Mencari Gaya Traveling

Traveling memang kadang aku butuhkan ketika sudah merasa jenuh dalam beraktifitas. setelah traveling biasanya aku kembali merasakan semangat dan motivasi baru, karena banyak melihat dan merenungkan apa saja yang terjadi di suatu tempat.

perasaan jenuh ketika traveling muncul ketika aku tidak memiliki ide untuk melakukan sesuatu hal lagi di suatu kota. atau ketika sedang di dalam kendaraan dan aku termenung sendiri. ada memang kota yang membuat aku nyaman dan gak peduli dengan tempat wisata apa saja yang bisa dikunjungi, tapi ada juga yang menyebalkan, mungkin karena aku tidak memiliki kesan yang cukup penting atau berharga.

mencari teman dalam perjalanan juga cukup membantu agar selalu ceria dan tidak kesepian. maka jangan ragu untuk minta join berkeliling atau melakukan aktifitas tour selama bisa dijalani.

kebosananku muncul dan aku ingin menemukan keseruan apa lagi nih yang kira-kira bisa dilakukan ketika traveling.

misalnya aku berkunjung ke thailand, tiba di suatu kota, exited banget dengan yang namanya temple, banyak temple seharian difoto bahkan dikunjungi, setelah tiga hari di thailand rasanya sudah sick sama yang namanya temple. belum lagi kadang salah satu tempat menarik di suatu kota itu temple/pagoda.

mengunjungi tempat peribadahan memang menjadi hal yang umum ketika berkunjung ke suatu kota. apalagi di beberapa tempat ibadah itu memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing yang begitu cantik. namun kadang lama-lama bikin muak dan sudah gak mau lagi mengunjungi temple.

seperti di Myanmar, di Yangoon masuk ke swedagon pagoda kudu bayar $8. sedangkan di mandalay bisa liat seabreg-abreg pagoda yang sama megahnya dan gak perlu bayar, masuk lagi ke bagan yang di satu area terdapat 4000 pagoda yang terbuat dari batu bata merah.. kalau liat pagoda yang di yangoon sama mandalay udah membosankan banget, untuk yang di bagan ini lain.

Di Vietnam tidak terlalu banyak temple yang menjadi tujuan tempat menarik, sehingga masih okelah.

salah satu temple yang membuat aku suka itu Bagan dan Angkor Wat di Kamboja. dua tempat ini memang bagus sekali.

yang paling konyol buatku adalah, seperti sekarang aku di Kathmandu dan 2 minggu hanya diam di kota ini, karena ceritanya pengen belajar ielts alias kepikiran ielts. sekarang aku bingung, kalaupun aku pindah kota, pasti yang akan aku temukan di peta dan peta akan mennujukan tempat menarik salah satunya temple.

seperti temple yang berada di swayambunat hill. aku harus jalan kaki menuju arah bukit dan naik bukit untuk melihat temple cantik yang kurang lebih designya sama kaya temple yang ada di beberapa titik di kota. ketika jalan pulang aku berpikir, ngapain cape-cape ngeliat temple. sedangkan ini temple sama percis seperti yang berada di bawah sana.

 

ketika datang ke suatu kota, aku mencari map atau beli buku,  liat tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi. biasanya sehari dua hari kelar. aku juga suka tempuh dengan jalan kaki untuk mengulur waktu agar berlalu lebih cepat, nyatanya kadang sama saja. seharian kadang sudah kelar mengunjungi beberapa tempat wisata. foto-foto kelar deh.

bagusnya memang kalau kemana-mana ada temenya, setidaknya kita bisa mengobrol dan saling menghibur.

mungkin memang kalau mengunjungi sebuah negara, setidaknya ada aktifitas yang memang akan dilakukan. misalnya kalau ke nepal ya hiking lah, kalau ke thailand ya belajar pijat atau masak.

 

 

begitu kali ya?

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s