Termenung Memutuskan

Alarm semua gue matikan, gue selalu ketinggalan subuh, bahkan melewatinya. suatu pagi gue terbangun dan mendengar suara bokap yang lagi batuk di kamar mandi. kebiasaan yang menyebalkan buat ibu gue karena dia selalu batuk-batuk dan mengkoek mengeluarkan dahak. dia sih tidak pernah memiliki riwayat sakit parah umurnya pun belum terlalu tua. suatu kali gue dan dia pergi ke desa menemui kakek, sepanjang jalan dia merokok, sempat juga terlihat memakan obat bodrek 2 tablet, mungkin untuk menghilangkan kantuk atau apa fungsinya.

ibu gue tiba-tiba rempong ngajakin foto keluarga biar dinding rumah barunya berisi foto anggota keluarga yang besar-besar. ok adik dan bokap gue pun mau dengan hal itu. ketika dia minta difoto sendirian, ketika gue melihat layar kamera, gue begitu tersentak melihat sosok tangguh tapi mulai menua dan tampak layu di dalam foto. rasanya gue terhentak dengan melihat sosoknya di dalam layar kamera.

kemarin gue ke australia buat whvan, sebenarnya bokap pengenya gue bantuin di pabrik, tapi gue bingung juga karena kaga banyak kegiatan. gue butuh banyak belajar dulu di tempat kerja orang lain, biar gue tau gimana sih budaya kerja di australia. belakangan gue juga kaya lebih nyaman gitu tinggal di Australia. gue pengen lebih lama di sana. gue sering diliputi kebimbangan karena kayaknya gue itu pengen berbuat yang terbaik buat siapapun. termasuk gue mikirin keluarga gue, komunitas volunteer, gue juga bisa membantu orang dengan gue membuka usaha tapi dilain sisi, kayaknya gue enak banget kalau tinggal di Ausi, duit tiap minggu yang bisa gue dapatin banyak, makanan terjangkau dan berkualitas, serta lingkunganya adem ayem tentrem.

akhirnya gue memutuskan untuk mencoba menyiapkan syarat kuliah di sana. orang tua gue menanggapi biasa saja. suatu ketika mesin di pabrik rusak. datanglah seseorang yang pernah gue ceritain bahwa dia dulu pernah kuliah di jerman. lumayan gue banyak mengobrol denganya. gue liat perkembangan pabrik kerupuk orang lain cukup bagus dan lebih canggih, belum juga ditambahin oleh cerita bapa gue bahwa anak bos orang lain sudah pada buka. memang gue pun kalau gak tau mengenai australia, gue mau berkecimpung dengan perkerupukan.

seringkali nyokap gue nagih biar gue cepet menikah, biar dia bisa ngasuh cucunya. gue bingung, gue aja kaga mau nyari-nyari calon istri. malah gue makin gila tingkahnya. nyokap yang membuat gue ingin selalu bersamanya. adik-adik gue itu cowok, setelah magrib kaga ada di rumah, gue pun begitu banyak main dengan teman setelah dari Ausi. dari pagi buta hingga malam dia juga berjualan, seringkali mengeluh tentang beberapa hal mengenai kesehatanya. gue suka ngenes juga karena dia itu jarang keluar rumah, selain ke pasar. ketika gue mengajak ke Thailand aja, dia lebih memilih diam di rumah karena gak enak sama bokap. mungkin lebih baik gue mengajak dia Umroh.

gimanapun gue ngerasain gimana rasanya banyak kerja, cuman gue gak pernah mendengar kalau orang tua pegel-pegel karena banyak kerja. sedangkan gue rasanya sering banget minta pengen dipijetlah, ngerasa kerja cape banget, mati-matian kerja.

semua ini bikin gue bener-bener bingung juga. mungkin gue harus segera mencoba untuk sekolah, biar gue tau apakah keputusan gue itu benar. kalaupun salah, ALLAH segera menunjukan itu ke gue. gue liat pabrik juga masih bisa dipegang sama mereka. gue hanya bisa mendukung dari jauh saja. gue juga bukan gak mau, umur masih muda sudah punya pabrik sendiri seperti anak temen bokap gue. tapi ya mungkin belum saatnya buat gue.

duh keputusan apa yang harus gue ambil, gue harus berpikir keras nampaknya.. hah

yah semoga gue cepet menemukan belahan jiwa gue yang akan mengarungi petualangan hidup. Amin.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s