One day crazy

setelah membuat video bersama di kosan yang kami sewa, kami merencanakan perjalanan bersama ke Tabanan – Monkey Temple dan Tanah Lot. Oki berharap supir yang akan mengantarkan kami seorang supir yang masih muda. Harapanya dikabulkan, jam delapan pagi supir sudah on time menunggu kami di depan apartment. Kami berkenalan satu sama lain, kemudian mobil melaju ke Kute untuk menjemput zizi dan chaca.

IMG_1413.JPG

Kami semua sudah berkumpul. Seolah kami sudah saling mengenal ratusan hari. Gelak tawa kami sudah dimulai dari saat kami berkumpul semua. Si supir pun sering kami godai atau diajak mengobrol. 
Yaaaa kami begitu semangat untuk berlibur bersama. Selalu saja ada candaan yang dibuat Oki, dia mampu membuat suasana begitu meriah.

Di mulai dengan sarapan, setelah sarapan kami membayar. Aku mendengarkan apa saja lauk yang oki pilih, mulutku menganga dan mengomentari betapa royalnya dia, belum lagi dia akan memesan pisang cuman gak jadi karena hapenya jatuh saat ambil uang. Dengan perasaan sedih gue menulis bahwa hape oki jatuh dan pecah, namun karena kegilaan kami, hal itu tidak merubah perasaan happy.

img_1415

sepanjang jalan kami terus saja bersenda gurau tiada henti. sesekali juga godain supir, takut bete karena penumpangnya rame.supienya masih seumuran kita, dia cuma senyum-senyum saat mendampingi kami. Karena kadang candaan kami juga gak masuk ke dia. 

tiba di Tabanan, rice terrace cantik sudah mampu mencuci mata. indah sekali pemandanganya, akupun terbius. siang hari kami minum-minum dulu di sebuah cafe yang memiliki view cantik. cukup mahal memang untuk harga makananya.

img_1465

kami lanjutkan perjalanan menuju monkey temple. begitu masuk kami sudah disambut oleh monyet. seorang wanita datang dan membimbing perjalanan. ada perasaan takut diantara kami semua, di bebearpa titik kami ketakutan dengan monyetnya seperti masuk ke dalam rumah hantu. sebelum pulang si wanita tadi mengajak kami ke tokonya terlebih dahulu. hal ini yang kadang aku tidak suka ketika berpetualang. aku gak mau beli sesuatu tapi karena ya merasa gak enak, sebagai tanda menghargai masuk dan liat-liat. hanya saja kadang harus mencari alasan bagaimana keluar dari kios itu.

img_1476

Tanah lot menjadi destinasi terakhir, kami makan siang di sana. cuaca kala itu begitu panas. kami hanya stay sebentar saja.

img_1486

setelah seharian mengunjungi banyak tempat, kami sempatkan untuk memanjakan diri di pusat kebugaran. dipijat selama dua jam mungkin akan membuat kita lebih rilex dan nyaman. selama dipijat aku meringis dan membuat si tukang pijatku terhibur. wanita yang masih muda tapi sudah menjanda dan memiliki anak 1 curhat kepadaku. senang aja sih dia mau terbuka, aku hanya bisa menyemangatinya untuk terus berjuang yang terbaik.

 

obrolan pijat menjadi keseruan berikutnya, supir uber kami pun tertawa dengan candaan kami. tak lupa kami memanjakan lidah dengan makan di warung lalapan. dahsayat makananya enak sekali dan kemudian kami nongkrong di Pepe Pizza untuk ngomongin budget yang sudah kami keluarkan.

 

esoknya zizi akan pulang ke Makasar, saatnya kami bubar dan tak lupa memeluk zizi untuk perpisahan malam ini. rasanya kami ingin terus seperti itu, ketawa terus dan seru sekali.

img_1392

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s