Gempa di Bagan

Jadi gue udah berniat di hari terakhir di Bagan gue mau nyewa e-bike seharga 7000 kyat. 

Pagi buta jam 5an gue ke resepsionis, ada satu pegawainya dan gue bilang mau liat sunrise dan mau nyewa e-bike. Kitapun bertransaksi. 


Meluncurlah gue ke tengah area pagoda yang luasnya sama seperti ratusan lapangan bola. Ditambah gue masuk ke ladang dan hutan yang pohonya kaga gede-gede sih, biasa aja. 

Untung gue berani, biasanya penakut. Masuk candi sendiri aja kadang gue merinding. Gue nyampe di candi yang kedua tertinggi. Yah sunrisenya jelek buddy. Gue kecewa! Gue pun balik ke penginapan.

Gue leyeh-leyeh sebelum check out jam 11. Tapi gue akhirnya check out jam 10. Gue titipin tas, booking tiket bus ke Yangoon dan tancap gas keliling bagan lagi ampe sore.

Kali ini cuaca bagus banget men, gue masukin pagoda-pagoda yang terkenal, yang bisa gue naikin ya dinaikin dah.


Biasa kalau ke pagoda itu suka banyak yang nawarin segala rupa. Mending gue bilang no saja dari awal. Kadang ada penjual yang buat gue gak enak nolak. 

Gue suka sama pagoda besar tepat sekali menurut gue itu kaya ditengah-tengah, dan bisa dipanjat ke atas pagodanya. Asli keren banget, keliatan banget pagoda itu kaya melingkar gitu.


Terus gue juga menemukan pagoda yang bagus banget buat difoto, shining sekali hasilnya. Gue datang ke situ jam 12 lewat lah.

Gue udah bikin video banyak juga di bagan sambil ngendarain motor atau kadang di pagoda itu sendiri.

Jam 3.45 gue memutuskan balik, karena langit mulai gelap dan gerimis kecil.

Gue kembaliin motornya yang gue sewa di penginapan, gue juga diijinkan mandi, selain itu ada chargeran.

Sebelum pulang gue pun sempet makan di restoran, ada menu yang gue suka yaitu hot and sour chichken, terus kalau udah makan dikasih permen asem enak banget.

Gue balik lagi ke penginapan dan liat facebook, gue pun upload foto gue di timeline.

Eh pas jam 5.40 gempa gede banget. Kaca kaya digedor-gedor, gue yang lagi duduk kaya digoyang-goyang kenceng. Gue gak percaya karena gue pikir gak ada gunung aktif. Semua orang keluar, orang-orang pegawai resto thai sebelah penginapan juga teriak, bule-bule kluar kamar dan gue juga kaya orang bego.

Semua orang heran, gue cuma bisa istigfar dan ketakutan. Wah kerasa gedenya gempa itu. Mobil, meja dan kursi goyang semua. Cukup lama juga.

Setelah itu orang-orang pada bertanya-tanya, sebagian bilang ada pagoda runtuh. Gue juga bingung info belum jelas tapi pengen tahu.

Jam 6 kurang sayangnya gue dijemput ke terminal buat ke bus station. Gue liat langit sebagian cerah, matahari muncul dan menyinari pagoda dengan sangat indah. Pelangi pun muncul. Sayang gue kudu pindah dan pulang lewat Yangoon.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s