Banjarmasin

Temanku ada di Banjarmasin,  tetiba ketika ingin jalan-jalan, gue dapat ide kenapa gak ke sana saja.

Gue cek tiketnya juga gak mahal, hanya 450 ribu.  Pergilah gue keesokan harinya.

Ada banyak orang yang mengajak berkunjung ke beberapa kota tempat mereka tinggal.  Namun gue akhirnya memutuskan untuk balik di hari ke 4. Cukup Banjarmasin saja.  Kota-kota lain nampaknya sama saja. 

Bisa dikatakan “apa yang mau kamu liat di Banjarmasin? ” well, ya gue pengen berkunjung aja.

Yasir menjemput gue,  wah sudah lama kita tidak bertemu.  Teman seperjuangan pas di Australia. Gue bakal merepotkanya dalam beberapa hari.

Ini dia yang katanya monyet bekantan. Patung besar itu baru hadir beberapa tahun.  Memang aneh sih kenapa harus mengeluarkan air mulutnya.  Airnya langsung muncrat ke sungai.

Kita mengobrol tentang masa depan binatang ini. Yasir ini memang seru kalau diajak ngobrol tentang sejarah atau hal-hal yang informatif dan agak serius.

Dengan menumpang perahu yang mematok harga 5 ribu rupiah,  kami mengarungi sungai.  Ya tidak lama sih.  Cuman cukup menghibur. Lokasi ini masih satu area dengan patung bekantan tadi.

Yasir juga mengajaku ke are tempat pengolahan kayu.  Sepnajng sungai dipenuhi kayu gelondongan yang ukuranya besar bukan main.  Mereka memgolahnya menjadi kayu yang siap dipasarkan ke berbagai daerah.

Keesokan paginya kami mengunjungi pasar terapung Lok Baintan.  Pemilik perahu mematok harga Rp. 350,000 untuk menuju lokasi.  Jika pergi dengan banyak orang tentu jauh lebih murah ya.

Pasarnya tidak terlalu wah seperti yang difoto-foto.  Tapi setidaknya aku jadi tahu ada aktifitas seperti ini di Indonesia.  Ini juga gratis loh dan kalau pergi beramai-ramai bisa lebih murah.  Jadi gak usah lebay komen aneh-aneh.

Katanya ada dua lokasi untuk melihat pasar terapung.  Jadi tinggal pilih mau yang mana.

Banyak penjual sarapan mendatangi kami.  Jangan lupa untuk sarapan diatas kapal ya.

Selain melihat sibuknya para pedagang yang hilir mudik.  Pengunjung dengan berbagai tingkah ketika ambil foto juga tak kalah menarik.

Malam harinya Yasir menemui teman-temanya dan mengajak mereka untuk mengunjungi Loksado. Berjarak 5 jam dari kota jika ditempuh dengan mobil.

Heri bersedia membawa mobil dan Aulia juga ikut bersama.  Wah seru sekali jadinya. Padahal sering kali gue roamings sama obrolan mereka yang menggunakan bahasa kalimantan.

Kami berangkat jam 9 pagi.

Di jalan setelah keluar pusat kota Martapura gue melihat penjual jengkol di pinggir jalan.  Mereka menyebutnya jangir.  Ini adalah jengkol rebus yang cara makanya dicocolkan ke tahilala.  Seperti sambal yang dibuat dari sisa bubuk hasil pengolahan minyak kelapa.  Kalau di sunda dikenalnya galendo.

Jangan ditanya enaknya.  Ini gila men.  Mantap banget.

Kami menaiki sebuah bukit yang diatasnya merupakan batu yang tajam. Gila naik gunung begitu cuma pake sendal jepit.

Kami memasang tenda di pinggir sungai. Tak jauh dari tenda,  ada warung.  Aulia memintaku mencoba indomie rasa soto banjar jeruk kuwut.  Wah jos enak juga.

Setelah mengunjungi 2 air terjun dan kampung suku dayak. Kami main rakit. Harganya dipatok Rp.  350,000 dan raftingnya dilakukan selama 2 jam.  Gila ternyata lama banget.

Keren banget deh.  Airnya jernih,  hutanya juga bagus.  Membuat damai.

Setelah itu kami pulang dan tak lupa mencicipi patan.  Durian yang durinya tak begitu tajam, dagingnya kuning dan gak lembek.

Di kota Banjar banyak sekali tugu-tugu. Ini salah satunya.

Masjid di kalimantan itu megah-megah dan bagus-bagus.. Keren

di Banjarmasin pula banyak skali cafe yang instagramable banget.

Kami sampai di rumah masing-masing.  Gue memutuskan untuk pulang ke Karawang karena ada dokumen yang mesti diurus.

Sebelum pulang yasir ngajak ke warung pa mamat yang ada di pinggiran sungai.  Beuh geloo ini soto banjarnya enak banget.  Harganya memang mahal 26,000 tapi geloo pisan rasanya.  Ditambah sate ayamnya juga enak..

Akhirnya gue harus berpisah dengan yasir. Gak enak bebrrapa hari ngerepotin terus.  Maksih sir udah ajakin ke petualangan di kalsel.

Thanks Aulia, Yasir dan Heri.  Sukses selalu kalian.

Advertisements

Written by Arip Hidayat

Saya suka belajar banyak hal, asik buat ngobrol, royal, suka ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s