Tren Manusia

Traveling kali ini entah kenapa aku malas sekali foto-foto. Kalau dulu awal traveling apapun kayaknya ingin difoto, sekarang tidak begitu, paling banter ingin membuat live video saja. ada sebuah momen ketika aku melihat orang-orang, lalu aku merenung. akupun berbisik pada diriku sendiri “kok, semua orang sibuk mengabadikan diri, berfoto-foto di tempat menarik, dan kemudian menguploadnya di dunia maya.”

Jalan sendiri memang kadang lebih nyaman, bisa menikmati dan lebih fokus kepada apa yang terjadi di sekitar, ambil foto hanya dengan keterbatasan kemampuan selfie. berbeda ketika berjalan sama teman, untuk urusan ambil foto saja bisa lebih beragam.

Bukan hanya urusan traveling, semua kegiatan harus diabadikan. ketemu teman, ngumpul, apa yang sedang dimakan, sampai mendapatkan hasil pancingan saja diabadikan. kemudian diupload di beberapa akun media sosial. hampir semua orang yang memiliki smartphone rasanya begitu.

ketika aku jalan-jalan di hongkong, aku melihat setiap orang menggemgam smartphone canggih luar biasa. semua sibuk dengan smartphonenya. ada yang ketawa, manyun, dan senyum-senyum sendiri. contohnya chatingan terlihat lebih menarik. jika aku mengaji diriku sendiri sebenarnya banyak sekali obrolan di chating itu yang hanya membuang-buang waktu, membahas hal yang tak penting. bahkan menulis hahahahaha/kkkkkkkk kayaknya lebih banyak dari pada membicarakan hal bermutu.

aku sebagai orang yang addicted terhadap media sosial pun berpikir “kok hidup begini amat ya? jenuh rasanya, tapi susah untuk berhenti. apalagi jika mengehentikan semua existence di media sosial, bisa-bisa gak update lagi.”

sebenarnya aku menulis ini bukan sok-sokan mengomentari orang lain. ini semua renungan buat diriku sendiri untuk lebih menikmati hidupku secara real dan mengurangi intensitas ketergantungan.


ketika aku ke Iran, aku bertemu dengan seorang wanita dewasa yang memang agak aneh. dia mengunjungi iran untuk beberapa hari saja, dia pun terlihat sangat backpacker sekali. jika yang lain menggunakan kerudung kemana-mana, dia menggunakan bajunya sebagai penutup kepala. dia pun tidak mau mengatakan nama dan asal dari mana, jika ada yang bertanya, maka dia akan jawab “I am from other space, I have no name.” wanita ini juga tidak menggunakan social media dan smartphone. terkesan aneh.

 


apa-apa dokumentasi, dimanapun! tren yang cukup unik. hah lelahnya!!!

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s