus berjalan seperti sekarang rasanya akan membuatku jadi orang yang gitu-gitu aja. sibuk nimbun duit, nunjukin apa yang kubeli, apa yang kupunya dan kuraih.

 

Pagi hari harus bekerja, di tempat kerja bener-bener kerasa kerja yang gak ada henti-hentinya, tiap akhir minggu berharap dan bertanya-tanya tentang berapa banyak jam kerja yang akan dikerjakan di minggu depan, pulang kerumah masih harus makan dan ngurusin baju kotor, istirahat bentar lanjut lagi kerja. bawa kendaraan sendiri yang kadang bikin ngantuk karena nempuh beberapa kilometer.

 

tanpa melawati proses itu mungkin ketika aku membacara atau mendengar nasihat seperti itu pasti biasa aja, tapi karena melewatinya maka semua itu bisa diartikan dengan berbagai macam sudut. lalu bagaimana hal itu bisa diraih berbarengan antara duniawi dan rasa kebahagiaan diri sedangkan jika melihat perkasus, ada juga orang yang merasa senang justru dengan sibuk mengejar duniawi bahkan menciptakan dunia yang orang kelak inginkan.

 

terlalu susah dijelaskan memang, semua ada tantangan dan cobaan tersendiri. namun aku yakin ketika ALLAH sayang sama kita tentu kita akan didekatkan kepadaNYA bagaimanapun caranya dan itu tergantung dari kita apakah masihkah hati ini mau mendengar, mendekatkan dan membuka kepada seruan SANG MAHA KUASA.

 

 

 

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s